CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Berhasil ditolong oleh keluarga besar mereka


__ADS_3

"Jangan kau berkata seperti itu kak, Naura tahu jika Naura juga gak bisa membuat kau bahagia, tapi setidaknya bantu aku membesarkan anak-anak kita. Aku hanya ingin kita berempat dan memulai hidup yang baru lagi kak. Kita belajar untuk saling menjaga dan menyayangi satu sama lainnya.


"Tapi sayang kakak gak mau gara-gara kakak kalian banyak masalah seperti sekarang ini sayang. Mending kakak yang menjauh dari mu saja. Mungkin ini juga yang terbaik untuk kita, aku tetap akan bisa menjaga kalian walaupun kakak jauh dari kalian. Aku takut jika Harun akan melukai Oca dan Oci jika ia tahu sebenarnya mereka itu anak kita. Dan kakak sudah sedikit leleh sayang kakak seperti tak kuat lagi. Fiki yang memeng sudah sangat kehabisan tenaga karena dari ia disekap belum pernah dikasih makan sama sekali apalagi bekas luka yang juga harus dapat penanganan khusus.


"Cup, kecupan manis dibibir Fiki yang Naura lakukan saat ini berharap memberikan semangat agar ia bertahan untuk beberapa saat karena ia juga tak tau harus berbuat apa untuk menyelamatkan kakaknya itu. Tempat yang memang ia juga belum ketahui sebelumnya. Jadi dapat dipastikan jika ia juga akan kesulitan jika ia terpaksa untuk melarikan diri nantinya. Malam yang sunyi hanya ada sinar dari cahaya lampu dari selah ruangan yang menyinari mereka. Tapi walaupun tempat ini sedikit remang-remang tapi Fiki maupun Naura tak melewatkan apa yang mereka lakukan itu. Karena ciuman Naura yang dibalas dengan Fiki yang semakin menggebu dapat dipastikan jika Fiki sudah sedikit mendapatkan energi lagi untuk sedikit menunggu bantuan tiba. Karena bagi Naura jika ia anak keluar untuk meminta bantuan pada Harun hanyalah mustahil karena pasti ia akan mendapatkan apa yang akan diperbuat oleh Harun tersebut.


"Ahh,, kata yang lolos dari mulut Naura yang ternyata saat ini ciuman yang tadinya hanya dimulut berpindah ke leher putih Naura. Sedikit sensasi yang Naura rasakan sehingga ia sampai mengeluarkan kata tadi. Sedangkan Fiki yang memang menginginkan kegiatan ini lebih dari sekedar ciuman akhirnya menguatkan tenaganya untuk membuat Naura merasakan kenikmatan yang pernah ia berikan pada orang yang ia cintai itu. Walaupun waktu dulu mereka melakukan hal itu dalam keadaan tidak di inginkan tapi berbeda dengan saat ini karena Naura menurut dan memberikan keleluasaan pada Fiki agar ia bisa lebih dari itu. Mungkin karena ia juga ingin memberikan Fiki dukungan agar ia lebih bisa bertahan atau emang ia sudah kecanduan dengan apa yang ia terima waktu sebelum ia memutuskan untuk meninggalkan Fiki dulu. Walaupun sudah lima tahun mereka tak bertemu dan melakukan satu sama lain dengan pasangan yang ia miliki tapi mereka masih menyimpan memori akan apa yang mereka lakukan di rumah eyang dulu. Perlakuan Fiki yang sangat tak manusiawi karena telah merebut apa yang Naura miliki dalam keadaan memaksa.


Setelah membuat Naura berfantasi dengan angan-angannya akhirnya Fiki langsung memojokkan Naura di pojokan ruangan sempit itu untuk melakukan hal yang lebih dari itu. Dan benar saja ia melakukan hal yang lebih dari tadi walaupun hanya sekedar melampiaskan hasrat yang selama ini ia tunda sudah membuat kondisi mereka lebih rileks dari sebelumnya Fiki yang tadinya tidak ada semangat sama sekali ia sudah bisa merasakan setamina ditubuhnya yang kembali. Setelah mereka mendapatkan apa yang ia inginkan akhirnya Fiki mengajak Naura untuk melihat luar ruangan itu yang kamar tersebut adalah kamar utama dimana kamar Harun berada. Mungkin karena Harun masih sibuk dengan makan malam dan mencari Naura di sembarang ruangan yang artinya Harun tak ada dikamarnya itu. Binggung dan takut ia harus melakukan apa, jika ia di paksakan untuk keluar takut ini akan membuat masalah yang lebih kacau lagi. Tapi jika mereka hanya didalam terus mungkin mereka tak akan ada keberanian untuk menyelesaikan apa yang ada di hidup mereka.


