
Setelah 2x Naura memencet bel villa akhirnya ia mengirim pesan pada Harun jika ia sudah di villa tersebut. Akhirnya setelah pesanan itu dibuka oleh Harun pintu villa yang megah itu langsung dibuka oleh Harun. Harun yang menampakkan wajah bahagia langsung menyambut Tika untuk segera masuk ke villa itu.
"Ayo sayang masuk aja ini villa mu juga sayang, ajak Harun pada Tika tersebut. Tapi Tika tak bergerak sama sekali hanya terpaku di depan pintu villa itu. 'Villa yang bagus dan besar, kagum Tika melihat interior design villa tersebut. Karena Tika hanya diam akhirnya Harun sampai memegang pundak Tika untuk menyadarkannya itu.
"Tika kamu kenapa, ayo masuk kita makan malam aku belum sempat makan malam tadi. Nanti setelah kamu makan malam kita ketemu sama kakak kamu, bujuk Harun yabg akhirnya bisa menyadarkan Tika dari lamunannya. Karena dari awal ia ke villa ini hanya untuk menemukan kakaknya bukan untuk mengagumi interior design villa tersebut.
__ADS_1
"Gak usah sok baik deh Bang, aku udah turutin Abang untuk datang kesini sendiri jadi mana kak Fiki? ,Jika Abang berbohong makan aku gak akan segan-segan berteriak meminta tolong, ancam Tika yang langsung menatap tajam pada Harun tadi.
Setelah gertakan Tika tadi Harun langsung menarik paksa tangan Tika yang akhirnya Tika masuk ke dalam villa itu. Karena mangsanya sudah masuk kedalam rumah akhirnya Harun langsung mengunci pintu villa tersebut. Agar Tika gak bisa pergi darinya. Tapi Tika yang juga tau inti dari pikiran Harun ia langsung berlari menuju ke kamar yang sekiranya ia yakini kamar Harun mungkin juga karena ingin berlindung atau menyelamatkan diri. Sedangkan Harun yang mengetahui jika Tika ada diruangan itu hanya bisa tertawa karena ruangan yang ia tempati hanya butuh sensor tangan Harun dan pintu otomatis akan terbuka sendiri jadi ia gak begitu kesulitan untuk membukakan.
"Haha Tika, Tika pintu ini gak bisa kamu kunci sekalipun karena pintu ini seperti bayangan ku yang harus tunduk padaku sampai aku suara Harun yang sudah masuk ke ruangan Tika saat ini. Sedangkan Tika yang bersembunyi didalam almari baju Harun juga sangat ketakutan jika Harun akan melakukan hal yang tak di inginkan. Apalagi ia juga sudah tak ada lagi yang menolongnya karena dikamar tadi ia juga tak mendapatkan sosok kakaknya. Ketakutan yang amat berat dan sakit karena ia akan melihat bagaimana Harun akan memperlakukan apa yang ia inginkan sedangkan ia juga tak mengutarakan hal ini dulu dengan keluarga yang hanya asal berangkat saja tadi. Pas suara berat Harun sudah mendekati almari ia sampai menitihkan air mata karena takut.
__ADS_1
Sedangkan ternyata Tika saat ini sudah bersama dengan Fiki diruangan itu. Walaupun Fiki dimasukan ke ruangan tersembunyi di kamarnya tapi ia tak tahu jika semua kamar bisa tertuju ke satu ruangan itu. Ya karena hanya Fiki yang mengetahui itu karena ia yang merancang villa itu sebelum ia sempat memberitahukan kepada Harun hal itu ia sudah ada masalah ini. Dan sedangkan Harun yang hanya tahu jika yang ada ruangan sembuny hanya di kamarnya tak memperdulikan lagi hal itu yang nyatanya ia masih enak menyantap makanan.
"Kak, kakak kenapa luka semua kaya gini, ucapan Naura yang sambil memegang wajah Fiki yang sudah lebam semua. Dapat dipastikan ini yang dilakukan oleh Harun itu. Sedangkan Fiki yang merasa jika ia sedang diperhatikan oleh Naura ia langsung sedikit menggeser posisi duduknya agar Naura juga bisa membantu membuka ikatan tangannya. Memenag tadi waktu Naura di dalam lemari tadi Fiki langsung membuka pintu depan kakinya tak taunya yang ada didalamnya adalah Naura, orang yang ia cintai. Tanpa menunggu lama akhirnya Naura masuk dan langsung membantu melepaskan ikatan dikaki dan tangan Fiki. Kejadian yang tak pernah Naura bayangkan ia bertemu kakaknya dalam kondisi seperti ini. Mungkin juga karena kesalahan iya juga yang mengakibatkan hal itu. Tanpa pikir panjang Naura yang bahagia bertemu lagi dengan Fiki ia langsung mencium bibir Fiki yang sedikit mengeluarkan darah.
"Cup, kecupan yang diberikan hanya untuk Fiki agar bisa lebih bersemangat lagi. Tapi siapa sangka jika Fiki yang saat ini sedang kesakitan pun juga membalas ciuman itu, mungkin karena ia juga sudah sekian lama menunggu waktu seperti ini. Ciuman yang tadinya hanya didaratkan di atas bibir masing-masing akhirnya sampai mereka tak menyadari jika mereka sudah berciuman lebih dari 45 menit. Karena menyadari nafsu masing-masing akhirnya Naura tertunduk malu karena ia yang terlebih dahulu mencium bibir Fiki tadi.
__ADS_1
"Udah sayang kamu gak usah malu, toh kita juga udah punya Oca dan Oci kan, aku mohon kamu jangan pindahkan hatimu untuk orang lain ya walaupun aku nanti tiada, perkataan Fiki yang amat memukul relung hati Naura, ia berharap jika Fiki akan tetap disisihnya seperti dulu bahagia bersama keluarga kecilnya esok.