
Di gedung tua yang tak ada penerangan itu pak Aan saat ini sedang menyiksa Harun. Ia ingin memberikan hukuman padanya akan apa yang sudah ia lakukan. Dengan begitu pak Aan berharap jika Harun tak akan mengulangi apa yang telah ia lakukan itu. Dengan menghubungi polisi akhirnya pak Aan langsung menyerahkan semuanya pada yang berwajib. Jika akan terus menghukum takut akan kena masalah lagi. Ya terpenting ia meminta Harun untuk tak memperlihatkan batang hidungnya lagi jika ia sudah bebas di depan keluarga besarnya itu. Apalagi ucapan pak Aan jika sekarang Fiki juga adalah keluarganya yang harus ia jaga juga. Sedangkan mantan anak buah pak Aan yang sempat berhianat itu meminta ijin agar ikut jadi anak buahnya lagi. Dengan kebesaran hati pak Aan akhirnya ia bisa menerima anak buahnya lagi dengan catatan agar ia membuktikan bahwa ia tak akan mengecewakan lagi. Tapi tugas mereka hanya untuk mengawasi keluarga Naura dan Fiki saja dan kedua cucunya. Jika ia mau menerima mungkin ia juga akan di rekomendasikan untuk sopir serta pengawal pribadi yang akan ke mana pun pergi selalu ada di belakang keluarganya.
Dengan derai air mata akhirnya anak buah itu sangat bahagia karena ia telah mendapatkan kepercayaan pak Aan lagi. Apalagi selama ini ia juga tahu jika betapa baiknya pak Aan padanya. Tapi mungkin karena ia juga sedang membutuhkan sesuatu yang dimiliki Harun jadi ia memutuskan membantu Harun sedangkan ia tak tahu jika yang ia lakukan akan menjerumuskan dia didalam permasalahan sendiri.
Setelah akhirnya berdamai dengan keadaan pak Aan yang sudah menyerahkan Harun pada pihak kepolisian pun bisa hidup tenang. Karena jika ia menyimpan dendam samapi kapanpun ia tak akan hidup bahagia. Hanya bayangan hidup yang tak akan damai. Jadi ia memutuskan untuk bisa melupakan itu demi semuanya. Karena keluarganya yang paling utama baginya saat ini. Walaupun sudah begitu larut ia memutuskan untuk singgah ke rumah sakit dimana Naura dan Fiki dirawat. Walaupun ia tak bisa menunggunya disana tapi ia ingin melihat kondisi dari kedua cucunya. Hanya kedua cucunya yang akan dia utamakan jangan sampai mereka terluka atau hanya tersakiti sedikitpun.
Setelah tiba di kamar yang digunakan untuk merawat Naura nampak ibuk Dini dan pelayanan tertidur di sofa dekat Oca dan Oci. Sedangkan pak Catur dan Mamang bertugas untuk menjaga diluar. Semuanya napak tertidur pulas. Karena tak ingin menganggu akhirnya pak Aan memutuskan untuk kembali ke rumah sakit dimana istrinya dirawat. Tapi sebelum ia memutuskan untuk kembali ia sudah meninggalkan 3 pengawalnya yang akan membantu kebutuhan apa yang akan dibutuhkan esok hari. Pak Aan tergolong laki-laki yang tanggung jawab karena ia tahu pastinya akan banyak yang dibutuhkan dari keperluan semuanya. Sedangkan pak Aan yang masih terlihat capek pun memutuskan untuk kembali ke rumah sakit di mana istrinya dirawat dengan dibantu 3 anak buah juga. Tak mungkin jika akan mengemudikan mobil sendiri sedangkan kondisi badannya sangat capek dan ngantuk.
