CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya Fiki yang meminta maaf kepada Naura


__ADS_3

"Au... teriakan Fiki yang ternyata dia sudah mencoba bangun dan berdiri ingin mengejar Naura tapi tarikan infus yang ia tarik paksa tadi mengeluarkan begitu banyak sekali darah. Samapi Naura yang sudah sampai dekat pintu langsung berbalik dan berlari ke arah Fiki. Rasanya walaupun ia sudah begitu sakit hati tapi ia tak terima jika saat ini Fiki merasakan sakit.


"Kak,, Kakak...


Naura yang panik langsung menghampiri Fiki dan langsung menuntunnya ke ranjangnya lagi. Dengan hati-hati Naura membantu Fiki untuk berbaring lagi.


"Sudah jangan hiraukan aku Kak, walaupun aku bersamamu tapi jika tidak didasari oleh keparcayaan suatu saat juga akan runtuh juga rumah tangga kita. Biarkan aku mencari sesuatu yang bisa membuat kehidupan kami nantinya nyaman. Ini semua juga tak seutuhnya kesalahan Kakak kok aku juga sudah salah menyerahkan harga diriku untuk orang yang ternyata tak bisa menghargai pengorbananku ini. Andai aku tak memberikannya ke percayaan mungkin aku belum akan hamil lagi seperti ini. Kata yang Naura ucapkan ini tak luput dari penyesalan yang ia lakukan selama ini. Ia tak menyangka Kakaknya berbicara seperti itu tadi. Wanita manapun akan murka jika di bilang itu jangan-jangan bukan anak darinya sedangkan dia sendiri yang telah melakukan sesuatu di malam itu.


"Maafkan Kakak, Naura Kakak mungkin salah kepadamu dan sulit untuk kau maafkan tapi jangan kau sekali-kali meninggalkan Kakak lagi hidupku hanya untuk kalian semua. Jika kau ingin pergi dariku bunuh saja aku Naura agar aku bisa lebih tenang jika kau sendiri yang membunuhku. Kalau tidak aku akan meminta maaf pada anakku yang kau kandung itu agar kau memaafkan aku sayang.


"Ini bukan anakmu Kak, jadi jangan kau minta maaf padanya. Yang kau pikirkan saat ini apa?


Kau baru menyadari betapa kau membutuhkan aku dan anak-anak mu?

__ADS_1


Tapi kau ingin kata-kata yang kau ucapkan tadi akankah aku ingin betapa kau melukai hatiku ini seperti apa Kak!


Aku akan tetap pergi dan jangan Kakak halangi. Sudah cukup aku bahagia beberapa bulan yang lalu semoga aku akan menginggat apa yang kau berikan padaku ini Kak. Mungkin karena hatinya yang begitu sakit sehingga Naura tak bisa memaafkan apa yang Fiki perbuat tadi.


"Ok jika kau ingin tetap pergi dari ku aku juga akan pergi darimu untuk selama-lamanya. Jika anak yang kau kandung itu anakku maka ia tak akan membiarkan kita berpisah seperti ini. Tapi jika kau tetap ingin pergi dariku aku pastikan jika itu bukan darah dagingku. Kau tahu Naura bagaimana sifat aku, aku tak mau jika kau dekat apalagi kau makan bersama sambil disupai itupun didepan aku. Kau ingat waktu kau berciuman dengan teman laki-lakimu dulu yang akhirnya membuahkan hasil Oca dan Oci waktu itu. Aku tak rela kau bersama orang lain Naura. Karena ia itu terbawa emosi akhirnya Fiki langsung mengambil pisau buah yang ada di meja sampingnya padahal darah yang tadi aja belum kering ia sudah gunakan dengan semangatnya untuk bunuh diri. Pisau itu langsung ia letakkan ke bagian perut miliknya sendiri agar Naura tahu betapa ia mencintai Naura itu.