"Sayang kita keluar aja mungkin ini kesempatan yang baik untuk kita, Fiki yang menggenggam tangan Naura erat pun langsung membuka pintu ruangan rahasia yang ada di kamar Harun tersebut. Mungkin karena dia Fiki di ikat tangan dan kakinya maka pintu kamar tersebut juga tak dikunci sama sekali. Dengan perlahan tapi pasti akhirnya Fiki dan Naura sudah ada dikamar Harun yang sangat luas dan indah itu. Jika ini kamar mereka pastinya mereka tak akan mau keluar dari kamar tersebut. Dari hiasan dinding yang mewah, ranjang yang besar, dan warna kesukaan Naura. Semua seisi ruangan itu tak luput dari pandangan Naura karena terlalu mengaguminya.


"Kamu mau kamar kaya gini?


Fiki langsung menanyakan hal itu pada Naura karena ia tahu jika saat ini ia sedang terpaku melihat apa yang ada didepannya itu. "Kalau kamu mau kakak bisa kok buatin buat kamu yang lebih dari ini, toh ini juga hasil dari rancangan kakak, ucap Fiki yang merasa jika Naura menginginkan hal itu.

__ADS_1


"Gak kak aku gak pingin kok, kita keluar aja ya, takut jika kita malah akan ketahuan nantinya kak, rengekan Naura yang memang merasa takut dan juga tak ingin jika kakaknya tersinggung jika ia mengagumi bukan punya dirinya melainkan orang lain. Dan orang lain itu juga dia punya rasa dengannya yang nyatanya ia rela membuat villa sebagus ini hanya untuknya. Sambil geleng-geleng kepala akhirnya Naura berhasil menyadarkan kakaknya untuk pergi meninggalkan rumah atau villa itu sebelum Harun tahu. Mungkin karena villa itu juga baru jadi dan belum sempat dikasih cctv maka Harun juga sangat binggun mau mencari Naura kemana, apalagi ia juga belum begitu hapal ruangan satu dan yang lainnya. Dan setelah ia naik kelantai atas dan ingin masuk kamarnya n untuk mengambil telfon miliknya yang sempat ia tinggal tadi alangkah terkejutnya ia malah mendapati kenyataan bahwa Tika yang ia cari sedang ingin keluar dengan kamarnya yang sedang digandeng oleh Anand. Marah saat ini yang Harun rasakan di balik guci besar yang ia gunakan untuk bersembunyi itu. Jika ia ingin membuat keributan pasti ia juga akan kalah tapi jika ia tak melawan maka dapat dipastikan jika Anand dan Tika akan berhasil keluar dari villa itu.


Plok,,plok,,plok.


Suara tepuk tangan Harun yang akhirnya menyadarkan Naura dan Fiki saat ini ternyata ada yang sedang mengawasinya. Genggaman tangannya begitu erat Naura rasakan setelah Fiki melihat ke arah Harun. Mungkin karena ia juga ketakutan jadi genggaman itu semakin ia rasakan.


"Ternyata kalian sudah disini ya, aku sampai pusing mencari mu sayang, kata Harun yang langsung menatap intens wajah Tika saat ini. Ya karena uang dia inginkan hanyalah Tika buka sama dengan Anand yang pasti akan merusak situasinya itu. Apalagi Anand yang notabenenya belum makan tapi ia sudah sedikit lebih bertenaga itu.


"Jaga ucapan mu Harun, jangan sekali-kali kau memandang Naura seperti itu, aku tak akan Sudi jika kau melihat apa yang bukan milikmu, Fiki yang sudah tersulut emosi pun melontarkan kata-kata seperti hal itu mungkin karena ia juga tak akan mau jika Naura diperlakukan seperti itu.


"Jaga bicaramu Harun, aku diam karena aku menghargai kau masih sebagai teman ku, jika tidak aku tak akan segan-segan membantu perhitungan padamu karena kau telah berani sekali melakukan hal seperti ini pada adiknya Harun, tak kalah marahnya Anand yang menutupi bayangkan tubuh Naura dengan tubuhnya berharap jika Naura tak di lihat oleh Harun dengan tatapan menjijikkan seperti tadi.


"Siapa yang memulai hal ini Anand, aku tak pernah percaya jika orang yang aku anggap teman bisa merebut orang yang aku cinta seperti kau, Caman kata Harun yang sambil menunjuk ke arah Anand tadi. Ia ingin Anand tahu jika ia mencintai Tika melebihi apa yang ia rasakan pada orang lain apalagi ke orang tuanya yang tak jarang ia temui itu.


