CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Mulai mencari informasi


__ADS_3

Dengan gesitnya panggilan telfon dari pak Aan langsung diangkat oleh anak buahnya itu. Semuanya langsung ia kerahkan untuk mencari informasi tentang hal ini. Jangan sampai ada yang tertinggal satu pun. Karena saat ini menyangkut tentang istrinya. Jika ini semuanya benar maka ia akan sangat bahagia karena akhirnya istrinya masih memiliki keluarga apalagi keluarga kandung. Masih bisa merasakan betapa kasih sayang kedua orangtuanya lagi.


Perhatian lembutnya pak Aan tadi akhirnya mengusap punggung istrinya dan mengucapkan untuk tetap tenang tak usah memikirkan yang saat ini sedang ia rasakan. Jika mereka memang ada ikatan darah juga tak akan merubah perasaan yang sudah mereka jalin sebelumnya yang sudah menganggap sebagai seorang sendiri.


Abi yang ingin membalas pada temannya tadi akhirnya ikut lari keluar dan akan mengejarnya. Tapi karena kawannya lebih dulu keluar maka ia tak bisa mengejarnya sama sekali. Diluar ia akhirnya mencari tempat duduk untuk ketenangan ternyata ia baru tahu betapa kehidupan orangtuanya yang sangat pilu itu. Dan ia juga tak pernah melihat foto bayi kembar karena ternyata sejak lahir kak Aulia dan kak Vineta belum bisa bertemu walaupun sebentar saja. Kenyataan yang akhirnya ia ketahui tapi ada hikmah dari cerita ini karena ada keyakinan yang mengariskan mereka bisa melihat betapa senang kakak Aulia dan kak Vineta yang tak jauh beda itu.


******


Dikota dokter Vineta dan pak Aan dulu berada disitu pula anak buahnya sedang mencari informasi terkait hal ini. Dimana tempat besarnya dokter Vineta begitu jauh dan harus ditempuh dengan 8 jam perjalanan. Tiga pengawal dan sekertaris yang saat ini sedang perjalanan kesana hanya bermodalkan alamat yang sudah diberikan pada pak Aan tadi siang. Sedangkan saat ini dalam perjalanannya masih sore paling-paling sampai sana masih malam hari. Jadi mau bersinggah dimana mereka belum tahu karena malam. Dengan keyakinan penuh sekertaris pak Aan tetap kekeh akan tiba dirumah itu dini hari.


"Pak ini semakin gelap pak apakah tak sebaiknya kita istirahat dulu di sini?


Permintaan pengawal itu pada ketuanya yang saat ini sedang duduk di bangku belakang itu.


",Tidak semakin cepat kita akan semakin cepat tahu kan. Kerjakan saja apa yang sudah diperintahkan. Bentakan yang akhirnya membuat nyali pengawal itu luluh lantah.


Tepat di gedung rumah yang sudah tua tapi masih terlihat rapi akhirnya persinggahan itu terjadi. Walaupun saat ini masih Subuh tapi para tamu tadi kekeh mengetuk pintu utama itu.


",Tok,,tok..


Permisi.. Apakah ada orang!!!

__ADS_1


,"Iya, siapa ya!


Jawaban perempuan yang ada dibalik pintu itu.


,"Mencari siapa pak!


", Sedang mencari nenek Aminah... Apakah beliau ada?


Karena nama neneknya disebut akhirnya anak perempuan tadi langsung mempersilahkan tamu tadi untuk masuk kerumahnya. Apalagi masih begitu dini untuk mereka menerima tamu. Setelah semuanya masuk perbincangan pun dilanjutkan.


",Gini saya disuruh kesini oleh ibuk Vineta yang dulu pernah tinggal di sini. Beliau ingin bertemu dengan nenek Aminah apakah nenek ada. Maksud dari sekertaris itu akhirnya ia jelaskan takut akan membuat anak perempuan itu bertanya-tanya.


", Maaf apakah kakak Vineta baik-baik saja?


