
"Aku harus bagaimana jika ini terjadi padaku, aku tak ingin semaunya tahu ini aku tak ingin mereka membenci aku atau kakak, tangisnya sambil mengucapkan kata itu. Pikiran tentang malam dimana kakaknya merebut kesuciannya kembali terlintas di pikirannya saat ini. Takut jika itu semua tak benar akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke apotek untuk membeli tes kehamilan untuk mengetahui apa yang ia pikirkan tadi benar atau tidak, pasalnya walaupun ia sering tak tepat waktu jika datang bulan tapi tidak sampai seperti bulan ini yang sudah telat 2 Minggu lebih. Wanita mana yang tak takut jika itu semua terjadi apalagi mereka saudara dan masih belum ada ikatan yang sah. Dengan mengunakan jaket kesayangannya akhirnya ia pergi ke apotek untuk mencari apa yang ia butuhkan, karena bik Ina sedang mengurus cucian jadi beliau tak tau jika ternyata Naura telah pergi dari rumah. Sekitar 20 menit akhirnya ia kembali kerumah dengan apa yang ia sudah inginkan. Setibanya di kamar ia langsung mengunci pintu dan tak ingin semuanya nantinya akan mengetahui apa yang akan terjadi nantinya. Dengan melihat petunjuk di kemasan akhirnya ia telah melakukan apa yang sudah dianjurkan. Betapa takutnya dan binggungnya Naura saat ini didalam kamar mandi kamarnya sambil mondar-mandir dan menunggu sekitar 15 menit ia berdoa semoga apa yang ia pikirkan itu tidak benar.
__ADS_1
Tok,,tok,,tok
__ADS_1
Suara ketukan pintu kamar Naura terdengar dari arah kamar mandi. Dengan sedikit by kepanikan akhirnya ia langsung menyembunyikan alat tersebut di kolom bawah tempat sabun kamar mandi takutnya ada mengetahui ini semua sebelum ia bisa memastikan juga.
__ADS_1
"Nanti bik, Naura masih sedikit kenyang nanti aja Naura masih menyiapkan apa yang akan Naura butuhkan besok, ucapnya yang ingin agar bik Ina cepat pergi dari kamarnya itu.
__ADS_1
"Ya udah non, nanti jika butuh sesuatu non panggil bibik ya, pasrahnya yang tak berhasil membujuk Naura pergi untuk makan. Setelah kepergian bik Ina tadi akhirnya Naura langsung mengunci pintu dan kembali ke kamar mandi untuk mengetahui hasil dari apa yang sudah ia tunggu. Pas ia sudah memegang alat tes tersebut ia memejamkan mata dan selalu berdoa semoga apa yang sudah ia pikirkan tak benar. Dengan sedikit demi sedikit akhirnya Naura memberanikan diri untuk membuka mata dan betapa kagetnya ternyata ada dua garis merah di alat yang ia bawa. Dengan begitu hancur akhirnya ia langsung jatuh dan menangis ini semua karena setelah kejadian ini dapat dipastikan kehidupannya akan hancur. Orang tua mana yang tak akan marah jika mengetahui jika anaknya hamil diluar nikah dan itupun dengan saudaranya sendiri. Bagaimana ia harus membicarakan ini semuanya pada kedua orangtuanya. Dalam pikiran yang kacau akhirnya ia hanya menangisi apa yang sudah terjadi pada hidupnya itu. Kehancuran masa muda yang akan ia alami selanjutnya jika ini semua terjadi, kebencian orang-orang yang ia sayangi akan tumbuh berjalannya waktu dan mengetahui jika Naura telah membuat keluarganya malu. Binggung dan tak bisa cerita pada siapapun akhirnya Naura langsung menyimpan alat itu didalam buku yang ada di dalam lacinya, mungkin nanti ada jalan lain untuk ia lakukan pikirnya.
__ADS_1