
Terimakasih atas bantuan kamu Danu. Kata dokter yang tadi keluar kau yang menangani Naura sampai ia bisa sadarkan diri ini. Aku tak tahu jika bukan kamu yang ahli pasti saya bisa menghukum aku sendiri atas kejadian ini, ucap Fiki yang sambil menepuk pundak Danu.
Sedangkan dokter kandungan yang ada diruangan tadi pergi karena ini sudah bukan urusan dia lagi. Masalah yang sebenarnya ia sedikit mulai faham karena managernya itu ternyata menyukai wanita bersuami yang kenyataannya ia malah sudah hamil dengan suaminya itu. Sungguh karir dan semuanya ia miliki dengan mudah tapi masalah percintaan dengan pasangan ia tak dapatkan.
"Iya Fiki, maaf kan aku juga karena aku kalian seperti ini. Aku sama Naura hanya makan bersama dan aku mengucapkan selamat atas kehamilannya itu gak lebih darinya. Tapi pas itu saya memeluk Naura bukan karena apa-apa tapi karena kenapa kalian bisa menikah jika kalian adalah sedarah tapi Naura menceritakan tentang kalian semua jadi saya tahu itu Fiki. Tolong jaga istrimu baik-baik karena hanya itu yang aku ingin kebahagiaan Naura nantinya.
"Makasih, aku tak bisa membalas apapun untukmu Danu. Jika berkenan suatu saat nanti kita makan malam dirumah ya. Ucapan yang akhirnya Danu tunggu. Jika sudah bisa merogoh hati Fiki ia akan bisa leluasa menjalankan misinya nanti.
Di ranjang rumah sakit Naura hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh Fiki dan Danu. Walaupun kadang ia tahu jika Danu sedikit berbohong tapi ia tak bisa melaporkan pada Fiki takut akan terjadi perkelahian lagi apalagi hutang nyawa aja belum ia bayar. Duh dapat dobel ni Danu. Perhatikan Naura dan fiki nantinya. Dan malam ini akhirnya Naura bisa berdua saja dengan Fiki tapi tak seperti biasanya ia lebih diam dari sebelumnya. Entah mau memulai pembicaraan begitu berat baginya takut ia juga menyinggung perasaan Fiki tadi. Apalagi ia juga merasa bersalah karena diam-diam ia bertemu dengan laki-laki lainnya. Walaupun sebelumnya ia tadi baik dan sudah bisa melupakan apa yang terjadi tadi pada Danu tapi dalam hatinya juga tak tahu apa yang sebenarnya.
"Ehem',,
Apakah kamu mau makan sesuatu sayang, ucap Fiki yang melihat Naura hanya tiduran dan diam saja sedari tadi ia masuk. Sebenarnya ia masih terluka atas semuanya tapi ia tak akan memperlihatkan kekecewaannya didepan Naura takut ia akan terguncang lagi.
__ADS_1
", Enggak kak, Naura belum ingin makan. Bagaimana keadaan anak-anak kak?
",Mereka sudah ada bibik, biarkan mereka dulu sekarang yang terpenting adalah kesehatan kamu, sayang.
"Makasih kak, dan maafkan aku yang sudah membuat semuanya kacau seperti ini. Seharusnya kita dirumah mendengarkan anak-anak cerita tentang keberhasil mereka di lombanya tadi. Sungguh ini tak ada dalam pikiran Naura jika Fiki akan tahu dan berujung ia harus menginap di rumah sakit lagi. Sampai ia sebenarnya malas untuk menelan obat yang begitu banyak dan beragam warna itu.
"Sudah aku tak mengingat itu semua kok asal kamu gak akan mengulangi hal itu lagi. Dan satu lagi kakak harap kamu akan jujur pada kakak apapun itu yang terjadi ya. Jadi tak ada kesalahpahaman pada kita. Kakak sayang sama kamu tak ingin jika kamu seperti ini sayang. Jika kakak bisa bersama kamu terus mungkin kamu tak bisa kemanapun itu sampai kakak sendiri yang ajak kamu pergi. Tapi kakak juga gak bisa mengurung kamu juga kan. Kepercayaan kakak jangan kau pergunakan dengan tak baik ya sayang". Sebenarnya ucapan itu sedikit menyinggung Naura tapi Fiki tak ambil pusing karena ia ingin tahu bagaimana expresi dari Naura itu sediri.
"Ya udah Adek jangan nakal ya, kuat-kuat di perut ibuk. Nanti ayah pesenin ya jasuke nya. Tapi satu Adek bujuk ibuk dong biar cium Ayah. Ayah kangen nih, ucapan Fiki sambil mengusap perut Naura.
",Ah kakak, ya udah aku cium sini biar aku dibelikan. Tapi gak boleh le....
Ucapan yang terpotong karena Fiki langsung mencium Naura duluan. Ia tak akan melepaskan kesempatan ini karena dari tadi siang ia seperti orang gila yang kehilangan arah karena Naura. Dan dengan adegan ini ia bisa sedikit melupakan apa yang istrinya lakukan tadi, yang terpenting ia memiliki jiwa raganya Naura juga kan.
__ADS_1
"Cheklek,
Suara pintu yang terbuka dan Danu yang melihat adegan 18+ langsung menutup kembali pintu itu. Ia tak ingin melihat apa yang seharusnya ia tak lihat. Perasaan siapa yang tak terluka melihat pemandangan seperti itu tepat didepan kita. Sebenarnya Fiki dengar suara pintu tadi tapi ia tahu jika dengan ini Danu yang ia sedikit percayai itu ada rasa juga dengan istrinya.
Dulu jika bukan karena foto Naura yang berciuman dengan Danu, dia juga tak melakukan hal yang keji pada Naura sampai ia membuat Naura berpisah dengan keluarga besarnya itu. Tapi jika bukan karena itu mungkin ia juga tak bisa bersatu dengan Naura dalam ikatan pernikahan seperti ini. Ada imbal balik dari perbuatan yang ia lakukan tinggal dia saat ini menjaga permatanya agar tak diambil oleh orang lain lagi.
Danu yang tiba diruangannya terus marah-marah tak tentu. Semua berkas yang ada di meja berserakan di lantai semua. Ia seperti kalah karena ia tak bisa berbuat apa-apa. Dia yang hanya bisa mencintai dari jauh tak begitu terlihat oleh orang yang ia cintai itu. Apalagi ia yang tahu jika Naura malah sudah memiliki dua anak kembar yang itu sudah lima tahun yang lalu itu. Seperti lamanya ia kehilangan Naura yang setelah kejadian ia mendekati Naura waktu itu. ",Andai Naura waktu itu aku yang memiliki kamu duluan pasti aku akan buat kamu bahagia sekali.
❤️❤️❤️❤️❤️
Terimakasih kasih kakak ku semua. Atas dukungan kakak saya bisa menulis sampai di bab ini. Sebenarnya sudah ingin END tapi kenapa malah semakin seru bagi saya. Atau bagi kakak semua terlalu bertele-tele ya. Aku minta sarannya aja kak karena saran kakak berguna bagi saya💞. Dan semoga cerita ini tak membuat kakak jenuh ya untuk menghadapi hari-hari. Walaupun kadang saya hanya bisa Up 1 bab perhari tapi sebenarnya ingin lebih tapi belum bisa🙏🙏🙏. Jadi ya hanya sebisa saya kakak semua. Salam kenal dari ku kak 💞💕💞
❤️HUGO WIJAYA ❤️
__ADS_1