CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Memecahkan teka-teki


__ADS_3

Kenapa semua yang mereka lakukan akan menjadi bumerang bagi keluarganya sendiri. Karena binggun dengan semua ini akhirnya Fiki langsung menjauh dari keluarganya dan langsung menghubungi nomor seseorang yang ia kenal. Ia tahu ini semua pasti ulah dari Harun karena kemarin sore ia sempat mendapatkan pesan yang masih saja menerornya.


"Mau'mu apa Harun?


Kurang apa kau berbuat seperti ini pada keluarga ku. Aku tahu kau yang pastinya menaruh sesuatu di jus itu kan. Untung Oci dan Oca tak sampai meminumnya kalau itu terjadi aku pastikan kau tak akan selamat Harun, ucapan Fiki penuh emosi yang sangat menggebu karena kesabaran menghadapi Harun terkuras habis. Padahal ia tak pernah mempermasalahkan hal kemarin tapi ia selalu saja berbuat jahat pada keluarga besar Fiki.


"Hahahah


Ternyata kau pintar Anand. Itu hanya secuil dari rasa sakitku akan perlakuan bejatmu di masa lalu. Kau telah membuat adik sepupuku bunuh diri karena ia hamil tak ada orang yang mau mengakui dan bertanggung jawab. Apa kau ingat Beti yang kau jebak waktu itu?


Ya dia adalah sepupuku yang tak pernah ada yang tahu jika ia sedang hamil anak dari kau,,kata Harun menekankan kata kau pada Fiki yang terlihat jelas ternyata ia berhadapan dengan orang yang selama ini. ia cari bekeradaanya. Mungkin ini adalah awal dari karma yang kau buat sendiri Anand. Kita lihat siapa yang akan jatuh duluan aku atau kau. Jika keluargamu tak bisa aku buat menangis aku pastikan sendiri jika Tika yang akan menangis kehilangan'Mu. Hahaha


Tawa Harun mengema diruangan itu. Ia akan berusaha untuk membalaskan dendam Beti watu itu..


"Kak kau tahu di buku ku ada foto laki-laki dan perempuan yang selama ini telah membuat hidupku hancur. Ia yang tak mau tanggung jawab pada bayi ini. Aku hancur kak, orang tua ku tak ada yang mengetahui hal ini. Aku mohon kak jaga rahasia ini pada siapapun.

__ADS_1


Perkataan yang masih jelas di ingatan Harun saat ini. Perkataan Beti yang sebelumnya ia akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Dimana ia merasakan pergelangan tangannya yang terputus akan perbuatannya bunuh diri itu. Hingga tak terasa tetesan air mata Harun jatuh, tapi bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan akan mulainya pertempuran batinnya. Ia tak akan melepaskan Anand untuk bahagia sekalipun.


Akhirnya rencana pesta malam ini gagal karena kejadian saat itu. Semuanya akhirnya kembali keruang tengah untuk membicarakan tentang hal ini. Karena ini sudah kesekian kalinya hal yang tidak bagus menimpa keluarga ini. Teka-teki yang harus ia pecahkan saat ini sangatlah sulit. karena kejadian penculikan Naura waktu itu saja belum ada titik temunya saat ini ia malah ada kejadian yang lainya.


Pak Aan yang baru saja keluar dari ruangan cctv langsung mengutarakan jika ia melihat sosok laki-laki yang bertugas mengantarkan makan berada di sekitar minuman tadi. Ia pastikan jika yang melakukan hal ini adalah dirinya. Salinan Video sudah ia kirimkan ke pemilik catering yang karena wajahnya tak bisa terlihat jelas ia juga tak mengakui jika itu bagian dari anggotanya.


"Bagaimana ini pak, akankah Fiki dan Naura akan bisa melangsungkan pernikahan jika ada saja yang selalu berbuat seperti ini. Apalagi dari pihak catering tak mengakui jika ini dari bagian mereka?


Mau lapor polisi juga gak ada yang bisa berubah kan. Atau kita nikahkan cepat saja kedua anak ini mungkin setelah mereka sah nanti mau tinggal dimana biar mereka sendiri yang sama-sama akan memutuskannya. Pak Catur yang langsung mengutarakan apa yang ia pikirkan pada semua bapak yang ada di tempat itu.


Apa kita gak ajak dia dan istrinya pindah ke kota kita saja!


Nampak netra pak Rudi yang langsung melihat ke arah pak Aan yang sedang sibuk dengan layar HP yang mengirimkan Vidio kepada anak buahnya agar bisa langsung ia selidiki.


Pas dengan itu namanya di panggil akhirnya ia langsung menoleh pada pak Rudi yang sedang menatap beliau itu.

__ADS_1


"Iya pak bagaimana, maaf Aan sibuk sendiri dari tadi.


"Gini pak Aan, bapak meminta Naura dan Fiki langsung dinikahkan saja biar mereka sah dan memutuskan untuk tinggal dimana, dan jika mereka memutuskan untuk pindah ke kota kami, maka bapak mengajak dokter Vineta dan pak Aan ikut pindah saja dengan kami, penjelasan yang dilontarkan pak Catur yang sambil memegang pundak pak Aan agar tak ada kesalahpahaman yang terjadi.


Binggun dan haru karena dianggap keluarga oleh semuanya akhirnya pak Aan langsung meletakkan telfonnya dan memeluk pak Catur dengan hidmat. Betapa ia merasakan jika di dunia ini masih ada saudara yang ada disampingnya seperti saat ini. Dari bertahun-tahun mereka hidup hanya dengan pelayan yang akhirnya saat ini ia memiliki keluarga yang utuh.


"Sudah tak ada yang akan membuat kita pisah dari keluarga pak Aan. Jika pak Aan dan istri pun tak mau pindah juga kami tahu kok betapa beratnya untuk meninggalkan kota dimana kita lahir juga. Tapi akankah jika pak Aan masih disini akan aman-aman saja pak, kita tak bisa bersama terus karena urusan kami di tempat kami juga sudah sedikit lama terbengkalai. Sambil membalas pelukan pak Aan akhirnya pak Catur mengutarakan hal ini. Memang benar jika saudara kadang bisa sedikit ada masalah tapi jika orang yang baru kita kenal akan menjadi saudara yang begitu akrab.


Malam yang begitu haru karena semuanya akhirnya akan mempercepat proses pernikahan Naura dan Fiki. Tak ada yang ingin terjadi jika ditunda-tunda. Apalagi dalam Minggu ini teror yang mereka terima juga sudah amat sering.


Didalam kamar yang gelap akhirnya Harun bisa bersandar dan langsung menghubungi seseorang akan apa yang ia lakukan saat ini. Ia pastikan jika apa yang akan terjadi di sekitar rumah Tika akan ada kejadian yang lebih mengerikan dari sebelumnya. Walaupun pengawalan begitu ketat tapi ia bisa membuat hal itu lebih mudah dengan kekuasaan dan uangnya. Ia ingin Tika dan Anand tak jadi menikah dan Tika bisa ia miliki. Dengan begitu ia berhasil membalas dendam Beti yang sudah lama ia tutupi itu. Dengan keyakinan yang besar akhirnya ia akan menjadikan Tika orang yang akan ia jadikan teman hidupnya. Tak ada yang bisa memiliki Tika jika itu bukan dirinya sendiri.


"Hahahahah


"Tunggu waktu yang tepat saja Anand, sambil menusuk-nusuk foto Anand Harun berucap sendiri bagaikan orang yang kesetanan.

__ADS_1


__ADS_2