
Dengan cemberutnya akhirnya si sopir yang menahan lapar itu menunggu peti misterius tadi. Mau tak mau karena hukum yang wajib ia lakukan akhirnya ia lakukan dengan sepenuh hati. Karena jika ia tak menjalankan hal itu pastinya ia akan merasakan lapar sampai nanti malam lagi.
Padahal yang lainnya juga ada yang mencuci muka dulu dan istirahat sampai-sampai mereka meninggalkan sopir tadi 30 menit. Bagiamana rasanya menahan lapar sampai selama itu?
Kalau aku pasti udah ikut turun dan makan, tapi ia tak berani melanggar apa perintah dari bosnya bisa-bisa ia tak malam satu tahun lamanya 🤭.
Setelah semua pengawal dan sekertaris pribadi milik pak Aan kenyang akhirnya semua melanjutkan perjalanan untuk pergi ke kota dimana dokter Vineta sedang dirawat. Walaupun sampai dua hari perjalanan tapi ia yakin jika pasti ada kemudahan untuk ke kota itu. Karena kesetiaan sekretarisnya pak Aan itu maka tanggung jawab ia untuk memajukan kantor yang ada di kota ini pun ia dapatkan. Jadi tak diragukan lagi bagaimana kesungguhan dalam bertahun-tahun ini. Semoga kita juga seperti dia ya dapat menjaga kepercayaan yang sudah kita dapatkan saat ini. Apalagi aku berterima kasih banget pada kakak semua yang sudah memberikan kepercayaan itu padaku kak💞.
Sampai malam hari akhirnya semuanya sampai di bandara udara Iskandar dan akan menuju ke bandara Adi Sucipto. Karena amanah itu harus sampai ke pemiliknya. Dengan di temani satu pengawal akhirnya mereka terbangun ke kota tujuan dengan aman. Walaupun jadi bahan perhatian pada kota misterius yang masih tetap di pegangan sekertaris itu di dadanya. Seperti orang memeluk kekasihnya saja😂.
Pengawal yang ada disampingnya sampai risih pada penampakan yang ada di dekatnya itu. Jika itu bukan bosnya mungkin sudah ia tertawai. Tapi karena itu bosnya maka anggap saja ia sedang kedinginan dan memeluk tangannya sendiri.
__ADS_1
Tepat pukul 02.00 dini hari akhirnya pesawat yang ia tumpangi mendarat dengan sempurna. Dengan bantuan para pramugari cantik ia turun dan akan dijemput oleh supir pribadi milik keluarga pak Aan yang tentunya dari kota sebelumnya juga jadi ya sudah pasti kenal dan tahu. Tanpa menunggu lama semuanya langsung menuju ke tempat yang di tuju. Walaupun malam hari belum terlihat matahari terbit tapi ia akan tetap tiba ke rumah sakit dan akan istirahat setelah kotak itu sudah sampai ke dokter Vineta. Salut aku sampai ia tak memikirkan kondisi badannya sedikit jaya karena hal ini.
",Bos kita minum kopi dulu bos ini pak bos besar belum bangun pastinya. Kan kita sudah ada di rumah sakit yang sama pastinya tak akan susah untuk bisa bertemu, ajak pengawal itu yang sudah tak tahan kantuk dan lapar itu. Sedangkan sopir yang mengantarkan tadi tak ikut hanya di parkiran sambil tiduran.
", Tidak pokoknya kita menunggu bos besar baru kita boleh makan dan minum kopi. Jika kamu tak dapat menahan sebentar saja aku pastikan kamu tidak akan dapat bonus untuk bulan ini, karena ancaman itu tadi akhirnya anak buah yang sedikit bawel tadi bisa diam dan hanya duduk saja. Sambil manyun ia akhirnya mencoba tidur sebentar sebelum akhirnya ia disuruh terus. Tapi keberuntungan masih miliknya karena terdengar suara pintu ruangan sebelah yang terbuka.
"Krek..
",Siapa diluar?
"Maaf bos sudah menganggu waktu istirahat Anda. Saya kesini ingin menyampaikan amanat dari nenek Aminah karena ternyata beliau sudah tiada. Tapi sebelum tiada kotak ini harus sampai ke dokter Vineta jadi saya bawa kesini, ucapan sekertaris itu sambil menyerahkan kotak misterius pada pak Aan tadi. Walaupun masih pukul 03.00 tapi jika itu menyangkut tentang istrinya kesadaran yang tadinya belum begitu pulih akhirnya langsung sadar dari itu semua. Dengan antusias akhirnya pak Aan langsung meminta kotak misterius itu dan pamit ke ruangan lagi.
__ADS_1
",Ok terima kasih ya kalian boleh istirahat dulu besok pagi harus sudah di ruangan ini lagi ya. Perintah dan kebebasan bagi mereka akhirnya bisa minum kopi dan makan.
Karena terlalu semangat akhirnya semuanya pamit dan pergi ke kantin rumah sakit untuk memesan makanan. Mungkin jika muat mereka berdua akan makan begitu banyak makanan agar perut mereka kenyang lagi. Tapi apa daya saat ini tak begitu banyak makanan yang terjual hanya mie rebus dan kopi saja. Jadi ya terpaksa mereka makan itu semua walaupun sampai akhirnya mereka memesan 7 porsi mie sekaligus perorangnya. Bisa kalian bayangkan perutnya seberapa ya😁. Sampai yang melayani mereka pun takut jika kedua pembelinya itu hantu yang kelaparan. Mana ada jam-jam segini ada orang yang makan seperti ini apalagi bisa-bisa perutnya memuat semuanya.
Setelah habis makanan mereka langsung membayar tagihan dan kembali ke mobil untuk sekedar istirahat sebelum akhirnya dipanggil lagi oleh bos besar.
Didalam ruangan istrinya tadi pak Aan tak henti-hentinya melihat kotak aneh itu. Bentuknya sedikit besar tapi tak terlihat baru dan pastinya sudah sedikit tua dan hitam. Tapi jika itu amanat dari nenek Aminah maka ia juga tak berani membukanya sampai sang istri yang membukanya. Karena rasa kantuknya tak datang lagi akhirnya ia menghubungi Abi untuk mengajak Papa dan Mama besok pagi sekali untuk ke rumah sakit karena ada hal penting yang akan mereka bicarakan.
Agar semuanya selesai dengan cepat dan tak membuat pikiran istrinya binggun akhirnya ia melakukan itu semua. Jika istrinya benar anak dari Papa Huda maka ia juga akan bahagia dan minta izin untuk membahagiakannya sampai akhir hayatnya juga. Karena ridho dari orang tua adalah yang penting baginya.
Tak mau kehilangan momen itu pak Aan duduk dan hanya melihat ke arah kota yang ia letakkan di atas meja dekat istrinya tadi. Pokoknya ia akan melakukan apapun untuk istrinya sampai ia tak tidur pun tak apa-apa.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️
Begitupun saya yang rela up dua bab untuk hari ini karena ingin mengganti yang kemarin maaf ya kak semoga terhibur 🙏🙏🙏