CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Rencana jahat Harun


__ADS_3

Harun saat ini hanya ingin apa yang ia harus minta juga terlaksana. Dengan bantuan orang yang sudah ia hubungi akhirnya Harun meminta untuk mengawasi gerak-gerik Anand yang semakin dekat dengan keluarga dokter Vineta itu. Karena ia juga belum begitu yakin alasan apa yang membuat Anand bisa sedekat ini. Tapi jika ia tahu alasan yang sebenarnya pasti ia akan melakukan kejahatan yang akan melukai Anand. Karena orang yang memiliki dendam adalah orang yang sangat menakutkan semua cara akan ia kerahkan asal dendam itu bisa terbalaskan.


Dikamar Anand, Oca yang belum bisa tidur ia selalu bercerita pada Anand selama ia tidak bersama ayahnya itu.


"Ayah, Oca boleh bertanya yah?


Kenapa ayah baru datang hari ini, kita sering ditanya temen dimana Ayah kalian gitu. Terus kalau kita tanya ke ibuk tentang Ayah pasti ia selalu meminta untuk tak menanyakan itu lagi Yah, ibuk bilang kalau Ayah itu banyak urusan yang tak bisa untuk bertemu kami. Apa Ayah gak sayang sama kami? ,"Kami hanya punya Oma dan Opa dulu kemampuan kita pergi hanya sama Opa, cerita Oca yang sangat memimpikan sosok Ayahnya seperti apa.

__ADS_1


Sambil mengusap kepala Oca akhirnya Anand menceritakan tentang apa yang sebenarnya terjadi. "Sayang maafkan Ayah, selama ini Ayah tak mengetahui kamu dan Oci. Ayah memang sibuk tugas Ayah yang tak kunjung selesai. Besok kalau ibuk sudah sembuh kita pergi ke rumah Ayah ya. Disana kalian akan bahagia nak, dan Ayah janji jika akan membuat kalian bahagia. Satu lagi Ayah sayang sekali sama Oca dan Oci yang sudah menjaga ibuk buat Ayah. Hidup Ayah bagikan orang yang tak memiliki arah nak waktu kalian tak bisa Ayah temui. Dan sekarang Oca sama Oci sudah banyak kan keluarganya. Ada Opa Catur Oma Dini, dan ada 4 eyang uti dan eyang Kakung kan. Besok Ayah janji kok kalau ibuk udah sembuh kalian langsung Ayah ajak jalan-jalan kemana pun yang kalian inginkan ya. Satu lagi kan Oca udah pinter kan sekarang jadi Ayah minta kalau ibuk dan adik ada yang ganggu Oca bilang ke Ayah ya. Ayah gak ingin jika orang yang kita sayangi akan terluka kan, Anand begitu bersemangat untuk mengajak anaknya untuk pindah kerumah yang sudah diberikan oleh eyang waktu itu. Disana ia hidup bahagia dan akan lebih bahagia jika sudah dengan orang yang kita cintai dan sayangi.


"Tapi Ayah, Oca dan Oci ingin tetap sekolah disini bersama Oma dan Opa. Kita tanya Opa sama Oma dulu ya besok baru kalau Opa sama Oma boleh kita baru pindahnya. Apalagi Oca juga harus tetap menjaga Oma dan Opa kan yah, kalau kita ajak Opa sama Oma pasti aku mau sama Oci. Mungkin karena selama ini Opa dan Omanya sangat sayang pada mereka berdua jadi mereka juga sangat sayang pada beliau.


Malam ini akhirnya semuanya terlelap setelah melakukan aktivitasnya. Semuanya sibuk mengukir mimpi yang indah terutama Naura yang masih tidur di bed ruangan klinik dokter Vineta itu. Ia bermimpi setelah lima tahun ini mimpi itu tak pernah kembali tapi setelah kemaren bisa bertemu keluarga besarnya lagi mimpi itu muncul begitu saja. Ia bermimpi tentang wasiat eyang akan satu kunci yang sampai saat ini masih ia simpan. Ia ingin menanyakan apa yang sebenarnya terdapat didalamnya tapi ia binggun mau menanyakan pada siapa. Mungkin karena ia juga disuruh pulang kerumah eyang lagi agar ia sendiri yang membukanya.


Setelah pergi ke klinik dan mendapati Naura sudah bisa untuk sedikit aktivitas akhirnya keluarga pagi ini dijamu untuk sarapan bersama-sama. Setelah itu baru akan melanjutkan untuk urusan yang lain. Semuanya sangat bahagia karena apa yang mereka inginkan terwujud sekarang. Bisa menyatukan Fiki dan Naura dalam ikatan yang lebih serius lagi. Sedangkan pak Aan yang juga akan kehilangan Naura pun sudah sedikit mengikhlaskan jika Naura ingin pindah kerumahnya yang dulu.

__ADS_1


"Anand, jika Naura besok memilih untuk tinggal bersama kamu aku titip dia jangan buat ia bersedih ya. Dan jika ada waktu tengok lah kesini pasti saya dan Oma anak-anak sangat merindukan mereka Nand, ucap pak Aan disela perbincangan setelah sarapan tadi.


"Iya pak, itu pasti tapi saya juga harus minta persetujuan Naura dulu gimana maunya pak, apalagi Naura juga kan masih kuliah di sini juga. Oya pak jika Bapak dan ibuk mau ikut ke tempat kami persilahkan dengan pintu terbuka karena sekarang beliau juga orang tua kami. Anak-anak juga sangat sayang pada Opa dan Omanya saya bersyukur anak-anak kami tumbuh dengan kasih sayang ibuk Vineta dan pak Aan.


"Udah Nand, kita masuk aja ikut yang lain aja diluar rasanya gak enak hanya berdua aja. Setelah kepergian pak Aan dan Anand ke dalam tadi ternyata Harun juga langsung dikabari. Tapi karena jarak yang begitu jauh jadi ia tak bisa dapat informasi tentang apa yang dibicarakan oleh Anand dan pak Aan tadi. Yang pasti mereka sangat begitu akrab sekali. Mendapatkan informasi yang begitu membuat ia kehilangan mood hari ini ia langsung menghubungi anak buahnya untuk mencelakai Anand jika perlu bunuh dia saat ini juga.


"Pokoknya saya gak mau jika nama saya ikut diseret dalam kasus ini. Tolong buat serapi mungkin aku hanya ingin jika mayatnya sudah dikemudian baru kalian kabari aku. Dan satu lagi jika sudah membuahkan hasil bagus kalian akan langsung saya kirimkan uang pelunasannya malam itu juga. Sebelum telfon diselesaikan akhirnya Harun langsung mematikan teleponnya karena ada yang sedang mengetuk pintu ruangannya. Sangat tak ingin jika semua tau jika ia sedang merencanakan sesuatu yang sangat membuat repotasinnya hancur apalagi ia juga masih orang yang disegani di lingkungan rumah sakit karena kekuasaan orang tuanya yang sangat besar itu.

__ADS_1


__ADS_2