CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Keputusan Naura yang sangat sulit


__ADS_3

Tak terasa karena asik bercandaan waktu pun sudah hampir petang. Pak Catur yang juga sudah lelah akhirnya pamit pergi ke kantin untuk sekedar membeli kopi agar menghilangkan penatnya itu. Dan tanpa sengaja beliau yang hanya sendiri itu melewati satu ruangan yang masih tertutup rapat tapi sedikit membuat perhatian pak Catur teralihkan. Lama beliau di depan ruangan itu dan sempat berfikir kenapa wangi ruangan itu sama persis dengan wangi sapu tangan yang beliau temukan Wak itu. Dengan hati yang bertanya-tanya akhirnya ia menemukan satu titik bukti jika pemilik sapu tangan ini adalah orang yang masih disekitar sini. Dan dapat dipastikan jika ia tau seluk beluk dari keluarga dokter Vineta juga. Dengan keyakinan penuh pak Catur yang berkeinginan untuk mengetuk pintu ruangan itu pun dikagetkan dengan datangnya pak Rudi mertuanya yang sedang mencari beliau itu. Karena ada yang ingin beliau sampaikan juga akhirnya beliau sengaja menyusulnya keluar. Dengan tergesa-gesa akhirnya pak Rudi mengajak pak Catur untuk pergi ke kantin sesegera mungkin karena ia ingin sekali mengutarakan apa yang beliau pikirkan itu..Dan tepat saat mereka berdua sampai dan memesan minuman pak Rudi mengutarakan apa yang ia pikirkan itu.


"Nak, bapak ingin berbicara ini padamu tapi takut kamu akan tersinggung lagi pada ucapan bapak nak, "Sebenarnya jika dokter Vineta itu mirip dengan almarhum ibuk Naura apakah kamu masih sedikit ada rasa pada wajah cantik itu. Kan kalian dulu juga pernah hidup bersama juga. Pertanyaan yang sebenarnya tak masuk akal karena tak mungkin jika pak Catur akan berpaling dari istrinya saat ini. Yaitu anak dari pak Rudi itu sendiri. Tapi perasaan seorang ayah kadang merasa ketakutan yang teramat dalam makanya ia sampai tekat untuk menanyakan hal ini pada pak Catur langsung. Jangan sampai anaknya akan tersakiti oleh perilaku pak Catur nantinya.

__ADS_1


"Iya pak, Catur tahu jika dokter Vineta sangat mirip dengan ibuk Naura tapi kan mereka adalah dua pribadi yang tak pernah tahu kesamaannya juga kan pak. Apalagi dulu kami menikah juga karena kemauan dari Lia juga kan pak. Jika saat ini kami bermasalah hanya dengan adanya dokter Vineta yang mirip ibuk Naura ya kita sama aja sudah mengingkari apa yang di inginkan oleh almarhumah pak. Bapak percaya sama saya pak saya akan menjaga Dini dan keluarga kami dengan baik sampai maut yang akan memisahkan kita pastinya. Ya udah diminum pak kopinya aku sudah jenuh didalam kamar rawat Naura yang bauk obat itu. Apalagi hari ini setelah Naura sadar aku baru merasakan cakep padahal sebelumnya aku paling semangat dalam hal menunggu Naura pak.


"Ya udah mungkin kamu butuh istirahat, kamu pulang aja biar gantian bapak yang jaga nak, kamu juga harus jaga setamina tubuh kamu agar tetap fit lho. ",Oya menurut kamu Naura langsung mau diajak pulang gak ya. Aku jadi ketakutan jika Naura gak mau pulang kesana Tur. Kan nanti rumah peninggalan eyang Fiki jadi tak ada yang memakainya, padahal itu semua sudah diwariskan kepada Fiki jika gak ditempati juga akan sayang Tur, kan peninggalan juga itu rumah.

__ADS_1


Dikamar yang begitu banyak keluarga besar itu Fiki yang merasa sudah enakan meminta dokter Vineta untuk melepaskan infusnya agar ia bisa beraktivitas yang gesit. Jika masih ada infus yang bertengger di tangannya jika Naura ingin meminta tolong sesuatu aja kesusahan. Kan ia juga harus tetap merawat Naura sendiri kalau semuanya sibuk nantinya. Tawa keluarga yang ada disitu langsung terdengar karena permintaan Fiki yang selalu bisa dibilang oper protektif jika menyangkut tentang Naura. Jika dipegang oleh orang lain aja akan begitu marah dan murkanya Fiki apalagi jika melihat Naura dekat dengan laki-laki lain juga bisa perang kedua nanti. Memang Fiki dari dulu selalu jika menyangkut tentang Naura tapi pas ia disekap oleh Harun kemaren ia juga sudah tak berdaya lagi makanya ia tak bisa membalas perbuatannya. Oya bagaimana keputusan Naura ya yang akan di ajak untuk pulang apakah ia mau atau malah menolaknya.


Karena pastinya keluarga besar Naura juga gak enak jika terlalu lama numpang hidup dirumah dokter Vineta. Kebutuhan yang tak sedikit karena 4 keluarga sekaligus yang ditampung. Tapi jika Naura juga mau pulang ikut keluarganya bagaimana dengan dokter Vineta dan suaminya yang hanya seorang diri. Walaupun memang memiliki banyak pelayan tapi beliau tak ingin jika masalah pribadinya sampai para pelayannya ikut campur. Sedangkan jika sama Naura ia sudah terbuka layaknya seorang anak dan orangtuanya. Pak Aan pun juga tak kalah sayangnya pada Naura dan ke dua anaknya itu. Apapun yang ia butuhkan selalu diutamakan. Dari kesehatan, kebutuhan, dan keamanan ikut disertakan.

__ADS_1


__ADS_2