CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Masa kehamilan Naura


__ADS_3

Hari berganti hari akhirnya keluarga Naura pun sudah sedikit putus asa tak mendapatkan informasi tentang cucu kesayangannya itu. Sedangkan Fiki yang sudah kembali kerumah eyang pun juga sudah mengupayakan semua cara agar ia bisa mendapatkan titik terang keberadaan Naura saat ini. Dengan kejadian Naura yang menghilang kedua kakak Fiki yang biasanya terlihat sayang padanya sudah menjadi acuh tak acuh. Tapi Fiki sadar apa yang ia perbuat itu sangat salah jadi ia memilih tinggal jauh dari mereka itu. Setiap hari Fiki selalu tak berhenti mencari di tempat manapun sampai akhirnya ia menyadari sesuatu yang tak pernah ia pikirkan itu. Jika Naura menggunakan tabungannya maka Fiki bisa mengeceknya. Tepat siang setelah Fiki kuliah akhirnya ia pergi ke Bank untuk mengecek terakhir pengunaan dari Naura di daerah mana. Pas sampai di tempat yang dituju Fiki tadi langsung dilayani dan ditanya tentang apa yang ingin ia lakukan.


Teller yang membantu Fiki pun amat antusias karena Fiki memberikan informasi kalau adiknya melarikan diri, jadi hanya kartu ATM adiknya yang bisa dibuat pencariannya saat ini. Mungkin karena ia baru menyadari ini semua itu sudahlah terlambat karena sudah sekitar 8 bulan lebih Naura juga meninggalkan rumahnya. Itu berarti Naura sudah menginjak masa ke hamil an yang ke bulan ke 9 yang akan segera melahirkan. Mungkin jika Fiki mengetahui pun juga tak akan semudah membalikkan telapak tangan dan akan langsung ketemu tapi jika ada niat pasti ada yang bisa mendorong untuk tetap terus berusaha. Detik demi detik Fiki tunggu pas tepat didepan meja teller tadi dengan doa dan harapan jika akan menemukan titik terang keberadaan Naura. Pas sudah hampir 3 jam lebih akhirnya Nomor rekening Naura yang sedang dicari oleh Fiki tadi ketemu karena dapat dilihat dari wajah yang ditampakkan oleh petugas bank tadi.


"Maaf kak, apakah nomor ini benar masih aktif? tanyanya sambil melihat lagi napak kebingungan saat ini setelah melihat data yang ada di komputernya. Mungkin karena ada yang tak beres juga.

__ADS_1


"Iya kak, nomor itu aja yang dimiliki oleh adik saya, sahut Fiki sambil binggung kenapa petugas tadi menanyakan hal itu padanya.


"Karena didata terakhir pengunaan itu sudah sekitar satu tahunan lebih lho jadi saya kira udah gak aktif. Tapi tiap bulan saldonya selalu bertambah kak. Mungkin itu yang membuat kartu itu masih aktif sampai detik ini juga. Petugas itu yang memberikan informasi yang ia dapatkan pada Fiki pun percaya jika si pengguna kartu tak pernah melakukan transaksi sama sekali.


Sedangkan Fiki yang mendengar itu tadi langsung kembali lemas karena apa yang ia harapkan tak ada hasil juga. "Apa jangan-jangan Naura pergi dan tak mau ditemukan sama sekali sehingga tak mengunakan uang pemberian nenek dan kakek, batinnya setelah mendengar pernyataan yang dilontarkannya dari petugas bank tadi. Setelah ia memutuskan untuk pamit pulang akhirnya ia terduduk diam didalam mobil karena ia sudah tak tahu ingin berbuat apa lagi. Semua cara sudah ia lakukan dan keluarga yang lainnya lakukan tapi tak ada hasil terindah yang mereka temukan. Binggung bercampur tanda tanya pada pikirannya saat ini. Akankah Naura masih hidup atau dia jangan- jangan sudah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Jangan aku tak boleh berfikiran jelek tentang Naura pasti Naura lebih bahagia saat ini. Didalam mobil yang masih terparkir rapi tadi Fiki tak berhenti untuk memikirkan Naura sedangkan Naura sendiri saat ini merasakan kebahagiaan dimasa kehamilan itu. Walaupun kehamilan yang sudah memasuki menjelang persalinan tapi Naura tampak sehat dan gembira karena setelah kejadian ia drop dulu akhirnya ibuk Vineta dan suaminya memutuskan untuk mengajak Naura tinggal dirumahnya dikota agar beliau bisa menjaga kesehatan Naura. Apalagi kehamilan Naura juga buka kehamilan yang wajar mungkin karena ada keturunan atau apa maka Naura hamil akan kembar. Bahagia akhirnya ia biasa merasakan betapa ia bersyukur atas Rahmat Allah perkembangan kedua bayi didalam rahimnya itu. Nutrisi yang tak pernah berkurang sama sekali yang diberikan dari keluarga baru Naura saat ini. Kasih sayang yang juga tak berbeda jauh dari keluarga yang terdahulu. Hanya ia tak bisa merasakan betapa ia dimanjakan oleh suaminya karena ia tak ada niat untuk memiliki suami. Biarkan kehidupannya seperti ini sampai ia memutuskan untuk membuka hati untuk yang lainnya. Sedangkan segala upaya sudah dilakukan oleh dokter Vineta untuk membujuk Naura memberitahukan kabarnya kepada keluarga tapi tak pernah ia lakukan sampai ibuknya itu tak Ingin melihat Naura sedih terus.

__ADS_1


Sambil melihat kearah ibuk angkatnya itu Naura menagis dan menciumi kening ibuknya itu.


"Terima kasih ibuk telah merawat aku dan kedua anak ku buk, tak akan ku lupakan kau sampai kapan pun. Serta aku juga tak akan pernah melukai hati kalian berdua ayah, ibuk ucapnya sambil masih merasa bahagia tak terkira. Tepat saat itu juga ia terlintas bayangan Fiki yang tiba dihadapan dengan penampilan lusuhnya saat ini. Naura menangis setelah melihat hal itu tak percaya ia malah terfikir tentang ayah dari bayi yang ia kandung. "Maafkan Naura kak, Naura telah meninggalkan kakak, akankah kakak saat ini masih mencari-cari ku. Akankah engkau akan mengetahui anak kami nantinya, ucapnya sambil mengusap perutnya lagi. Entah kenapa perut yang ia usap tadi akhirnya merasa lebih mulas dan kesakitan. Keringat yang ia keluarkan saat ini tak sampai ia hiraukan.


"Awu,,,awu,, sakit buk, akhirnya yang ia rintihan.

__ADS_1


Dokter Vineta yang mendengarkan Naura merintis pun terbangun dan disusul pak Aan yang langsung khawatir dengan itu semua.


Di sela khawatirnya tadi dokter Vineta menyadari jika Naura ingin melahirkan dan langsung meminta suaminya untuk membantu memindahkan Naura di kamar rawat di kliniknya itu. Walaupun hanya dirumah tapi dokter Vineta juga membuka prakteknya jadi agak lebih bisa membuat Naura saat ini. Apalagi kondisi Naura yang juga sehat jadi tak meminta untuk pergi kerumah sakit juga.


__ADS_2