
Mampir di novel ke tiga aku kakak...
MISTERI PERJODOHAN MASA LAMPAU
Hehe
Siapa tahu suka kakak😍🥰
part 1
__ADS_1
Kenalkan nama saya Genduk Derani yang baru satu tahun ini menyandang status janda. Entah kurang apa aku ini yang terpenting aku berusaha untuk menjadi istri yang baik bagi suamiku. Tapi nyatanya sia-sia, dimana dia tetap menjalin hubungan gelap dengan pacarnya terdahulu. Padahal usia pernikahan kami baru 2 tahun yang mana kami menikah karena kecelakaan dulu atau bisa dibilang hamil duluan. Padahal kedua orang tuaku tak pernah mengijinkan aku untuk menjalin hubungan pacaran waktu itu.
Mungkin karena janji orang tuaku yang sering aku dengar waktu aku masih kecil dulu. Waktu itu Ayahku pernah kerja di perusahaan batu bara terbesar di Kalimantan timur. Karena kami di sana tak ada saudara maka kami diangkat saudara dengan teman Ayahku yang mana kami sama-sama dari jawa, bedanya jawa timur dan jawa tengah. Karena itulah namaku bisa Genduk karena kalau orang jawa Genduk itu sebutan anak perempuan. Sedangkan anak kakak angkat Ayahku yang 5 tahun di atasku sudah diberi nama Thole Araniajay yang mana Thole itu sebutan anak laki-laki.
Waktu itu walaupun aku masih berumur kecil aku sering sekali di asuh oleh kak Thole. Padahal ia juga punya adik perempuan 2 tahun diatasku tapi aku tak mau bermain dengannya. Sampai akhirnya aku sering diajak kemampuan ia main di komplek perumahan para pekerja pabrik waktu itu. Sampai pada suatu saat Ayahku mengalami kecelakaan dalam mengemukakan alat berat dan akhirnya kami pulang ke jawa dan tak ada kabar lagi dengan keluarga Kakak angkat Ayahku. Sampai usiaku 18 tahun Ibuk dan Ayah tak pernah memperbolehkan aku dekat dengan laki-laki lain karena perjodohan ini. Tapi aku juga tak pernah melanggar peraturan orang tuaku. Yang mana waktu aku kerja di sebuah toko aku mendapatkan perbuatan tak baik dari teman akrabku sendiri yang saat itu sedang frustasi karena di putus pacarnya.
Emang permintaan aku yang mana waktu aku di rumah orangtuaku aku minta suamiku sering pulang agar orangtuaku tak ada yang curiga pada hubungan suami istri kami. Tapi hati ibu mana yang bisa di bohongi karena ibuku selalu tahu apa yang aku rasakan tapi hanya diam dan mengawasi saja. Karena aku hanya lulusan SMA jadi aku hanya bisa kerja di toko gak bisa lebih. Begitupun suamiku juga hanya kerja toko yang mana setiap bulan memberikan jatah uang susu hamil seperempat gajinya saja. Aku tahu seperempat karena dulu waktu aku masih sahabatan sering menanyakan gajinya padahal itu dilarang dari bos kami.
Pada malam itu dimana suamiku tak pulang ke rumah orangtuaku, aku merasakan seperti ingin melahirkan yang mana langsung diantar ke bidan terdekat oleh Ayah dan ibuku. Walaupun hanya dengan mereka aku bisa ada di bidan tapi aku bersyukur karena beliau berdua tak akan meninggalkan aku di situasi seperti ini. Nomor ponsel suamiku yang tak bisa dihubungi membuat ayahku marah dan menyuruh aku tak menunggunya. Ayahku berjanji pada ibuku jika cucunya lahir aku harus minta cerai dengannya. Ayah masih bisa menghidupi aku dan cucunya walaupun hanya sopir truk muatan hasil panen sawah saja. Daripada melihat anaknya dicampakkan seperti ini ia tak bisa terima lebih lama lagi.
__ADS_1
Sampai akhirnya permintaan Ayah terwujud karena hari dimana aku pulang dari bidan di situ pula ada mertuaku yang datang dengan meminta maaf pada kedua orangtuaku. Mertuaku menangis karena ternyata anaknya sudah menghamili kekasihnya yang dulu sebelum denganku. Seperti tersengat listrik aku yang habis lahiran langsung mendapatkan kabar seperti itu. Aku ingin sekali menangis tapi aku takut Ayahku marah karena kabar ini beliaulah yang sangat marah. Raut wajah yang memerah karena marah terlihat jelas di wajah beliau.
",Laki-laki be..jat, umpat Ayahku. Aku tahu itu karena dimana aku berjuang melahirkan anaknya tapi ia ternyata sudah hidup dengan mantannya bahagia. Dan saat itu juga Ayahku minta aku langsung di ceraikan baru Ayah akan memaafkan perbuatan keluarga mereka. Ancaman kepada orangtuanya pun benar terjadi karena 2 hari setelah kedatangan mertuaku aku dapat surat gugatan cerai dari anaknya. Tak ada yang berani datang ke rumah kami. Hanya surat itu saja yang datang dengan dibawa oleh orang suruhan mereka. Setelah dapat tanda tanganku akhirnya proses demi proses aku lalu sampai akhirnya hakim menyatakan kami berpisah. Hilang sudah harapan hidup berumah tangga dengan saling menyayangi. Yang ada aku semakin benci pada laki-laki. Hingga sudah setahun lebih aku sendiri tak ingin mencoba membuka hati untuk laki-laki lain.
Sulit rasanya membesarkan anak laki-laki ku tanpa seorang Ayah. Tapi aku masih punya Ayah dan ibu yang membantu kami.
****
Ditunggu ya kakak...tap 🥳♥️❤️♥️
__ADS_1