CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kemarahan Naura pada Beti


__ADS_3

"Apa kamu ucap tadi Bet, jaga ya ucapan kamu. Aku diam dari tadi asal kamu tau aja ya aku gak perduli tentang apa yang kamu bilang itu. Toh kalau aku sama pacar aku mau bagaimana pun kamu juga gak akan tau kok, kata Naura penuh penekanan. Merasa kalau diamnya dimanfaatkan oleh Beti akhirnya ia membuka suara.


"Alah gak usah sok suci lah, pasti kalian lagi berantem kan. Mana mungkin cowok seganteng dia mau sama kamu yang nyatanya murahan kaya gini. Beri yang tak mau kalah pun masih memojokkan Naura.


"Terserah lah yang penting dia lebih memilih aku daripada kamu, mau aku murahan tapi asal kita sama-sama mau kenapa tidak toh kita udah saling nyaman.


"Ah wanita penghibur, kalau kamu bicara kaya gitu berarti kamu sama dong dengan wanita yang di pinggir jalan kalau malam-malam itu ya, kata Beti yang gak mau kalah lagi.


"Sayang ayo pulang, maaf ya nunggu lama, ungkap pak Catur yang menghampiri anaknya itu. Tapi walaupun beliau datang tak sempat mendengar perdebatan kedua anak tadi. Sambil menggandeng tangan putrinya akhirnya mereka pergi meninggalkan Beti yang masih kesal saja. Sedangkan Naura yang melihat ke belakang pun juga sambil memainkan lidahnya seperti sedang meledaknya Beti.

__ADS_1


"Tunggu pembalasan aku Naura, suatu saat nanti aku bisa merebut kak Fiki menjadi kekasih aku seutuhnya, kata Beti sambil meremat buku yang ia pegang untuk kipas-kipas itu.


Setelah masuk mobil pak Catur langsung menanyai anaknya tentang kejadian tadi.


"Sayang tadi siapa sih kok dia bicaranya teriak- teriak gitu sama kamu. Apa jangan-jangan kalian berantem ya tadi.


"Gak kok pak, kita gak berantem cuma tadi tebak jawaban apa yang kita kerjakan tadi, sahut Naura yang menutupi tentang kejadian tadi yang ternyata Bapaknya juga tak mendengarnya.


"Bentar Naura lihat telepon Naura dulu pak, takutnya kakak udah menghubungi aku soalnya dari pagi aku gak pegang telepon asik belajar melulu.

__ADS_1


"Aduh baru semalam kan kalian teleponan kok ya udah kangen aja. Sama bapak aja dicuekin terus sedangkan sama kakak nomor satu, rengekan pak Catur yang merasa anaknya sangat mementingkan kakak laki-lakinya.


"Kan bapak udah diperhatikan ibuk, jadi Naura kan memperhatikan kakak. Hem kok sudah jam segini kakak belum menghubungi Naura sih padahal Naura mintanya sesering mungkin menghubungi Naura kan, ketus Naura yang merasa kakaknya ingkar janji.


"Udah kalau kakak gak menghubungi gantian Naura aja yang telepon kan sama aja, takutnya kakak ikut eyang ke kebun jadi sibuk sayang, kata pak Catur memberikan pengertiannya.


"Udah lah biarin mau telepon Naura apa gak biarin, antar Naura beli eskrim aja Naura butuh yang seger saat ini pak, katanya sambil memasukkan teleponnya di dalam tas lagi.


"Siap tuan putri, apapun Naura yang minta Bapak akan turuti tapi nanti ibuk juga dibelikan ya kan biar adik juga ikut makan apa yang kamu makan.

__ADS_1


Setelah permintaan putri tersayangnya tadi akhirnya pak Catur langsung menuju ke kedai es krim yang tak jauh dari rumah mereka. Karena mereka waktu kecil Naura sering diajukan makan disitu jadi tempat tersebut adalah favorit baginya.


__ADS_2