
Semua keluarga buang yang mendengar pernyataan Naura tadi hanya geleng-geleng kepala. Karena kesalahan mereka menjadi seperti ini. Mungkin jika mereka sabar tak melakukan hal itu mungkin tak jadi seperti ini. Sedangkan nenek Dina yang tadi sudah berfikir negatif pun diam karena ternyata cucunya yang tak bisa bersabar juga. Tak akan mungkin ini terjadi jika tak dari semuanya sama-sama suka.
"Hem emang Fiki ya, dari dulu kalau di pikir kamu yang ngebet terus sampai-sampai nikah aja belum tapi udah buat terus, batin Nenek Dina yang mengingat perilaku cucunya yang bar-bar itu.
Sedangkan kakek Huda dan pak Aan yang berdekatan hanya senyum karena jawaban Naura yang ternyata mereka baru tahu aslinya jika sudah dengan orang yang ia cintai maka dunia milik mereka berdua yang lainnya hanya sebagai penonton. Membayangkan Naura hamil di masa lalu saja sudah buat pak Aan begidik ngeri apalagi saat ini. Dimana Fiki belum juga sadarkan diri. Maka dapat dipastikan jika 3 anak mereka tak ada yang memiliki ayah secara agama tapi secara biologis anak Fiki semua.
Setelah pernyataan Naura tadi akhirnya sebagian keluarga ada yang pindah untuk menjaga Fiki di ruangannya tadi. Karena mereka akan menghabiskan waktu satu hari ini untuk Naura dan untuk Fiki.
Sedangkan di kantin para perawat sedang mengosipkan Naura yang belum terlihat menikah tapi sudah hamil. Memegang ini semua karena ulah sister yang menangani dia tadi semua orang yang tahu hal itu menganggap jika Naura hamil anak dari pemilik rumah sakit yang sudah lama mencoba mendekatinya itu.
Apalagi yang notabenenya selama sebulan lebih ini si pemilik rumah sakit juga tak terlihat sama sekali. Karena tak ada yang mengetahui hal penangkapan Harun jadi semuanya masih binggun dimana si dokter ganteng itu. Para penggemarnya yang selama tak mendapatkan kabar dan frustasi akhirnya memutuskan untuk mencari tahu dimana dia berada tapi tak kunjung mendapat informasi. Bagaikan tikus yang masuk kedalam lorong bumi yang mana manusia tak anak bisa mendapatkan keberadaannya.
Ditengah masalah yang melanda keluarga Naura ada sesuatu yang sangat mereka rasakan. Kehampaan menunggu Fiki agar segera sadarkan diri dan kembali ke kota mereka. Tapi kekhawatiran anak kehamilan Naura yang akan seperti apa jika kembali ke kotanya dan mendapatkan cibiran dari orang-orang yang sudah mengenalnya. Apalagi mereka semua termasuk keluarga yang sedikit dipandang di daerahnya. Karena masalah ini akhirnya para bapak memutuskan untuk berunding masalah ini dikantin rumah sakit. Tak akan mungkin jika mereka harus seperti ini. Sudah hampir 3 bulan keluarga pak Catur merantau ke daerah pak Aan ini tapi Naura dan Fiki juga belum bisa nikah malah sudah buat anak lagiπ€¦π€¦π€¦.
__ADS_1
Hanya kopi hitam yang mampu membuat pikiran para bapak ini menjadi rileks kembali. Tak ada yang bisa menyaingi nikmatnya kepulan asapnya. Indra penciuman yang seakan-akan dimanjakan dengan aroma kafein kopi tersebut.
"Ah,,, akhirnya kita bisa minum kopi tanpa adanya para ibuk yang sedang sibuk mengurus cucu-cucu mereka itu, kata pak Rudi yang setelah menghirup aroma kopi dan menyesapnya. Nikmat tiada Tara bagi para pecinta kopi. Sambil berimajinasi akan indahnya hidup dimasa tuanya yang akhirnya bisa memiliki begitu banyak cicit ini. Karena bayangan yang ia ciptakan sendiri akhirnya ia tersenyum dan kembali melihat para sahabatnya yang ada di ruangan itu juga.
