
Malam yang dingin di bulan ini sangat dirasakan oleh semua orang. Perubahan musim yang begitu banyak membawa perubahan pada kesehatan semuanya. Dengan dibantu Fiki akhirnya Naura diantar ke kamarnya di ruangan atas karena ia takut Naura akan kecapekan juga. Sedangkan Oca dan Oci masih bermain di bawah dengan Omanya. Setelah masuk ke kamar Naura dan menutupnya rapat Fiki langsung membopong tubuh Naura ke ranjangnya. Karena masih memakai kursi roda akhirnya Fiki yang melakukan hal itu. Tapi siapa sangka pas tubuh Naura yang sudah di letakkan di ranjang tadi Fiki langsung mencium kening Naura dengan penuh Cinta. Selama ini ia baru memiliki waktu sedekat ini dengan Naura.
"Sayang bolehkah kakak memeluk tubuh'mu, kakak merindukan tubuh yang lima tahun ini telah meninggalkan kakak sendirian ini. Tapi jika kau tak menginginkan hal ini kakak tak akan melakukannya. Karena ia takut melakukan hal yang tak di inginkan Naura akhirnya Fiki memberanikan dirinya bertanya terlebih dahulu.
Dengan angguk kepalanya Naura langsung melihat ke arah Fiki dan berharap jika waktu yang ia juga inginkan seperti dulu tak akan cepat berlalu. Ia ingin waktu dimana ia bersama dengan kakaknya yang ia cintai ini. Dengan rasa kangen yang menggebu-gebu akhirnya Fiki langsung mengecup bibir mungil Naura dan memeluk pinggang tubuh mungil itu agar semakin dekat. Ciuman yang ia harapkan bisa mengobati rasa kangen yang selama ini ia cari. Lum..atan demi sesapan ia ciptakan untuk memperdalam permainan bibir itu. Saling memadukan lidah yang penuh gairah. Dibawah sinar lampu di kamar itu yang sangat indah untuk dua insan yang sedang di landa rindu itu. Dengan lincah tangan Fiki bermain di dalam baju yang digunakan oleh Naura. Berharap jika ia akan menemukan apa yang ingin ia cari. Dengan cepatnya Fiki langsung menemukan apa yang ia cari dan bermain dengan jari-jarinya.
"Akh...
Suara desahan Naura yang tak sengaja ia keluarkan. Karena ini yang ia lakukan dalam keadaan sadar satu sama lainnya yang tak ada paksaan sama sekali. Tampak nyaring di telinga Fiki saat ini. Dengan gairah yang semakin menjadi akhirnya Fiki langsung mengajak Naura untuk semakin berbaring agar ia bisa bermain dengan nyaman apa yang sedang ia mainkan dengan jari-jarinya. Entah dengan dorongan apa akhirnya Fiki berhasil menyesap benda itu dengan leluasanya. Tanpa ada halangan seorangpun akhirnya kedua sejoli itu terbuai dengan permainannya.
"Akhh,,
Desahan Naura yang indah menemani kesahduan malam ini. Dengan beringasnya Fiki meninggalkan beberapa tanda yang membuat Naura semakin menggila juga.
"Api, api, api
__ADS_1
"Ada api tolong-tolong teriakan dari luar yang terdengar dari dalam kamar Naura yang langsung mengalihkan perhatian Fiki. Fiki yang asik langsung duduk dan membantu Naura untuk duduk kembali. Sakit yang ia rasakan karena telah membangunkan sesuatu yang ia tahan akhirnya memutuskan untuk keluar dan mencari sumber suara itu. Betapa terkejutnya ia melihat kobaran api yang terdapat dari arah dapur. Dengan tergesa-gesa akhirnya ia langsung kembali ke dalam kamar Naura dan membopong orang yang ia cintai itu. Walaupun Naura sudah dinyatakan sembuh tapi tenaganya belum bisa begitu pulih untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Sambil membopong tubuh mungil tersebut akhirnya Fiki berlari agar Naura tak terjadi apapun. Karena gumpalan asap sudah semakin banyak akhirnya ia begitu kesulitan untuk melewati jalan untuk turun kebawah.
"Fiki kamu ada dimana nak?
Teriakan yang bersumber dari bawah yang tampak sedikit kebingungan itu. Tapi karena semakin banyaknya asap akhirnya iapun juga tak bisa melihat keluarganya yang lainnya.
"Sayang peluk kakak, kita akan turun dan keluar dari rumah ini.
"Tapi kak, uhuk... uhuk....uhuk
Karena semakin begitu banyak gumpalan asap di ruangan atas sehingga Naura semaikan terisak. Nafas yang begitu berat terdengar di telinga Fiki. Semakin mengetahui hal ini semakin cepat pula langkah Fiki agar cepat langsung keluar.
Uhuk,,uhuk..
Suara batuk dokter Vineta yang berhasil masuk kerumahnya lagi. Sambil menutup hidungnya ia langsung masuk tak menghiraukan gumpalan asap yang semakin banyak itu.
__ADS_1
"Sayang,,Uhuk...uhuk..
Suara dokter Vineta yang semakin melemah itu. Ingin rasanya ia keluar tapi sudah tak bisa lagi karena ia sudah terlanjur di tengah-tengah ruangan.
"Sa..yang...uhuk..uhuk
Teriakkan dokter Vineta yang akhirnya ia langsung tak sadarkan diri ntah tangan siapa yang berhasil menangkap tubuh dokter Vineta yang sudah tak berdaya itu.
Dengan lembutnya kedua tangan kekar itu langsung membopong tubuh dokter Vineta yang sudah tak bertenaga itu. Karena banyak menghirup asap yang semakin banyak itu akhirnya dokter Vineta langsung tak bisa melihat sekelilingnya. Ingatan tentang wajah yang begitu mirip dengan dokter Vineta langsung terniang di ingatan orang tersebut. Ya ia adalah pak Catur yang masih mengingat mendiang istrinya yang sudah lama meninggalkan dirinya itu. Dari wajah yang teduh ini ia sangat mengingat almarhum istrinya.
"Jangan dia buka istrimu ,'Catur. Bisikan dari telinganya yang sambil melihat wajah dokter Vineta ia berjalan untuk keluar rumah lagi. Karena kejadian ini akhirnya ia bisa merasakan jika tubuh Lia kembali di gendongannya itu. Wajah cantiknya, dan semuanya adalah miliknya istrinya bak pinang dibelah dua tak ada yang berbeda.
Setelah sampai luar pak Catur yang dibantu oleh para ibu-ibu langsung meletakkan tubuh dokter Vineta agar pikiranya kembali jernih juga. Sambil menggelengkan kepalanya ia kekeh tak boleh berfikiran yang tidak-tidak. Dan pas waktu itu juga pak Aan keluar dengan Naura dan Fiki yang masih sedikit bertenaga tapi sudah begitu lemas. Berbeda dengan dokter Vineta yang langsung pingsan dan belum juga sadarkan diri.
"Kenapa istri saya ibuk?
__ADS_1
Kepanikan pak Aan yang melihat istrinya terkujur lemas di pangkuan ibuk Fina yang menangis sedih itu. Sedangkan pak Huda masih sibuk dengan minyak kayu putih di hidung dokter Vineta berharap agar ia segera siuman. Tapi tak ada pergerakan sama sekali dari tubuh mungil itu.
****Terimakasih atas waktu kakak semuanya yang mau membaca ceritaku ini. Semoga sedikit menghibur. Oya kak belum bisa semaksimal yang kemarin-kemarin ya😀😀😀 soalnya masih belum bisa begadang nihðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ’•💕