CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kepulangan Fiki


__ADS_3

"Iya buk, makasih ya ibuk udah bilang kalau masakan Naura enak, jawab Naura yang mendapat sanjungan dari ibuknya itu. Karena ibuknya tidak menjawab apapun akhirnya Naura menoleh pada ibuknya yang hanya melamun itu. "Ibuk kok ngalamun gitu, ada apa buk?


Kalau ada masalah bilang pada Naura siapa tau Naura bisa bantu, ucap Naura yang ikut duduk disamping ibuknya itu.


Dini yang tersadar dari lamunannya dan mendapatkan perhatian dari anak perempuannya langsung salah tingkah karena dia tidak merespon apa yang anaknya katakan tadi. "Apa sayang ibuk lagi merasakan masakan yang begitu enak sekali, jawab agar Naura tak menaruh curiga itu.


"Ibuk kenapa sih, kok tadi ngalamun apa lagi ada masalah tanya Naura lembut pada ibuknya lagi. Karena Naura tak pernah melihat Ibuknya seperti ini.

__ADS_1


"Gak sayang gak ada apa-apa kamu pinter banget masaknya ibuk suka masakan kamu, Oya buat kakak udah siap nak? 'tanya ibuk Dini yang ingin mengalihkan perhatian anaknya itu.


"Udah buk, ya udah Naura tinggal nyuci peralatan dulu ya buk, pamit Naura yang langsung pergi ke arah wastafel untuk membersikan alat yang ia pakai itu.


"Siang ibuk, kok cuma sendiri mana Naura? 'tanya Fiki yang baru tiba dari pulang sekolah dan langsung mencium pipi ibuknya itu. Maksudnya dia mencari sosok Naura soalnya kalau bik Ina jam segini baru setrika. Ibuk Dini yang asik makan masakan Naura hanya menunjukkan dimana Naura dengan tatapan mata saja.


"Kakak emang pengen pulang mau rasain masakan kamu Naura. Karena Fiki langsung meminta apa yang ia pesan tadi Naura langsung menyajikan dan menyuruh Fiki ganti baju dulu baru makan. Tapi Fiki tak menghiraukan perkataan Naura karena ia langsung makan dengan lahapnya.

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang masih banyak lho makanannya, ucap ibuk Dini yang melihat anak laki-lakinya seperti itu. Makan dengan lahap sampai-sampai ia tak menawari Naura untuk ikut makan padahal Naura juga belum makan sedikit pun dari pagi. "Naura belum makan lho sayang kamu gak ajak Naura sekalian, ingat ibuk lagi.


"Makasih Naura masakan kamu enak banget kaya masakan nenek Fina, dah lama kali gak masak kaya gini setelah kakak sibuk kelas 3. Sini makan sama kakak sepiring berdua sama kakak, atau mau kakak suapin tanda terimakasih kakak, kata Fiki yang mengunyah makanannya sambil mengajak Naura.


"Udah Naura belakang aja kan kakak lagi pingin makan itu, kan Naura bisa makan setelah kakak nanti, jawab Naura yang selalu mengutamakan kakaknya baru dirinya sampai-sampai kadang ibuknya yang tak terima.


"Kok gitu kan Naura yang masak sayang, bela ibuk Dini yang merasa kalau Naura selalu seperti itu jika sama Fiki. Sedangkan ibuk Dini juga tau bertapa perjuangan Naura dari pagi untuk membelikan apa yang di inginkan oleh kakaknya itu.

__ADS_1


"Aak,, suruh Fiki yang memegang sendok untuk menyuapi Naura. Satu piring berdua dan satu sendok untuk mereka mungkin bagi mereka itu hal yang wajar karena kakak beradik, tapi beda dengan ibuk Dini yang merasa ada sesuatu yang salah dengan mereka jika tidak ditegur akan semakin menjadi.


__ADS_2