"Kenapa Mz, kok senyum-senyum. Pasti lagi mikirin yang tadi ya!! ,"tanya pak Cipto yang ada disebelahnya itu. Sedangkan pak Huda dan pak Catur serta pak Aan hanya diam dan menikmati kopi masing-masing. Tapi setelah pertanyaan pak Cipto tadi langsung menatap ke arah pan Rudi tadi.
"Aku gak nyangka akhirnya aku yang tadinya hanya memiliki anak satu sekarang mau punya cicit lagi. Bisa tambah rame keluarga kita nantinya kalau kaya gini terus, jawab pak Rudi polosnya. Yang akhirnya mengakibatkan para bapak yang lainnya tertawa.
"Udah pak gak usah dipikirin kami yang belum dikasih momongan aja pingin kok yang dikasih terus ngerasa gak enak, ucap pak Aan yang sambil menepuk pundak pak Catur. Karena nasib seseorang tak akan ada yang tahu kan mau seperti apa.
"Iya nak gak apa-apa kita bersyukur aja akan hal ini. Oya gimana kelanjutan dari ini semuanya. Kita sudah lama lho disini apalagi Fiki juga belum sadarkan diri kaya gini. Yang punya usaha pastinya anak terbengkalai jika terlalu lama ditinggalkan nantinya. Apakah tidak sebaiknya kita balik saja dan kita pindahkan ke rumah sakit di kota kita saja, kata pak Budi yang sedang mengutarakan apa yang ia inginkan. Karena jika tak seperti ini maka kita akan terus merepotkan nak Aan juga.
"Kalau saya dan istri gak apa-apa direpotkan pak toh kita adalah keluarga sekarang, jawab pak Aan tadi. Dan jika bapak mau pindah daya dan suami juga ingin ikut pindah kok pak kami ingin hidup berdampingan dengan Papa Huda dan Mama Fina, jelasnya lagi.
__ADS_1
"Syukur Alhamdulillah kalau kaya gitu kita ikut bahagia. Tapi kalau kamu ikut kami usah kamu nak?',"tanya pak Rudi yang tahu akan bisnis-bisnisnya itu. Tak mudah membangun bisnis dari 0 lagi apalagi klinik milik istri pak Aan yang sangat besar dan pastinya akan terbengkalai jika akan ditinggalkan nantinya.
"Tenang mz disana Aan juga bisa usaha kaya disini kan, apalagi jika kita mau ikut membatasinya pasti akan lebih mudah lagi kan mas, sahut pak Huda yang mencari dukungan untuk ini semuanya. Karena hanya sahabatnya yang ia andalkan selama ini. Saling mengutarakan satu sama lainnya juga pastinya.
"Ah sama siapa aja to Papa ini, kata pak Catur yang merasa jika pak Huda saat ini berlebihan. Apapun cobaan dan resiko yang akan kita hadapi kita lakukan bersama-sama Pah, ya udah jika keputusan semuanya final akan pindah ke tempat kita maka saya juga akan meminta ijin pemindahan pada rumah sakit agar segera akan dilakukan. Dan mungkin akan langsung berjalan lancar jika akan semakin cepat.
Setelah keputusan ada ditangan masing-masing akhirnya mereka semuanya langsung bergegas untuk kembali ke ruangan Fiki dan Naura untuk memberitahu pada sang istri masing-masing. Jika langsung bisa cepat di laksanakan mung juga akan cepat pula pemindahannya nantinya.
******
Walaupun Fiki dan Naura pindah nantinya, aku mohon kakak jangan pindah hati ya karena aku menyayangi kakak semua.πππ
like yang banyak kak.. tinggalkan jejak ya.
__ADS_1