
Kebahagiaan yang ada di keluarga besar Naura dan Fiki tak kunjung habis karena di hari ini ia mendapatkan kabar jika Oca dan Oci mewakili lomba yang ada di tingkat kabupaten. Karena kemampuan mereka yang begitu pintar membuat kepala sekolah dan guru kelas mereka merekomendasikan kedua bocah kecil itu untuk mewakili kelas mereka. Karena kabar itu baru didapat dari guru kelasnya baru kemarin siang waktu Ayah Fiki menjemput kedua anak kembar itu. Rasanya tak percaya karena akhirnya anaknya bisa diterima di sekolah itu dengan mudah. Dengan antusias Naura yang ikut sarapan pagi langsung menyiapkan makanan untuk Fiki dan Oca dan Oci. Tak lupa ia juga ikut makan di meja makan bersama yang lain. Setelah semuanya meninggalkan rumah karena sudah selesai sarapan tadi Naura hanya sendiri dan berteman kan para pelayan yang memiliki tugas masing-masing.
Pas ia ingin ke kamar dan mengambil vitamin tanpa diduga telfon miliknya berbunyi dan langsung diangkat oleh Naura. Karena nomor yang menghubungi dirinya nomor baru maka ia tak berfikir apapun langsung mengangkatnya saja.
"Halo Naura cantik,, "Gimana kabar kamu, apakah kamu masih ingat hutang kamu yang akan aku tagih? ,suara itu yang langsung pada inti pembicaraannya.
Naura yang binggung dan tak bisa menjawab apapun hanya melihat layar ponselnya dan akan mematikan teleponnya. Karena ia tak pernah merasa jika ia memiliki hutang pada siapapun itu.
"Jangan kau matikan telfon kamu Naura, aku hanya ingin minta kamu bayar hutang kok. Kenapa malah kamu diam aja. Atau jangan-jangan kamu lupa lagi siapa aku, suara berat dari balik telfon yang seolah-olah mengingatkan siapa sebenarnya siapa dirinya sebenarnya.
Naura yang geram akhirnya menjawab pertanyaan orang yang tak ia kenal itu sama sekali.
"Maaf, aku tak pernah merasa memiliki hutang sama sekali lho. Jadi jangan asal bicara ya, aku tak akan membayar sepersen pun, sahut Naura yang juga tersulut emosi itu.
__ADS_1
"Ok jika kamu tak mau bayar maka aku akan bilang ke Fiki apa yang udah kamu lakukan dan Fiki sendiri yang akan menyuruh kamu membayar itu padaku, tawa orang itu yang akan menambah Naura semakin panas.
"Siapa sih kamu kok tahu banget kehidupan aku. Aku mohon jangan bilang pada kak Fiki tentang apapun yang tak ada faktanya sama sekali, ok sebenarnya kamu siapa?
"Ok dill, aku tak akan memberitahu pada Fiki tapi kamu ingin Danu kak yang menganggap kamu hutang padanya dan berharap kamu bisa menepati janji itu padaku nanti. Aku ingin makan siang bersama kamu dan hanya kamu karena saat ini aku udah pindah ke rumah sakit di kampung eyang Fiki dulu. Aku tunggu jangan sampai telat aku tunggu di restoran dekat rumah sakit kasih ibu, ucapan Danu yang langsung pada poin utamanya itu.
"O, ternyata kak Danu. Kakak mau apalagi sih, aku tak ada hutang kan sama kakak. Kenapa kakak kaya gini sama aku sih, jawab Naura merasa ditindas oleh ancaman Danu tadi.
"Kamu masih punya hutang banyak Naura ke aku, aku akan minta kamu lunasi ini semua hari ini. Dan satu lagi asal kamu tahu aku tak akan bisa diam jika kamu berbohong tak menepati janji kamu untuk datang. Semua yang pernah kita lakukan dulu akan aku kirimkan pada Fiki dikantornya Naura. Ancaman lagi yang ia lontarkan agar Naura mau berangkat untuk bertemu dengannya itu.
"Kling.
"Kling.
__ADS_1
Dua notifikasi pesan WhatsApp milik Naura yang berbunyi. Walaupun dalam keadaan masih menerima panggilan itulah tapi pesan itu berhasil masuk ke ponselnya. Tanpa menunggu lama akhirnya ia membukanya yang ternyata kiriman foto dari Danu waktu mereka berjalan berdua di tempat dimana ia menuruti Naura yang ingin makan sesuatu yang pastinya saat itu ia merasa sangat bahagia. Dan ada juga foto dimana Naura baru makan dan cemberut tapi pas dikasih bagian dia langsung tersenyum dan melahapnya sampai tandas.
Naura yang melihat foto-foto itu langsung binggun karena ternyata ia pernah melakukan hal itu dulu. Mau menolak takut Danu akan benar-benar memberikan apa yang ia punya pada Fiki. Karena rumah tangganya yang baru saja merasakan kebahagiaan kenapa harus ada Danu yang masuk ke dalam rumah tangganya itu. Karena Naura yang saat ini binggun ia langsung terlihat panik. Mau istirahat tapi ia masih memikirkan ancaman Danu tadi. Jika ia tak datang mau jadi apa yang akan Danu lakukan lagi.
Dengan kebingungan yang amat berat Naura mencoba tidur dan berharap akan bisa terpejam tapi kenyataannya tidak. Hanya gulang-guling dan tak bisa tidur. Apalagi saat ini sudah pukul 10 pagi yang mana makan siang hanya tinggal sebentar saat lagi. Karena binggun akhirnya ia memutuskan untuk berangkat dan berganti pakaian ntah pikirannya yang penting ia meminta pak supir untuk tak mengatakannya takut ia akan tahu jika ia sedang bertemu dengan siapa nantinya. Setelah bisa meyakinkan pak supir akhirnya ia berangkat dengan mengunakan taksi dan langsung berangkat. Didalam taksi ia tak bisa diam karena kecemasan yang saat ini melandanya. Sebenarnya ia begitu takut akan saat ini, tapi ia yakin kalau tak ada yang terjadi nantinya.
Sekitar 20 menit akhirnya ia sampai di tempat yang di janjikan oleh Danu tadi. Naura yang langsung masuk ke restoran tadi pun akan mencari tempat duduk didalam lebih baik ia menunggu Danu didalam. Tapi ia salah ternyata Danu juga baru datang dan sedang memesan ruangan yang terbilang VIP itu. Melihat Naura masuk dan tengak- tengok binggun akhirnya Danu mendekat dan mengajaknya ke ruangan yang sudah ia pesan tadi. Awalnya Naura menolak jika harus di ruangan se private itu, tapi jawab Danu berhasil membuat Naura yakin jika ia juga harus ikut ke dalam.
"Jika kita hanya di luar nanti kalau Fiki tahu dan orang yang kenal Fiki tahu bagaimana. Kan kamu sendiri yang bakal kena masalah, Naura. Udahlah kita masuk saja kan aku juga tak akan berbuat apa-apa kok. Aku hanya ingin pembicaraan kita tak ada yang akan mendengarkannya.
Setelah menimang ucapan Danu akhirnya Naura ikut masuk mengikuti kaki Danu melangkah. Entah ia saat ini pikirannya binggun karena merasa jika ia sedang berbohong pada suaminya dan malah bertemu dengan laki-laki lain. Walaupun ia yakin Fiki tak tahu apa yang ia lakukan tapi perasaan ya tak bisa berhenti merasa cemas.
****
__ADS_1
Maaf kak baru up🙏. Kemungkinan Naura akan seperti apa ya nantinya. Yang penasaran boleh komen yang akan di lakukan oleh Naura lho...