
Dua hari telah berlalu, setia detik pun Fiki selalu menghubungi Naura menanyakan kondisinya saat ini, dan mungkin bisa dibilang seperti Fiki ada disampingnya yang selalu mengecek kondisinya.
"Gimana dek, udah mendingan dari kemaren kan? 'tanya Fiki yang pulang sekolah menghubungi adiknya itu.
"Udah mau kering kok kak, kata dokter besok udah boleh pulang kok, Oya Naura jadi gak ikut ujian kak gimana ni kan ini ujian tengah semester.
"Udah besok kamu ikut ujian susulan aja kan tinggal bilang ke Bapak untuk atur in jadwalnya ke guru dek, ya udah kalau kamu udah agak mendingan kakak pamit dulu ya kakak mau mandi gerah banget dari pulang sekolah keingetan, pamit Fiki yang memberikan waktu pada Naura agar dia istirahat juga.
__ADS_1
Setelah pamitan pada Naura bukannya dia mandi tapi malah menghubungi seseorang yang tak lain adalah orang yang Fiki mintai untuk mengetahui siapa yang sudah melukai Naura.
"Halo bro kamu udah tau siapa yang sudah melakukan hal itu, tanya Fiki langsung di intinya.
"Baru aku mau menghubungi kamu malah udah menghubungi aku duluan bro, ternyata yang nglakuin ini semua itu Beti, Fik gak tau motifnya itu masih kaya dulu dendam atau tanpa sengaja beneran, yang pasti yang nglakuin dia bro, katanya yang memberitahukan apa yang ia ketahui.
"Ok kalau gitu aku minta tolong lagi bro, tolong carikan nomor ponselnya Beti ya jangan sampai besok, pokoknya malam ini juga sudah ada di aku, pinta Fiki yang mengharuskan agar terlaksana. Mungkin baginya apa yang ia harus mau juga harus terlaksana juga kali ya. Setelah meminta pada temannya tadi akhirnya ia langsung mematikan teleponnya dan langsung mandi agar pikiran lebih jernih lagi untuk mencari cara agar bisa menghukum Beti.
__ADS_1
"Halo, nomor siapa ya' kata Beti yang menerima telepon dari Fiki tersebut. Karena nomor baru jadi Beti juga binggun siapa yang sudah pukul 21.00 menghubunginya.
"Halo, apa ini benar nomor Beti, ini aku sudah mencari nomor kamu lama baru dapat sekarang, gimana kabar kamu Beti karena aku sekolahnya sudah gak di daerah situ maka aku gak bisa ketemu kamu lagi, goda Fiki yang belum menyebutkan identitasnya, ya biar Beti terbawa suasana bahagia dulu pikirnya.
"Ini siapa sih, aku baik-baik aja tapi aku juga penasaran kalau kamu gak jujur kalau kamu itu siapa, Beti yang sangat penasaran pun akhirnya langsung duduk dari posisinya semula yang tiduran.
"Ini aku Fiki, aku sekarang pindah rumah jadi gak bisa sekolah di daerah situ lagi, jujur Fiki berharap Beti akan bisa langsung bahagia mengetahui bahwa ia adalah Fiki.
__ADS_1
"Ngapain kakak telfon aku, tanya Beti yang nampak sedikit ketakutan takut jika Fiki menghubungi dia membahas Naura.
"Gak kenapa-napa aku cuma pingin kenal kamu aja, kamu orangnya pemberani sih jadi aku pingin kenal lebih aja, kata Fiki yang membuat Beti sedikit percaya jika Fiki tulus.