
"Benar itu Opa? , "pertanyaan dari Oca yang ingin menanyakan apa yang disampaikan oleh Omanya mengenai ayah dari Oca dan Oci adalah Om Ananda Fiki. Masih melihat Opanya yang melihat ke arah kak Tika dan Abang Anand yang belum juga berubah dari posisinya. Abang Anand yang memeluk Oca dan Oci hanya bisa merasakan betapa kedua anak kecil itu kebingungan. Karena ia kira gak akan pernah ketemu lagi dengan sosok seorang Ayah yang sudah mereka impikan dari dulu. Sedangkan Anand setelah memeluk Oca dan Oci sekarang mencium kaki pak anand dan dokter Vineta bergantian, karena berkat beliau yang sudah memberikan kehidupan yang layak untuk kedua anaknya itu. Entah sampai kapan Fiki bisa membalas pengorbanan kedua orang tua itu yang pasti ia akan tetap menjaga sampai kapan pun itu.
"Udah kita sekarang adalah keluarga, jangan buat Tika sedih lagi ya nak, ibuk sama bapak hanya orang tua yang tak rela jika melihat anaknya menitihkan air mata. Jika kamu udah gak siap membuat anak cucuku tersenyum mending biar mereka ikut kami disini saja, ucapnya yang seperti ancaman bagi Fiki yang dokter Vineta ucapkan.
Akhirnya mereka semua kembali ke ruangan Tika, pak Aan mendorong kursi roda Tika di ikuti istrinya sedangkan Oca dan Oci bergelayut manja di lengan Ananda Fiki. Tapi siapa sangka kedekatan Ananda Fiki membuat Harun yang tanpa sengaja melihat hal itu menjadi marah. Kenapa ia bisa sedekat ini dengan keluarga Tika yang dia sendiri tak begitu bisa masuk ke keluarga itu. Benci dan emosi akhirnya ia masuk keruangan dan marah-marah sendiri melapiaskan apa yang sudah terbesit dipikirannya.
__ADS_1
"Akhrh,,,, kenapa Anand dapat perhatian dari Oca dan Oci sih, kayaknya akrab juga kaya gitu apalagi Tika juga gak melarang sama sekali beda jika mereka dekat dengan ku, apa ini sebuah penghinaan ya. Pikiran kotor Harun akan mencelakai Anand pun terbesit, tak ingin jika orang yang ia cintai dapat direbut terang-terangan dan nyata didepan matanya.
Sedangkan di ruangan Tika yang sudah berkumpul itu akhirnya pak Aan yang saat ini berbicara pada Anand, beliau ingin menanyakan hal-hal penting yang belum ia tanyakan dari tadi kejadian di taman tadi.
"Nak Anand, jika kau benar kakak Naura kenapa baru kali ini kau mengungkapkan pertanyaan yang sebesar itu. Dan dimana keluarga kalian sampai selama lima tahun ini tak pernah menemukan Naura sama sekali? ,Bapak gak apa-apa jika kalian mau ambil Naura tapi dia tetap anak kami nak. Ikatan yang lima tahun ini terjalin begitu indah untuk dilepaskan begitu saja.
__ADS_1
Tetesan air mata Naura yang juga turun menandakan jika sebenarnya ia tak rela jika orang yang ia sayangi diperlakukan seperti itu. Nyatanya ia memilih pergi agar Fiki tak kena marah tapi malah membuat Fiki menjadi seperti ini.
"Kak, maafkan Naura ya kak, Naura telah membuat kakak seperti ini. Naura bersalah atas semuanya kak, Naura kangen sama semuanya kak, kakek, nenek, ibuk, Bapak, aku kangen, tangisan Naura pecah dengan ucapan-ucapan yang ia lontarkan sedangkan Oca dan Oci hanya bisa menghibur ibuknya agar tak terbawa suasana lagi. Karena sekarang apa yang mereka inginkan memiliki keluarga utuh sudah terlaksana.
"Ya udah undang keluarga kalian kerumah besok kita pindahkan Naura ke klinik saja agar semuanya bisa leluasa untuk menjenguk Naura. Dan satu lagi jika Naura sudah bisa menerima kehadiran kamu kami juga pasrah dengan keputusan apa yang akan ia ambil besok. Karena itu sudah menyangkut hal pribadi dia nak. Kamu berdoa saja semoga Naura jodoh mu. Dokter Vineta akhirnya bisa bahagia mempertemukan keluarga yang sudah sekian lama berpisah.
__ADS_1
Dengan mengunakan panggilan WhatsApp akhirnya Fiki mengabari semua keluarga dan kakeknya. Menapakkan kedua anak kembar itu dan juga Naura yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit. Tangisnya dari semua keluarga tak percaya jika Naura masih hidup dan membesarkan kedua anaknya tanpa bantuan keluarga sama sekali. Dengan ditemukannya Naura akhirnya semua keluarga langsung memesan tiket pesawat untuk mengunjungi Naura yang sudah lima tahun ini menghilangkan dan ingin bertemu kedua anak kembarnya itu. Kebahagiaan yang tak ada taranya melebihi mendapatkan depresi sebuah mobil. Semuanya tak percaya jika akhirnya mereka bisa bertemu dengan Naura lagi. Apalagi kakek Huda dan nenek Fina yang tak henti-hentinya menagis didalam pesawat karena kabar ini. Dapat dipastikan jika malam ini tepat pukul 9 akhirnya mereka semuanya dijemput di bandara oleh Fiki dan sopir pribadi keluarga dokter Vineta. Sebuah kado yang sudah disiapkan oleh para keluarga pun tak lupa mereka bawa karena selama ini tak ikut membesarkan kedua cucunya itu. Sedangkan Naura sendiri yang sudah pindah klinik dokter Vineta pun juga belum bisa begitu pulih karena bekas operasinya kemarin.
Karena permintaan pak Aan dan istrinya akhirnya keluarga besar Naura yang datang pun harus langsung menginap di kediamannya itu. Beliau tak mengijinkan jika harus menyewa hotel atau menyewa villa. Ya biar mereka juga bisa puas melepas rindu dengan keluarga mereka itu. Kebahagiaan yang indah akhirnya mereka semua bisa saling menumpahkan kerinduan yang selama ini tertunda. Apalagi sekarang sudah tambah dengan hadirnya Oca dan Oci yang menambah kelengkapan keluarga itu. Setelah semuanya sudah berkumpul tak ada yang terlewati semua saling memeluk Naura sedangkan para kakek memeluk tubuh mungil Oca dan Oci. Sedangkan dokter Vineta sendiri setelah menyapa satu persatu keluarga Naura langsung pamit dan menangis dikamar. Ia pasti akan kehilangan Naura lagi karena sekarang keluarganya sudah berkumpul kembali. Ada rasa tak rela tapi ia tak akan egois karena ini adalah yang berhak adalah keluarga Naura itu sendiri.