CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Mulai terbiasa tanpa Naura


__ADS_3

"Woe,, kok bengong Naura mikirin apa kok diajak ngobrol gak nyambung sih. Fiki yang melihat Naura hanya diam pun akhirnya berbicara itu.


"G, gak kak, kakak sih kok gak pakai baju udah angka telfon aku sih. Kan aku lihatnya jadi parno. Sambil terlihat sedikit malu akhirnya Naura mengutarakan apa yang membuat dia seperti itu.


"Kakak lupa Naura, karena kakak takut kamu marah jadi cepat-cepat aku angkat telfon kamu ini. Oya gimana kamu tadi disekolah lancar kan?, pokoknya harus dapat peringkat lagi ya buat bapak sama ibuk bangga pokoknya.


"Iya deh, Naura harus dapat peringkat lagi tapi Naura minta permintaan ya kalau Naura dapat peringkat nanti, apapun itu Naura harus dapatkan, ok kak.

__ADS_1


"Ok asalkan masih bisa kakak jangkau untuk kamu apa sih yang enggak sayang, karena Naura yang membahas belum mengunakan baju akhirnya Fiki sudah berpakaian untuk saat ini.


"Ya udah kakak Naura mau mandi dulu ya gerah. Bay baik-baik ditempat eyang ya dan jangan lama-lama disana. Naura kangen sama kakak ni.


"Ya udah ya makasih, Naura juga jaga kesehatan ya, bay sayang ucapnya sebelum menekan tombol merah. Akhirnya setelah melakukan panggilan telepon dengan adiknya sudah membuat mood Fiki kembali bagus. Karena hanya Naura yang bisa membuat itu terjadi. Sedangkan Naura yang pamit mandi tadi tak henti-hentinya sambil bernyanyi karena bahagia juga.


Hari demi hari yang mereka lalui tak terasa sudah terbiasa dengan semua ini, asal tetap ada komunikasi yang terjalin. Sedangkan untuk Fiki benar-benar akan melanjutkan sekolah di kampung eyang untuk menghindari tumbuhnya rasa yang selama seminggu ini tak begitu menggebu. Naura yang ujian pun akhirnya sudah selesai dan ini saat yang tepat untuk eyang menyampaikan agar Fiki diperbolehkan untuk sekolah di rumah beliau. Karena hanya Fiki harapan beliau di usia yang sudah tak begitu sehat ini. Walaupun beliau memiliki 3 orang anak tapi eyang memang memilih untuk Fiki yang bisa tinggal di rumah beliau itu. Tepat malam ini setelah melakukan makan malam eyang meminta izin Fiki untuk menelponkan ke ibuknya untuk sekedar mengutarakan ini semua. Karena Naura yang kemarin masih ujian maka eyang belum bisa memberitahukan kemaren.

__ADS_1


"Tapi,, eyang jangan bilang kalau Fiki yang mau ya. Takutnya nanti Naura marah sama Fiki eyang.


"Iya kalau Naura mau kesini ikut kamu juga boleh kok. Biar ibuk sama Bapak kamu jaga yang bayi kan adil, eyang bisa ngerasain dijaga dua cicit eyang kan.


Akhirnya Fiki beneran menghubungi ibuknya karena masih pukul 7 malam yang artinya masih diruang tamu habis makan malam.


"Halo sayang ada apa, ucap ibuk Dini yang sudah mengangkat telepon dari anak laki-lakinya itu. Sedangkan Naura yang duduk manja di samping Bapaknya langsung mendekati ibuk untuk sekedar ingin melihat wajah kakaknya.

__ADS_1


"Halo nak ini eyang yang ingin berbicara pada kalian. "Gini ya Din, eyang udah merasa sepuh dan butuh orang lain ada yang tinggal disini. Jika Fiki melanjutkan sekolah disini kalian mengijinkan gak?


Takut kalian akan marah kalau tak memberitahukan cepat-cepat hari.


__ADS_2