CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kemarahan keluarga


__ADS_3

"Apa, kamu berantem dengan Naura, Fiki?


Apa yang membuat kau seperti ini. Ayah kira kau akan menjaga Naura kenapa malah membuat ia terluka lagi? ,"suara yang membuyarkan semuanya karena itu suara dari pak Catur yang baru saja tiba dan mendengar sedikit pembicaraan dokter dan Fiki tadi. Semua yang ada di ruangan itu langsung fokus dengan pak Catur yang mengucapkan kata tadi. Dan keluarga yang lain yang baru datang hanya bisa menyaksikan pak Catur yang saat ini marah.


"Kau tahu Fiki, Naura begitu menanti kesadaran kamu hingga kadang 1 hari lebih ia tak pulang sama sekali. Dia sangat mengutamakan kamu dari pada Oca dan Oci. Apalagi dia sangat terlihat tersiksa dengan kehamilan yang saat ini. Kadang ibukmu di rumah yang menyuruh Naura makan sampai berulang-ulang sampai tak pernah Naura terlihat makan. Entah bawaan bayinya atau apa aku tak tahu. Bersyukurlah kamu Fiki, kami disini tak bisa menyayangi kamu sebesar Naura saat ini yang sayang sama kamu Fiki. Tapi apa balasan kamu, kamu malah membuat hatinya terluka seperti ini. Jika terjadi sesuatu pada Naura dan bayinya mungkin aku yang pertama marah padamu Fiki. Sentak pak Catur yang marahnya tak terkendali, hanya ibuk Dini yang akhirnya mendekat dan memberikan pengertian pada suaminya itu sambil mengusap punggung suaminya itu.


"Sudah pak, jangan perkeruh suasana lagi. Biar Naura cepat sadar dan keduanya tak apa-apa kita berdoa aja yang terbaik untuknya. Kita sudah tua jangan bentrok dengan anak kita sendiri pak, kata ibuk Dini sambil menangis karena ia merasakan jika keluarganya saat ini sedang hancur.

__ADS_1


Keluarga ini sepertinya banyak rahasia yang aku harus tahu. Kenapa semua orang menyalahkan Fiki atas Naura ini. Apa yang terjadi sebenarnya aku harus tahu sebelum aku tak bisa berbuat apa-apa. Jika masih ada kesempatan untuk aku aku juga akan berusaha yang terbaik untuk Naura, batin Danu yang masih menatap Fiki.


"Iya pak aku juga ngerasa bersalah pak. Aku ingin berbuat apapun untuk Naura pak. Dan apakah saya juga bisa menebus apa yang aku lakukan pada anakku. Aku telah meragukan dia sampai akhirnya malah terjadi seperti ini, kata Fiki tak tahu jika ucapan itu membuat semuanya murka.


"Apa nak kamu meragukan bayimu sendiri. Kamu tahu nggak jika kami disini aja binggung kenapa kalian malah untuk buat anak lagi. E malah kamu meragukannya. Kamu tahu gak yang dikandung Naura memang anak kamu nak, tapi jika kau sampai meragukan hal itu jika Naura tak memaafkan kamu ya maaf kami disini tak bisa membantu apa-apa karena itu semua dari kamu pribadi yang menorehkan luka itu, jelas kakek Huda yang merasa jika cucunya sedang dalam masalah besar.


"O, berarti ini dari bapak sendiri ya yang membuat nyonya seperti ini. Ok jika saya sudah tahu penyebabnya maka tolong tinggalkan kami disini agar saya bisa membatu nona agar cepat tertolong pak bayinya. Dan jangan buat gaduh di ruangan ini sampai nyonya tersadarkan diri dulu, kata dokter tadi.

__ADS_1


Sesampainya Danu di ruangannya tadi ia begitu sakit dan tak habis pikir kenapa Naura dan Fiki bisa melakukan ini semua. Padahal yang ia tahu Naura dan Fiki adalah saudara sedarah. Atau sebenarnya ada lagi yang belum saya tahu ya. Jika ada yang belum bisa aku ketahui maka secepat mungkin akan bisa aku dapatkan, kata Danu untuk menyemangati dirinya sendiri. Jika bukan dirinya sendiri siapa lagi. Padahal ia hanya hidup sendiri di sini.


"Naura kenapa kau seperti ini. Kau buat kepalaku hampir pecah Naura. Kenapa aku selalu terlambat sih. Apa memang aku tak ditakdirkan untuk bisa bersamamu Naura, ucapan Danu sambil melihat foto Naura yang ada di ponselnya tadi. Padahal ia sebelumnya sangat bahagia tapi nyatanya ia malah tak semulus karirnya untuk masalah jodohnya.


Karena dokter kandungan sedang menangani Naura keluarga yang lainnya langsung keluar dan masih diam karena sedikit marah dengan Fiki. Sebenarnya mereka tahu jika Fiki sudah sadarkan diri semalam, tapi malah gantian Naura yang saat ini dirawat. Kenapa sih kehidupan mereka seperti ini. Adakah kesalahan kepada keluarga itu sehingga cobaan tak pernah luput dari hidupnya itu.


****

__ADS_1


Walaupun sedikit tapi tak apa ya kak. Salam sehat kakak💞


Menurut kakak Naura akan keguguran atau tidak ngeh... Ditunggu komennya kakak'.


__ADS_2