CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Keterpurukannya Fiki


__ADS_3

"Iya eyang Fiki janji tak akan memberitahu Naura, kalau Fiki memberitahukan itu takut Naura juga akan terluka. Walaupun Fiki sebenarnya terluka tapi aku tetap tak menyalahkan semuanya karena walaupun semuanya sudah takdir tapi Fiki tak kekurangan kasih sayang sedikit pun. Semua kakek dan nenek Fiki sangat menyayangi Fiki tanpa syarat apapun. Jadi untuk saatnya Fiki harus membalas budi beliau semua. Andai Fiki juga di ijinkan melihat foto mendiang ibuk Naura pasti Fiki juga tak akan penasaran sama sekali, ucapnya yang mengandaikan itu terjadi.


"Kamu udah pernah melihatnya mungkin tapi karena kamu belum tau jadi tak mengenalnya, mereka bertiga sahabatan dari dulu pastinya banyak foto mereka pas lagi bertiga, jelas eyang sambil menepuk pundak Fiki.

__ADS_1


"Apa foto yang ada dikamar ibuk sama Bapak waktu masih sekolah SMA itu ya eyang? 'soalnya Fiki seringkali melihat foto yang ada dimeja rias ibuk sedikit mirip Naura juga.


"Mungkin nak, yang penting ibuk Naura lebih putih dan manis, makanya Naura juga gak kalah cantik kan, ya udah kamu naik istirahat aja jangan terlalu berfikir yang bagaimana lagi. Eyang juga mau istirahat capek nak.

__ADS_1


Sebelum ia tertidur ia sempat memikirkan jika Naura tanpa sengaja mengetahui hal ini seperti dia yang tanpa sengaja juga mengetahui hal ini. Terluka pastinya tapi mau bagaimana lagi ini sudah takdir mereka berdua. Sambil berdoa ia ingin sekali bertemu dengan sosok ayahnya walaupun hanya didalam mimpi. Karena kalau hanya lewat melihat foto saja dia tak bisa merasakan bagaimana sosok ayahnya yang sudah meninggalkan dia 15 tahun yang lalu.


Keterpurukan Fiki saat ini tak ada yang boleh tau karena akan melukai hati orang lainnya juga. Dia harus tetap tabah dan kuat dalam menangani hal ini. Mungkin jika ia harus memilih dia akan berharap jika kabar yang ia dengar ini hanya mimpi yang jika ia terbangun akan hilang dan kembali pada kenyataannya jika keluarganya saat ini adalah keluarga utuh yang seperti yang lainnya. Baru ia terlintas mengapa nama Naura dan namanya sendiri berbeda? 'Mungkin ini semua yang membuat mereka berbeda, dan mengapa eyang begitu sangat menyayangi dia karena ayahnya yang selalu eyang sayang. Memang rencang Allah sangatlah indah walaupun ia tak bisa merasakan kasih sayang Ayah kandangnya sendiri tapi sosok Bapak Catur tak kalah sayang sama dirinya.

__ADS_1


Karena lama memikirkan hal itu semua akhirnya Fiki tertidur karena terlalu lelah. Berbeda dengan eyang yang tak bisa memejamkan netranya. Beliau berfikir bagaimana jika Fiki akan marah dan memberitahukan pada Naura. Pastinya eyang akan merasa paling bersalah dalam hal ini. Apalagi Fiki mengetahui hal ini karena dari kecerobohan beliau yang lupa jika semuanya yang menyangkut tentang Fiki ada dilemari tempat beliau menyimpan berkas-berkasnya juga.


__ADS_2