
"Yaudah Adek akan tagih kakak lho kalau kakak gak tepati janji Naura akan marah ya, jawab Naura penuh penekanan agar kakaknya itu menepati janjinya. Padahal Fiki selalu menepati apa yang Naura Ingin dan Naura mau.
"Siap dedek manis, Oya ini kuenya kok kayaknya gak kaya biasanya di buk, kaya lebih enakan yang biasanya ibuk buat, kata Fiki jujur tanpa memikirkan perasaan ibuknya.
"Hah anak pintar, ini buatan nenek Tini tadi diantarkan oleh kakek pas kalian masih sekolah ibuk kira kalian gak akan bisa beda in jadi ibuk sedikit berbohong di kalau tadi ibuk yang buatnya, kata ibuk Dini kepada kedua anaknya itu.
"Kan Fiki sering makan masakan ibuk jadi ya bias beda in buk, jawab Fiki yang langsung memakan kue itu.
"Oya buk, Naura sama kakak punya kado buat ibuk kan kita dari dulu gak pernah kasih ibuk kado, ucap Naura yang mengalihkan perhatian tentang kue tadi.
__ADS_1
"Memang kado buat apa sayang, jawab ibuk Dini yang lupa akan waktu ulang tahunnya.
"Kan ibuk saat ini ulang tahun buk, jawab Naura dan Fiki bersamaan. Sambil menyerahkan paper bag yang tadi diletakkan dibekakang tv dimana ibuk Dini tidak melihatnya.
"Anak-anak ku, makasih ya walaupun kalian gak ngasih apa-apa tapi ibuk bahagia sekali bisa bersama kalian disini. Karena kalianlah harapan ibuk untuk bisa seperti ini, ucap ibuk Dini sambil menagis didepan anak-anak itu.
"Udah dong buk, jangan menagis lagi. Naura janji akan menjadi anak yang seperti ibuk dan Bapak harapkan, kata Naura yang tau betapa besar cinta ibuknya pada dirinya itu.
"Ya udah kalian istirahat dulu aja sambil menunggu Bapak pulang dan kita makan bersama natinya, perintah ibuk pada Fiki dan Naura.
__ADS_1
Siap buk, jawab kedua anaknya dan langsung menuju ke kamar atas dimana kamar mereka berada. Fiki yang melihat Naura langsung kekamarnya ia pun langsung ikut masuk kekamar Naura ingin mengoda adiknya itu.
"Dek, kakak boleh lihat buku kamu gak dek, Ucap Fiki setelah ikut masuk kedalam kamar yang tak ditutup Naura itu.
"Ih kakak lho, buku apa kak kan kakak juga punya buku sendiri, jawab Naura yang langsung mendorong tubuh kakaknya untuk keluar dari kamar dia.
"Kakak tau ada buku harian kamu yang sering kamu tulis kalau kamu mau tidur tapi selama ini kakak gak pernah menemukannya, kata Fiki yang tau hal ini dari dulu tapi tak pernah menemuinya sama sekali.
"Kakak,,, kok kakak tau sih jangan-jangan Kakak juga udah pernah membacanya ya, tanya Naura yang takut kakaknya sudah melihat isi dari buku itu. Karena hal tersebut membuat Naura berhenti mendorong kakaknya untuk keluar. Ada rasa cemas jika kak Fiki sudah membacanya atau malah sudah tau isi dari buku itu.
__ADS_1
"Hayo nanti kakak kasih tau bapak lho tentang isi buku itu, kata Fiki menakut-nakuti adiknya yang duduk di ranjangnya itu.
"Emang kakak mau kita berdua dimarahi oleh bapak, kata Naura mengecek apakah kakaknya beneran tau atau hanya sekedar berbohong saja. Karena Naura tau kakaknya juga sering berbohong.