
Hari ini Naura yang sibuk menyiapkan untuk ujian kenaikan kelas pun tak sempat memegang ponselnya. Jadi dia juga tak memperdulikan kabar dari Fiki yang memang sedari bangun tak menghubunginya itu. Karena dari bangun tidur ia tak berhenti mengobrol dengan eyang yang sangat rindu dengannya. Dari kedekatan inilah yang membuat eyang sangat sayang dengan sosok Fiki.
"Eyang, hari ini kita keluar untuk melihat kebun teh ya biar Fiki juga bisa bantu ibuk-ibuk disana.
"Boleh kesana tapi kamu lihat aja nak, gak usah ikut bantu ngerjain kan mereka sudah bertalenta juga. Kan kamu kesini hanya untuk menemani eyang kan gak untuk eyang suruh kerja kaya gituan.
"Kan kalau Fiki besok bisa menetapkan disini biar Fiki juga bisa eyang, rengekan Fiki agar eyangnya mengijinkan hal itu.
__ADS_1
"Emang Fiki udah mau tinggal sama eyang kok bilang kaya gitu. Kalau kamu benar eyang akan bersyukur dan akan memberikan bonus untuk hari ini pada pekerja yang masuk di kebun sayang.
"Kalau Fiki di ijinkan Fiki yakin Fiki mau tinggal disini kan disini adem eyang jadi Fiki masih bisa berfikir jernih jika ada tugas sekolah yang menumpuk, dan hitung-hitung biar bisa menemani eyang dihari tua. Alasannya yang Fiki berikan sangat bertolak belakang pada hatinya yang tak ingin tinggal di tempat eyang untuk menetapkan dan melanjutkan sekolahnya. Tapi untuk menghilangkan rasa yang ada pada Naura ia semalam memutuskan untuk berbicara tentang ini pada eyang agar eyang mau memberikan pengertian pada kedua orangtuanya nanti. "Oya eyang ada satu syarat lagi, Fiki mau nanti eyang yang minta pada orangtua Fiki ya tentang ini semua agar beliau mau memberikan jawabannya.
" Iya masalah bapak sama ibukmu biar eyang yang bicara nanti yang terpenting kamu harus tinggal disini benaran lho, kan rumah ini sudah jadi milik kamu nak maka kalau bukan dari sekarang kapan lagi kamu akan menempatinya apalagi mumpung eyang juga masih bisa bersama dengan kamu kan.
Dengan usaha sekuat hati Fiki tekatkan untuk bisa merubah perasaannya pada Naura secepat mungkin. Apalagi ia juga saudara sedarah yang tak akan mungkin bisa bersatu. Dengan adanya ini semoga ia dan Naura bisa merubah perasaan satu sama lainnya.
__ADS_1
*******
Pulang sekolah Naura yang menunggu Bapak tak kunjung datang akhirnya duduk didekat gerbang pintu masuk. Dan pas saat itu juga ada Beti yang juga menunggu dijemput oleh sopirnya.
"Tumben ni si pacar gak jemput ceweknya, atau jangan-jangan si pacar udah dapat cewek cantik lagi, ledek Beti pada Naura yang semenjak kejadian dikantin mereka tak teguran sama sekali.
Naura yang mendengar ocehan Beti hanya untuk membuat dirinya ingin marah akhirnya hanya diam tak membalas tentang hal itu. Biarkan nanti lama kelamaan dia juga akan diam kalau tak ditanggapi.
__ADS_1
"Woe helo,, apa jangan-jangan si pacar dilarang oleh orangtuanya ya karena si cantik gak punya harga diri, merasa tak ditanggapi Naura akhirnya ia bilang seperti itu.