Melihat ekspresi wajah orang didepannya binggun akhirnya perempuan tadi memberitahukan apa yang telah di pesankan oleh almarhum neneknya jika kak Vineta kesana. Mungkin jika ia tak bisa bertemu dengan kak Vineta orang ini akan menyampaikan hal ini pada beliau. Karena ia tak tahu harus memberitahu ini pada siapa?


", Sebenar saya ada titipan dari nenek untuk kakak tapi saya binggung mau saya berikan kak Vineta kapan. Apakah saya bisa titip pada anda?


",Iya akan saya sampaikan nanti. Karena daerah sini kami tak menemukan sinyal untuk memberikan informasi ini pada bos kami. Karena tahu tak bisa menghubungi bosnya maka ia tak bisa menjawab itu semua dan memberikan informasi Kematian nenek yang dicari tadi. Yang terpenting mereka sudah berusaha untuk apa yang sudah diperintahkan padanya.


Dengan langkah anggunnya wanita tadi langsung pergi meninggalkan tamunya dan menuju ke satu kamar. Setibanya ia ke tempat itu lagi ia membawa satu kotak entah tak tahu yang penting itu seperti tempat penting yang selama ini neneknya jaga. Dan sebelum beliau meninggal itu yang terakhir dipesankan untuknya sampai ke orang yang berhak atas peti itu.

__ADS_1


Selama satu tahun ini ia juga tak berani membukanya hanya sesekali ia membersihkan luarnya saja. Karena jasanya nenek Aminah maka rumah peninggalan ibuknya dulu diberikan pada nenek yang setia menjaganya dari kecil dulu sampai cucunya saja memanggil dokter Vineta dengan sebutan kakak.


Sekertaris pak Aan yang penasaran dengan peti tadi ia juga tak berani membukanya sampai peti itu sampai ke tangan pemiliknya. Setelah mendapatkan amanat yang baru lagi akhirnya sekelompok orang yang sedikit misterius itu pergi meninggalkan rumah tua itu. Tanpa beristirahat sebentar saja akhirnya mobil itu kembali menuju ke kota. Pastinya kantuk dan lapar mereka tahan sampai akhirnya tiba ke kota lagi. Bayangkan pelosoknya tempat itu sangat jarang warung yang buka di siang hari.


",Bos makan dulu ya kami lapar bos. Karena tak tahan lagi akhirnya sopir tadi mengucapkan hal itu pada atasannya.


",Ya udah kita makan tapi gantian ada satu orang yang harus ada didalam mobil untuk menjaga kotak ini, bagaimana? , Pilihan yang akan sulit karena ada yang harus tetap menahan lapar sebentar saja untuk menjaga peti itu.


Karena pilihan yang sulit itu akhirnya mobil tadi kembali hening tanpa kata sama sekali sampai tak terasa ada bau yang menyengat entah siapa sipelaku.


",Huwek,, huwek


Bau sekali siapa yang buang gas ini?


Ok jika tak ada yang jawab maka dia yang tak boleh makan aku pastikan sampai kota dia tak aku perbolehkan untuk makan!."Ancaman yang akhirnya membuahkan hasil.


Dengan malunya si sopir tadi langsung menjawab jika ia yang melakukan hal ini. Siapa yang tak masuk angin jika semalam gak makan dan minum. Apalagi dirumah nenek tadi juga tak di kasih minum. Jawaban yang sebenarnya masuk akal tapi ya mau bagaimana lagi mereka tak berani berbuat apa jika si bos aja gak ijinkan makan.


",Ok Dil kita makan dulu tapi kamu yang harus jaga peti ini, kata si sekertaris tadi dan menunjuk si sopir yang sudah meracuni seisi mobil tadi.


❤️❤️❤️

__ADS_1


Semoga terhibur ya kakak. Maaf kemarin gak bisa up karena saudara ada yang sedang akhad nikah nih jadi agak ribet🤭🤭🤭.


__ADS_2