CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kebahagiaan semua keluarga


__ADS_3

Semua yang ada disitu semua memberikan selamat pada pak Catur sedangkan Fiki dan Naura hanya saling memeluk karena menumpahkan kangen selama sebulan terpisah dan karena hanya ini yang mereka butuhkan saat ini.


Setelah dua jam akhirnya Dini dipindahkan ke kamar untuk perawatan dan bisa dijenguk oleh keluarga. Ada rasa sangat bahagia melihat keluarga mereka bisa kumpul bersama seperti ini. Dan saat Dini melihat kedua anaknya Fiki dan Naura datang langsung menyuruh mereka mendekat dan dia langsung mengucapkan terima kasih. Kalau bukan karena Naura yang membawa ia kesini mungkin dia tak tau lagi menjadi apa. Dan untuk Fiki walaupun dia tak begitu jelas tapi tau jika Fiki lah yang mendonorkan darah untuk memperlancar operasinya tadi. Dia bahagia sekali mempunyai kedua anak seperti Fiki dan Naura.


"Makasih ya nak, berkat kalian ibuk bisa masih berkumpul bersama disini lagi, ucap ibuk Dini yang sambil memegang kedua tangan anaknya. Dan kamu nak Fiki, yang tak tau ini kebetulan atau tidak pas ibuk butuh kok ya kamu pas ada disini tanpa mengabari ibuk dulu.


"Em, itu buk Fiki mau kasih kejutan buat Naura jadi semuanya sengaja gak Fiki kasih tau. Oya buk Adek Fiki laki-laki yang ternyata lebih ganteng dari Fiki apa besok Fiki kesaing gantengnya ya buk, goda Fiki agar ibuknya tersenyum.


"Ah, bisa aja kamu kalau menurut nenek Fiki juga ganteng banget kok, kan cucu nenek sahut nenek Dina yang melihat Fiki sedikit membahas tentang adik laki-lakinya itu. Karena ulah Fiki tadi seisi ruangan Dini tertawa mendengar ocehan dari Fiki yang tak terima itu.

__ADS_1


"Gak kok kamu tetap paling ganteng menurut Bapak. Oya kamu jadi mau lanjutin sekolah ditempat eyang, tanya pak Catur yang mendekati Fiki dan menepuk pundaknya.


"Jadi pak, Fiki mau jaga eyang kan ini waktunya Fiki juga mandiri disana nanti, ujarnya dan kembali melihat Naura yang duduk disebelahnya.


"Kalau kakak sekolah ditempat eyang aku juga mau ikut kakak kesana kan aku pinginnya sekolah jadi satu, kata Naura yang mengutarakan permintaannya itu.


Soalnya kalau beliau tidak mempermasalahkan Bapak juga gak bisa mengijinkan, perintah Bapak yang hanya memberikan syarat itu saja.


Karena permintaan Bapak dan keinginan ia sudah bulat maka Naura langsung mendekati kakak Huda dan nenek Fina yang ada di dekat bayi laki-laki itu.

__ADS_1


"Kek, nek Naura besok kalau lulus SMP boleh ikut lanjutin sekolah ditempat eyang ikut kakak?


Naura mohon kakak dan nenek mengijinkan ini semua, mohon Naura yang take pernah meminta apapun pada kedua Neneknya itu.


Kakek Huda dan nenek Fina hanya saling pandang mendengar permintaan Cucunya itu. Sebenarnya beliau ingin sekali Naura juga mau sekolah ikut mereka tapi ya bagaimana lagi.


"Kami ikut sekolah di rumah kakek aja sayang. Kakek dan nenek kesepian gak ada om Abi. Kan Kakek juga ingin menjaga Cucu Kakek juga to, pinta Kakek Huda yang mengiba pada anaknya siapa tau akan berubah pikiran.


"Naura pingin sama kakak aja kek, besok kalau kakak mau pindah kerumah Kakek Huda Naura juga mau kok, jawabnya tanpa Beben sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2