
Tak kunjung ada kabar semuanya semakin binggun karena sudah lebih satu jam setelah kedatangan keluarga pak Huda tadi dokter belum juga keluar dari ruangan. Sedang Fiki sudah hampir setengah hari di rumah sakit dan juga belum tahu seperti apa yang terjadi pada istrinya. Semua hening tak bisa berbicara apa-apa sedangkan Bu Dita masih bermain dengan anak-anak di taman mungkin agar mereka tak bosan. Tak lama dari itu keluarga besar akhirnya datang semua. Tanpa terkecuali semuanya hadir disini. Tangisan Fiki pun pecah karena akhirnya ia tak sendiri lagi begitu banyak keluarga yang sayang padanya.
Dan pas itu juga pintu ruangan Naura terbuka dan ada suster yang mendorong BOK bayi mungil dan melewati kerumunan orang-orang tadi. Bayi yang terlihat nampak lemas dan sedikit memutih di sekujur tubuhnya masih di berikan alat bantu pernafasan dan berbagai macam jenisnya untuk membuat agar bayi tadi tetap selamat.
Tangisan para ibu yang ada disitu pun pecah melihat penampakan seperti itu. Mau menanyakan hal itu mereka tak di perbolehkan karena suster tadi seperti tergesa-gesa untuk memindahkan bayi itu ke ruang khusus. Semuanya Napak tegangan dan panik. Tak ada yang bisa mereka tanyai atau pun dimintai penjelasan. Akankah ibu bayi tadi selamat atau apa. Yang terpenting lampu di luar ruangan tadi masih menyala menandakan jika didalamnya masih dalam penanganan medis.
Para kakek yang juga merasakan betapa takutnya akhirnya hanya mondar-mandir tak karuan karena ada yang kesana ada juga yang kemari. Jika di hitung Sudak 10 kilometer para Kakek tadi melangkah. Dan satu lagi kedua anak kembar Oca dan Oci juga belum kunjung datang ternyata mereka melakukan sholat di mushola rumah sakit agar diberikan kelancaran proses operasi ibuknya. Dengan dibantu dan di pimpin ibuk guru mereka menengadah meminta agar semuanya lancar tanpa halangan apapun.
Nenek Fina begitu sedih sampai-sampai ia menangis sambil sesenggukan di kursi sudut ruangan. Betapa beliau teringat masa dimana Aulia dulu pas melahirkan Naura waktu beberapa tahun silam. Akankah cucunya seperti ini, ketakutan yang begitu hebat di dalam hatinya.
__ADS_1
"Cekhlek..
Suara pintu ruangan Naura yang dibuka oleh dokter yang sedang selesai mengurus berjalannya operasi ini. Lebih dari 8 jam lamanya akhirnya ada titik terang adanya dokter yang sudah selesai menangani Naura itu. Semua keluarga akhirnya berlarian untuk mendapatkan informasi apa yang sedang terjadi pada Naura saat ini.
",Dok, bagaimana keadaan istri saya dok. Apakah saya masih bisa melihatnya saat ini. Pertanyaan Fiki yang langsung tak ada hentinya ia lontarkan.
", Maafkan kami Tuan. Untuk saat ini tidak ada yang boleh melihat kondisi nona dulu, karena kondisinya belum setabil. Tadi dalam pertengahan operasi tim kami begitu ketakutan karena detak jantung pasien sempet melemah. Tapi kuasa Tuhan berbeda karena beberapa detik detak jantungnya kembali normal. Oya dan kondisi bayinya yang prematur jadi kami kasih penganan yang intensif dulu. Ya udah saya pamit dulu ucapan dokter yang akhirnya meninggal keluarga besar itu.
Betapa Fiki bersujud dan tak lupa ia mengucapkan syukurnya pada Tuhan atas apa yang diberikan padanya. Mungkin beberapa hari lagi akhirnya mereka bisa berkumpul lagi dengan keluarga besarnya.
__ADS_1
*******
Beberapa hari akhirnya mereka lewat dengan menginap di rumah Naura dan Fiki demi melihat perkembangan kondisi Naura dan bayinya. Tak ingin sedikitpun mereka semua meninggalkan Naura jika belum begitu sembuh dan bisa kembali beraktivitas lagi. Rasanya mereka begitu tak ingin melewati waktu sedetikpun jika Naura belum bisa pulih lagi.
Pada akhirnya waktu itu tiba dimana Naura sudah diperbolehkan untuk pulang. Keluarga besarnya merayakan hal itu di rumah eyang dengan makan-makan. Karena bayi Naura masih harus dirawat di Rumah sakit jadi dalam acara ini belum bisa mereka ajak pulang kerumah. Tapi perkembangan yang baik tampak pada bayi mungil itu. Dan untuk Danu dan istrinya semakin dekat dengan keluarga Naura dan Fiki. Mereka seperti keluarga besar mereka juga.
Dan untuk kandungan dokter Vineta semakin membesar saja. Mungkin juga tinggal 5 bulan lagi lahiran. Dimana akan ada penerus-penerus yang akan mengembangkan usaha besar mereka itu.
Pokoknya kebahagiaan telah tercetak jelas di keluarga mereka. Tak ada lagi yang bisa membuat mereka tersakiti apalagi sampai membuat mereka menagis. Karena akhirnya keluarga besar itu bersatu untuk saling menguatkan satu sama lainnya. Tak terasa saya sudah lama tak melihat kebahagiaan yang terlihat di keluarga ini.
__ADS_1
Dan untuk akhir novel ini akhirnya hanya kebahagiaan seperti ini agar tak ada yang memisahkan mereka lagi. Jika saya teruskan untuk bab lanjutan aku takut ada pelakor atau ada yang memisahkan cinta mereka. Maka dari itu aku udah in aja ya kakak novelnya. Tunggu di novel berikutnya ya kakak karena kondisi saya lagi gak begitu bisa berfikir untuk lebih memforsir pikiran saya kaya dulu jadi hanya segini yang bisa saya berikan di novel ini. Jika beberapa waktu ini ada salahnya saya minta maaf kakak semua. Semoga dikehidupan yang kita jalani sebenarnya juga akan bahagia seperti cerita ini ya kak akan selalu ada Heppy endingnya.
Salam dari aku yang hanya apalah tak terlihat tapi masih bisa dirasakan. Salam dari aku kakak ❤️Hugo Wijaya ❤️