
Tepat di hari ini dan bulan ini Naura dan Fiki sudah memasuki bulan ke-4 mereka berpisah. Dari hari ke hari akhirnya Naura yang tadinya marah bisa Fiki bujuk dan kembali membaik. Fi hari ini Fiki harus ijin nggak masuk sekolah karena harus mengantarkan eyang kerumah sakit. Sudah 4 hari lamanya eyang terbaring di atas ranjang tak bisa untuk apa-apa. Karena keluarga yang lainnya tak diperbolehkan untuk diberitahukan kondisinya maka eyang juga tak mau menyusahkan Fiki tadinya beliau tak mau sama sekali diajak kerumah sakit. Karena tak kunjung sehat akhirnya Fiki langsung meminta eyang mau diajak kerumah sakit.
__ADS_1
"Eyang, Fiki minta satu hal saja ayok kita kerumah sakit ya? 'kalau eyang gak mau nurut sama Fiki ya udah Fiki balik aja ketempat ibuk soalnya eyang ngeyel dibilangin kan cuma buat kebaikan eyang juga to, bujuk Fiki yang ada ancaman agar eyang mau diajak ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tapi nak, kan kamu harus sekolah eyang gak mau nyusahin kamu. Bukannya eyang bantu kamu malah hanya jadi beban kamu aja. Sambil menjawab Fiki eyang selalu mengeluh sakit dibagian lututnya. Sebelum Fiki pindah di tempat eyang dulu, eyang pernah jatuh di kebun dan kadang kambuh jika eyang sedikit capek.
__ADS_1
"Ya udah eyang biar dibantu bik Ijem ganti baju kamu siapin surat kesehatan eyang yang ada di dalam lemari itu nak, pinta eyang yang akhirnya mau diajak ke rumah sakit oleh Fiki. Akhirnya eyang di tuntun ke kamar mandi oleh bik Ijem sedangkan Fiki sibuk mencari surat kesehatan yang diperintahkan eyang tadi. Lemari kayu yang sangat kokoh dan terawat, setelah Fiki buka ternyata itu bukan lemari baju melainkan banyak buku yang tersimpan rapi didalam almari itu. Ya namanya juga orang tua apapun yang dipikirnya penting akan tetap tersimpan rapi di tempatnya. Buku demi buku Fiki buka dan betapa terkejutnya ia menemukan satu album pernikahan yang sangat menarik untuk ia lihat. Alangkah terpesonanya Fiki yang melihat dari halaman depan sampai akhir yang hanya memperhatikan pernikahan ibuknya, ya ibuk Dini tapi siapa yang ada di pelaminan bersama beliau? 'karena tak mungkin jika itu semua adalah foto bapak Catur yang sangatlah berbeda jauh. Dari foto keluarga eyang bersama dua mempelai dan keluarga besar Nenek Dina dan kakek Budi pun terjejer rapi. Ada rasa penasaran yang amat besar dalam diri Fiki saat ini tapi ini buka waktu yang tepat karena ia juga harus mencari tahu sendiri siapa laki-laki yang bersanding dengan ibuknya difoto itu. Sepertinya Fiki juga pernah melihat foto yang sama ditempat Nenek Dina waktu itu. Foto laki-laki yang saat ini sedang Fiki pertanyaan itu siapa. Setelah binggun dan tak mau ambil pusing akhirnya Fiki mengambil satu foto yang dia selipkan di kantong bajunya agar ia lebih mudah untuk mencari tahu suatu saat nanti jika eyang sudah sembuh.
__ADS_1
"Nak, udah ketemu belum? ',kok masih asik disitu, ucap eyang yang mengagetkan Fiki dalam lamunannya tadi. Tak mau terlihat mencurigakan akhirnya Fiki langsung menutup lemari kayu itu yang sudah ketemu apa yang ia cari tadi.
__ADS_1