"Ok Naura rawat bayi itu untuk ku, aku akan bahagia jika kau beritahukan siapa ayahnya yang sebenarnya pada bayi itu nantinya. Pas pisau itu akan di ayunkan ke perut Fiki, Naura langsung berteriak dan terjatuh bagian kedua kakinya langsung mengalir darah segar, karena panik akhirnya Fiki langsung menekan tombol bantuan dan memindahkan Naura ke ranjangnya. Ia takut terjadi apa-apa pada Naura dan pada bayinya itu. Walaupun sebenarnya ia juga bimbang antara anaknya atau bukan tapi ia tetap akan merawatnya untuk semuanya menjadi baik lagi.


Dua dokter langsung berlari ke ruangan Fiki dan kaget melihat Naura yang ternyata tertidur di ranjang pasien itu. Karena saking paniknya akhirnya Fiki langsung menyuruh kedua dokter tadi memeriksa keadaannya. Tapi siapa sangka jika kedua dokter tadi Danu yang ia benci juga ada disitu.


"Maaf pak, ini harus mendapatkan perawatan intensif karena sepertinya kondisi janin yang ada di perut pasien sudah semakin melemah, jelas dokter satu yang sudah mengecek kondisi Naura itu. Sedangkan Danu kaget akan penjelasan apa yang dia dengar tentang janin...


"Tolong lah dok. Apapun yang terbaik untuk Naura aku mohon Dok, pinta Fiki yang langsung mengambil ponsel Naura dan menghubungi keluarganya. Ia takut terjadi apa-apa pada Naura. Saking bingungnya akhirnya Fiki tak melihat expresi wajah Danu saat ini yang binggung apa yang terjadi antara Fiki dan Naura itu. Tapi ia akan tetap mengetahui apa yang terjadi pada mereka itu. Danu yang tadinya bengong langsung ikut membantu teman dokter.

__ADS_1


"Dok sebenarnya berapa usia kandungan pasien Dok. Kenapa terjadi seperti ini padanya padahal tadi pagi dia baik-baik saja lho, kata Danu pada temannya itu. Sedangkan Fiki sibuk dengan ponsel yang menghubungi keluarganya tadi.


"Sepertinya usianya baru 4 Minggu dokter, tapi mungkin karena faktor pikiran atau mungkin faktor kondisi badannya yang membuat dirinya saat ini seperti ini. Dan jika ia tak mendapatkan penanganan yang sesuai bayinya akan hilang Dok, mungkin tak bisa diselamatkan lagi, jelas dokter yang satu tadi pada Danu.


Jika baru 4 Minggu berarti dia hamil muda dan masih dalam kondisi ngidam, pantesan dari waktu itu dia makannya lahap kaya gitu berarti bawaan bayinya. Pikiran Danu tak kunjung berhenti disitu karena ia juga ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga Naura seperti ini. Jika tak ada yang mau tanggung jawab Danu siap akan bertanggung jawab akan anak yang dikandung Naura itu.


Setelah dokter spesialis kandungan datang akhirnya semuanya langsung dikerjakan dengan teliti takut janinnya semakin lemah. Sedangkan kondisi Naura sendiri juga masih lemah.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada pasien? Kenapa sampai seperti ini pak? ,"tanya dokter spesialis kandungan pada Fiki tadi. Setelah penanganannya pada Naura sudah ia lakukan. Setelah beberapa menit dokter tadi menangani Naura.


"Sebenarnya kami tadi sempat berantem Dok, mungkin ini salah saya dan mungkin karena kelalaian saya sebagai laki-laki yang tak tanggung jawab. Saya salah Dok aku rasa ini salah saya Dok. Jawaban Fiki yang langsung jadi pusat perhatian ketiga dokter yang ada di dalam tadi.


💞💞💞💞

__ADS_1


Maaf kak kemarin kakek sepupu saya meninggal jadi gak bisa Up untuk dua hari yang lalu... Komen n like ditunggu kakak...


__ADS_2