__ADS_1
Akhirnya perjalanan malam ini pun selamat sampai tujuan. Karena kondisi jalan yang begitu jauh akhirnya subuh dini hari pak Aan baru tiba dirumah sakit. Walaupun hanya tertidur didalam mobil tapi rasa kantuknya sudah hilang jadi ia ingin didepan istrinya terlihat tak ada masalah apapun. Dengan tergesa-gesa akhirnya pak Aan langsung bergegas mandi dan berganti pakaian di ruangan yang dimiliki istrinya. Ia tak akan menceritakan tentang kecelakaan Naura dan Fiki pada semuanya takut akan menganggu kesembuhan pak Huda dan istrinya juga.
Cheklek..
Suara pintu ruangan dokter Vineta dan pak Huda dirawat. Nampak pemandangan yang indah dimata pak Aan saat ini. Istrinya tengah tidur dan di jaga oleh ibuk Fina sampai-sampai ia tertidur di kursi didekat ranjangnya. Bahagianya melihat istrinya mendapatkan kasih sayang seorang ibu lagi. Mungkin ia dan istrinya tak seberuntung orang lain karena mereka ditinggalkan orang tuanya pas mereka masih sedikit remaja. Dimana mereka masih butuh orang tua yang mengawasi dan memberikan pengarahan untuk yang lebih baik tapi mereka tak mendapatkan itu. Alhasil pak Aan bisa terjerumus di dunia kelam seperti dulu itu. Sedangkan karena tabungan yang dimiliki mendiang ibuk dari dokter Vineta akhirnya ia bisa mewujudkan impian ibuknya untuk sekolah di kedokteran yang akhirnya bisa membuat dirinya seperti ini. Tak terasa ia tak akan merusak kebahagiaan itu. Akhirnya pak Aan menutup kembali pintu itu agar mereka bisa lama tertidur tanpa diganggu. Hari ini pak Aan jalanin dengan sangat bahagia akhirnya orang yang selalu mencelakai keluarganya sudah ditangkap dan tak akan menggangu lagi.
Berbeda dengan Naura yang sudah terbangun dan melihat ibuk Dini terlelap sambil memeluk cucu perempuannya itu. Ia bersyukur rasa sayangnya tak pudar sama sekali walaupun ia telah membuat kecewa seperti ini. Apalagi anak dari ibuk Dini sendiri juga belum sadarkan diri. Naura tersadar jika sebelum kejadian ini terjadi kakak Fiki sering bilang jika ia tak bisa ikut menjaga anak-anak. Apakah ini pertanda jika kakak yang ia cintai akan meninggalkannya.
__ADS_1
"Bapak, sudah lama kah Bapak disini?
Naura tak melihat Bapak ada disamping Naura tadi.
"Sudah setelah kau berdoa pada Allah tadi Bapak baru masuk nak, gimana kondisi kamu?
Gimana jika kita pindahkan Fiki ke rumah sakit dimana dokter Vineta dan kakek dirawat, biar lebih dekat keluarga juga. Bujuk pak Catur yang merasa jika lebih baik kalau mereka bisa berkumpul lagi.
__ADS_1
"Kondisi Naura baik kok pak jangan pikirkan Naura. Kita fokus pada kesembuhan kakak saja pak apapun yang terbaik untuknya kita usahakan saja. Jika harus pindah ke rumah sakit di kota saya hanya memberikan dukungan pak gak bisa berbuat apa-apa.
"Udah gak bapak minta kamu fokus di kondisi kamu saja ya. Bapak gak ingin anak Bapak jadi gak bisa sembuh-sembuh karena banyak pikiran kaya gini. Ingat kamu harus kuat buat anak-anak kamu. Sekarang kamu bukan anak bapak yang kecil lagi sayang. Tapi anak Bapak yang sudah menjadi ibuk buat anak-anak juga kan. Semangat sayang bapak akan ada untukmu kapanpun kok. Ucapan pak Catur yang memeluk anak perempuannya itu. Rasanya baru kemarin ia menimang bayinya Naura tapi sekarang ia sudah mendapati jika ia sudah memiliki cucu juga. Karena apa yang kita inginkan kadang tak sejalan dengan kehidupan yang sesungguhnya. Jadi apa yang sudah terjadi kita lakukan dengan ikhlas saja.