"Kak aku takut kak, bisik Naura yang dalam kondisi seperti ini ia langsung memeluk tubuh Fiki dari belakang dan berhasil membuat Harun juga semakin marah. Karena Tika yang ia kenal jika ia deketi selalu menolak untuk kontak fisik sedangkan Tika dengan Anand begitu berbeda. Tika yang berbisik dibalik telinga kakaknya tak sengaja melihat sorot mata Harun yang sudah memerah karena kemarahan yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


"Udah ada Kakak, kau tak akan apa-apa. Kamu disitu aja jangan keluar dari balik tubuh kakak ya. Semoga kita bisa membuat Harun juga luluh. Fiki yang hanya bisa mengucapkan hal itu berharap jika Naura tak merasakan ketakutan yang lebih dari ini. Ia tahu jika Naura ketakutan ia selalu bersembunyi dibalik tubuh kekar miliknya. Karena itu yang ia lakukan dari dulu lama hidup 17 tahun lamanya maka Fiki juga sudah hafal apa yang Naura perbuat dan lakukan seperti saat ini.


"Akhh,,, pengawal tarik Anand ke ruang sampai aku tak ingin melihat mereka berdua seperti ini. Teriakan Harun yang langsung membuat para pengawal yang sedari tadi mendengarkan perdebatan Anand dan Harun naik ke atas untuk melakukan tugasnya itu. Ia tak mau jika tuanya akan lebih marah lagi dari ini. Setibanya para pengawal yang berjumlah kan 7 orang itu langsung menarik Tika dan Anand agar mereka terpisahkan dulu. Karena Anand yang juga tak memikirkan tenaga yang cukup untuk berkelahi akhirnya ia bisa lebih mudah untuk menjauh dari tubuh adiknya itu. Tangisan Tika yang sangat terdengar jika ia sedang ketakutan pun di rasakan oleh seisi rumah itu. Tangisan dimana permohonan agar ia dibebaskan bersama kakaknya selalu ia lontarkan agar Harun mau menerima penawaran itu.


Tapi Harun yang sudah ada didepan Tika yang ketakutan dan gemetar karena kedua tangannya di pegang oleh kedua anak buahnya itu. Mungkin karena bekas operasi itu juga yang membuat Tika tak begitu berdaya seperti saat ini. Tapi pas ia ingin membelai lembut wajah Tika untuk membuat Anand marah ia yang tadinya hanya biasa langsung mencengkram dagu Tika dan memalingkan wajahnya ke sebalik arah dari semula. Harun sangat marah melihat bekas merah yang ada di leher putih milik Tika. Padahal dari tadi ia datang juga tak melihat bekas itu sama sekali. Sambil meremas pojok celananya Harun langsung beralih melihat ke arah Anand yang hanya diam tak bisa berbuat apa-apa. Mau berontak sayang tenaganya yang sudah tak kuat untuk itu lagi. Hanya untuk berdiri tegap pun ia juga harus dibantu oleh pengawal dari Harun yang menopang tubuhnya itu. Harun langsung mendekat Anand dan langsung menampar wajah lusuh itu.


"Plak,, plak..


Dua kali tamparan yang mendarat di pipi kedua Anand, sedangkan Tika yang melihat itu hanya bisa menagis karena tak bisa menolong kakaknya itu.


." Ternyata kau rakus Anand, kau lebih dulu mencicipi Tika malam ini, padahal aku pernah bilang kalau aku yang akan memakai Tika malam ini. Kau bahkan sudah membuat leher putih Tika berbekas Anand,. Ucapan Harun yang sedikit meninggikan suaranya agar Anand sedikit takut. Tapi bukankah takut ia malah menjawab apa yang seharusnya Harun lontarkan sebagai peringatan itu.


"Harun, Harun aku adalah kakaknya Naura, dan yang ada di diri Naura adalah milik ku. Aku sudah membuat bekas kepemilikan di leher putihnya tapi kau tak tau jika kita juga pernah melakukan hal yang kau juga belum pernah lakukan dengannya kan, jawab yang tak kalah membuat Harun langsung melempar vas bunga yang ada didepannya itu. Ia sangat marah pada Anand yang berucap seperti itu. " Bawa Tika masuk kedalam kamar aku ingin memakainya aku juga ingin ikut menorehkan bagaimana ia akan membandingkan aku dan Anand nanti, perintah Harun pada kedua pengawal yang membawa Naura untuk masuk kedalam kamarnya itu. Pas Anand ingin membantu Naura agar ia tak dilecehkan oleh Harun terdengar suara gemuruh di luar villa yang sudah ada suara sirine polisi yang mengepung villa itu. Mereka sudah menyuruh seisi villa menyerahkan atau mereka akan langsung ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. Harun yang mendengarkan itu juga sedikit ketakutan. Jika ia sampai tertangkap dapat dipastikan jika repotasinnya dan nama rumah sakit yang ia miliki akan hancur juga. Dengan perasaan yang binggung dan tak karuan Harun langsung berbalik ingin melarikan diri dari tempat itu.


"Kamu lari kebelakang terus aja Harun nanti kamu menemukan pintu yang langsung terhubung ke jalan raya, ucapan Anand yang tahu jika Harun lagi memikirkan itu. Mungkin ini semua juga karena keluarganya yang menyelamatkan mereka jadi tak harus memasukkan Harun ke penjara asal nanti ia mau berubah.

__ADS_1


__ADS_2