
Sudah 4 hari lamanya Fiki fokus mengurus eyang agar sembuh dan juga sekolah tak ia tinggalkan. Karena bantuan obat dan perawatan Fiki dan bik Ijem akhirnya eyang sudah sedikit sembuh dan sudah bisa beranjak dari atas ranjang sendiri tanpa bantuan siap pun lagi.
"Eyang udah bisa ke dapur sendirian? ',tapi jangan capek-capek ya biar pulih dulu, kata Fiki yang menegur eyang yang lagi sibuk buat masakan itu.
"Iya eyang habis ini juga udah kok, ini eyang cuma buat udang asam manis kaya apa yang dibilang ibuk kamu, katanya kamu paling suka masakan itu, ujar eyang pada Fiki yang baru tiba dari pulang sekolah itu.
__ADS_1
"Eyang bisa aja, jadi ke inget Naura kalau masak kaya gitu, biasanya yang buatin Fiki masakan itu Naura eyang, ya udah Fiki naik mandi dulu ya eyang nanti kita makan bareng ya. Oya buk Ijem kok gak kelihatan? 'kan belum waktunya pulang biasanya jam segini?
"Tadi bik Ijem pamit pulang duluan nak, katanya mau ke rumah saudaranya jadi keburu kemalaman, sahut eyang.
Setelah ngobrol sama eyang tadi Fiki langsung mandi dan kembali turun kebawah takut eyang juga nunggu lama, dan tak lupa Fiki mengambil foto yang sudah beberapa hari ini dia simpan itu. Mungkin kalau waktunya tepat ia akan menayangkan pada eyang. Sesampainya dibawah akhirnya Fiki langsung ikut eyang duduk di meja makan dan menunggu piring yang biasanya diambilkan oleh eyang.
__ADS_1
"Siap eyang, kita makan bareng bait eyang juga cepat sembuh ya. Karena makanan sudah tersedia akhirnya mereka makan bersama dan menghabiskan apa yang tersaji di meja saat itu. Walaupun masakan eyang untuk asam manis udang tak selezat masakan Naura tapi Fiki tetap makan dengan lahap karena ia tak mau menyakiti hati eyangnya. Dan dalam ajaran orangtuanya dia juga harus mensyukuri nikmat apa yang sudah diberikan. Tak butuh lama akhirnya makanan yang dihidangkan oleh eyang pun habis ludes tak bersisa. "Eyang biar Fiki aja yang cuci piring eyang istirahat disini aja, kan gantian dari tadi eyang udah sibuk buatin Fiki makanan, ucap Fiki yang langsung mengambil piring kotor yang mereka berdua pakai itu.
"Wah kamu walaupun anak laki-laki tapi bisa bantu eyang ya, bersyukur eyang ada kamu nak, jadi aktivitas eyang sedikit banyak kamu bantu, ujar eyang yang sambil tersenyum ke arah cicitnya itu. Beliau merasa jika didikan orang tua Fiki sangat lah bagus yang bisa membuat anaknya menjadikan sosok seperti Fiki ini.
Aktivitas yang dilakukan Fiki pun akhirnya selesai sudah dan waktunya ia ikut duduk bersama eyang di ruang tamu, sambil berjalan Fiki sambil menata hati dan perkataan untuk ia menanyakan hal tentang foto yang ada disakunya takut jika ia salah bicara dan mengakibatkan eyang bagaimana- bagaimana.
__ADS_1
"Nak sini, kamu mau buah apa biar eyang kupas in? ,tanya eyang yang melihat Fiki mendekat beliau itu.
Akhirnya Fiki langsung duduk disamping eyang. "Fiki minta jeruk aja eyang karena kalau Fiki makan pisang Fiki pasti akan kenyang sekali pastinya, jawab Fiki yang manja disamping eyang itu.