
Tak terasa akhirnya sudah seminggu lebih keluarga Naura menunggu Naura agar cepat sembuh. Terutama Fiki yang selalu menunggu dan membantu untuk menyiapkan kebutuhan yang Naura perlukan. Karena ia tak ingin melihat ada yang melakukan hal yang tidak di inginkan lagi. Sedangkan para bapak sudah sampai ke kantor polisi untuk menyelidiki akan kasus Naura adakah titik terang dari ini semua. Tak terasa keluarga besar Fiki dan Naura juga sudah sebulan lebih di tempat mereka saat ini. Meninggalkan aktivitas yang sebelumnya padat demi untuk menemui Naura dan Fiki. Sampai kedekatan Oca dan Oci begitu terjalin dengan sempurna. Mereka semua bersyukur memiliki keluarga yang sangat harmonis seperti sekarang ini. Sedangkan para ibu balik ke rumah untuk membahas persiapan yang akan digunakan untuk perencanaan pernikahan yang tinggal beberapa hari lagi. Karena fokus pada kesembuhan Naura sampai-sampai belum ada kesiapan apapun yang terlaksana di hari ini. Dari yang dibutuhkan tak ada satupun yang sudah di siapkan. Jadi dokter Vineta hari ini sengaja ambil cuti untuk membatu menyiapkan apa yang sudah direncanakan. Semua keluarga berharap jika pernikahan Naura dan Fiki akan sangat megah dan pastinya akan terindah di masa itu. Dari dukungan yang ada dapat dipastikan jika dari materi juga tak akan kekurangan.
Hari ini tepat hari dimana Naura diperbolehkan untuk pulang kerumah. Dari kondisi Naura yang juga sudah sangat membaik ini mereka berdua dengan Fiki tak sekalipun bertemu dengan Harun. Entah mungkin Harun juga gak akan sanggup jika berada didepan mereka. Semua yang sudah ia tutupi mungkin akan cepat ketahuan jika ia nekad melakukan itu.
Sesampainya keluarga besar itu pulang kerumah dokter Vineta karena Naura juga sudah diperbolehkan pulang. Semuanya nampak gembira dan melakukan pesta kebun yang akan dilakukan malam ini. Semua antusias atas apa yang sudah direncanakan ini. Karena selain merayakan kesembuhan Naura mereka semuanya juga ingin membuat kesan tersendiri sebelum akhirnya mereka semua kembali ke kota mereka itu. Sebulan berada di keluarga dokter Vineta sebenarnya mereka juga enggan untuk meninggalkan jika mereka akhirnya memutuskan untuk kembali. Tapi urusan mereka semuanya berada di kota sebelumnya.
Canda tawa sangat bahagia malam ini. Semua makanan yang di siapkan semuanya hanyalah masakan catering karena sudah capek jika harus menyiapkan sendiri. Tapi siapa sangka jika dimalam ini kebahagiaan yang mereka rencanakan sirna karena ada sesuatu yang terjadi di keluarganya itu. Kita tunggu apa yang akan terjadi karena ini semuanya tak luput dari pengawasan seseorang.
Setelah menu makanan sudah siap Oca dan Oci langsung berlari mengambil menu yang mereka sukai. Dari menu yang ada di sekitar situ banyak menu yang memenag kesukaan dari mereka. Dengan lahap mereka berdua memakan sus yang ada di atas meja makan itu sampai tak sengaja tangan kiri Oci menyampar gelas jus yang ada di dekatnya itu.
Prang...
__ADS_1
Suara gaduh akibat pecah dari gelas tadi. Tampak semua orang langsung menatap pada sumber suara tadi. Pak Aan dan pak Catur langsung berlari melihat keadaan Oca dan Oci kedua cucunya itu takut akan terkena pecahan beling.
"Oca sama Oci gak apa-apa kan?
Sini biar Opa bersihkan bekas kacanya. Pak Aan dengan telaten langsung memindahkan Oca dan Oci ke arah sebenarnya. Tapi siapa sangka tatapan melihat sesuatu yang sangat mengajal pikirannya.
Saling tatap antara pak Aan dan pak Catur setelah tatapan mereka berdua tertuju pada benda itu. Karena binggun akhirnya mereka langsung memungut dan memasukan di sapu tangan milik pak Aan.
"Ada apa pak, kok jadi diam semuanya. Pertanyaan yang dilontarkan ibuk Dini pada suaminya yang masih memegang sapu tangan tadi. Betapa ibuk Dini juga terkejut melihat potongan kecil-kecil dari mata silet yang di atas sapu tangan suaminya tadi. Betapa sakitnya jika barang tadi terlanjur terminum anak-anak. Tapi siapa yang sudah melakukan hal ini. Padahal semua makanan hari ini sudah dipesankan pada catering yang sudah lama sering dokter Vineta pakai jasa ya. Tapi jika itu semua bukan dari cateringnya juga tidak akan mungkin karena keluarga dokter Vineta juga tak akan ada yang bisa berhianat pada keluarga itu. Waktu yang digunakan untuk bersenang-senang akhirnya gagal karena kejadian ini. Mau dilanjutkan tapi akhirnya para ibuk langsung ketakutan jika terjadi hal yang sama lagi. Karena kebingungan akhirnya semua pelayan yang ada dirumah pak Aan langsung dikumpulkan oleh pak Aan dan istrinya. Di pimpin oleh ketuanya semuanya ditanya siapa yang melakukan hal ini. Tapi karena kesetiaan mereka akhirnya tak ada yang menjawab melainkan hanya terdiam saja. Tapi karena geram dan tak ada yang mengaku akhirnya pak Aan langsung menuju ruang cctv untuk mengeceknya langsung.
Karena ketakutan yang merasa jika keluarga besar mereka dalam bahaya akhirnya nenek Fina mendekati suaminya untuk mengucapkan sesuatu hal. Mungkin menyangkut tentang keamanan keluarga besarnya juga.
__ADS_1
"Pak apa gak mungkin jika pulang aja pak, kita ajak Naura pulang aja dari sini dia gak aman padahal kita juga hanya disini dari tadi kenapa hal ini juga terjadi?
"Apa jangan-jangan mereka hanya keluarga kita yang kita kenal juga ya pak?
" Aku jadi binggun mau bagaimana lagi. Jangan sampai keluarga kita jadi korban lagi lho pak🙏 mohon ibuk Fina mengiba pada suaminya agar mengutarakan pada kedua sahabatnya suaminya itu yaitu pak Rudi dan pak Cipto. Semuanya terancam keselamatannya entah ini musuh dari keluarga pak Aan atau keluarganya sendiri. Tapi baru saat ini beliau merasa jika ancaman begitu sebanyak saat ini.
"Kita tenang dulu sambil menunggu nak Aan datang buk. Jika ini memang karena ulah orang yang kita kenal mungkin kita langsung akan ajak mas Rudi dan mas Cipto balik aja. Karena jawaban
******
Minta maaf ya kakak-kakak karena untuk seminggu ini saya belum bisa up karena sedang tidak fit. Karena habis minum obat langsung tidur jadi jarang bisa nulis. Sebelumnya saya minta maaf atas kesetiaan kakak semuanya. Semoga semuanya diberikan kesehatan agar bisa melakukan aktivitas yang seperti biasanya. Amin2
__ADS_1