CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Semua Cerita Naura


__ADS_3

Dengan perlakuan dokter yang begitu lembut akhirnya Naura meminum teh hangat yang sudah dibuatkan oleh perawat tadi. Setengah gelas habis langsung ia meminumnya.


"Maaf dok, saya tadi kenapa ya kok tiba-tiba saya ada disini, tanya Naura yang balik menanyakan itu semua pada dokter yang duduk didepannya itu.


"Tadi kamu dibawa oleh petugas kebersihan posisi kamu pingsan sayang, jelasnya. Oya apakah kamu bersama keluarga kesini? 'tanya Dokter lembut.


"Saya sendirian dok, dan untuk saat ini saya akan pergi mencari rumah kontrakan yang bisa saya sewa dok, jawab Naura sambil menunduk kan kepalanya. Membayangkan betapa sulitnya mencari rumah kontrakan nantinya.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah mengetahui jika kamu sedang hamil sekitar 5 Minggu sayang, kenapa tak ada yang mengantarkan kamu satupun dari keluarga atau suami paling tidak, kata dokter tadi akhirnya membahas tentang itu semuanya.


Tangisan Naura yang tersembunyi akhirnya terlihat dari dokter tadi dan langsung dapat di hibur olehnya, pelukan hangat baginya orang tua asli yang sedang menghiburnya saat ini.


"Udah kamu cerita aja sama ibuk, Ibuk gak akan gimana-gimana kok, kata dokter tadi dan mengisyaratkan agar perawatan yang ada diruang itu pergi dan meninggalkan mereka berdua. Sambil mengusap punggung Naura lemah akhirnya Naura bisa tenang dan akan menceritakan semaunya.


"Terus yang membuat kamu hamil?

__ADS_1


Apakah dia tahu, tanya dokter lagi karena melihat Naura yang masih sedikit remaja beliau memastikan jika mereka melakukan atas dasar suka tapi masih dilarang orang tuanya, pikirnya begitu.


"Yang menghamili saya tidak tahu jika saya melarikan diri juga dok, yang terpenting saat ini saya akan menjaga anak ini sepenuh hati, dia orang yang aku sayangi dok tapi kita ditakdirkan tidak untuk menjadi satu, jelas Naura yang menutupi tentang Fiki.


Karena mendengar cerita dari gadis didepannya saat ini akhirnya dokter tadi langsung pamit pada perawatan untuk pulang dan mengajak Naura untuk tinggal sementara dirumahnya karena beliau belum memiliki anak jadi rumah yang sebesar itu hanya ia gunakan bersama suaminya dan para pembantunya. Sedikit ada kebahagiaan ia bisa mengajak Naura untuk tinggal dirumahnya tapi apakah ia juga tak menyarankan untuk menghubungi keluarganya agar ia juga tak dicarinya. Egois pastinya jika ia tak memikirkan perasaan orang tua gadis itu, tapi mau bagaimana lagi jika ia juga memaksanya mungkin Naura juga tak akan bisa merasa nyaman dirumahnya itu. Apalagi setatusnya saat ini mereka sedang berdua dengan janin yang ada dikandungnya yang juga butuh nutrisi, jangankan sampai ia pingsan kaya tadi itu akan membahayakan kesehatan keduanya. Sekarang beliau tinggal memikirkan bagaimana jika suaminya tak mengijinkan Naura untuk tinggal dirumahnya nantinya.


"Ya udah kamu masuk dan istirahat di kamar ini dulu aja ya, jangan lupa minum obat yang ada dimeja sebelah kamu ya, pamit dokter yang meninggalkan Naura keluar dari kamar yang Naura pakai tadi.

__ADS_1


__ADS_2