
"Ah Mama, malu ma Vineta kan kita udah gak muda lagi masih aja kaya gini, jawaban dokter Vineta tadi.
"Yang penting sama suami sendiri kan gak apa-apa ya kan Mah?
Goda pak Aan yang meminta persetujuan dari Mama Fina yang ada di situ.
"Iya lah sama suami sendiri mah gak apa-apa tapi jangan di tempat seperti ini juga. Untung yang lihat cuma Mama kalau yang lainnya gimana hanyo!!!. Ledek Mama Fina yang menggoda anak perempuannya itu yang saat ini wajahnya sudah seperti tomat merah. Betapa ia sangat malu sekali saat ini pastinya.
"Ah, Mama sih gitu sama Vineta.
Rengekan manjanya yang lama tak ia keluarkan.
"Oya Mah, ini menyangkut kepindahan kami jika diperbolehkan ikut Mama dan Papa adakah lahan buat kami pakai untuk membangun rumah yang dekat dengan Papa dan Mama?
Kami ingin selalu didekat Mama dan Papa, ujar pak Aan yang menanyakan kelanjutan apa yang sudah ia rencanakan itu. Sebelum akhirnya mereka berangkat mereka harus memastikan apa kah benar atau tidak jika mereka memutuskan untuk ikut.
__ADS_1
"Tenang jika kalian siap semuanya sudah di urus sama Papa. Tapi kalian masih satu lagi lho yang harus kalian tahu. Mama dan Papa masih ada Abi yang harus kalian taklukkan, ok👍
Ucapan Mama Fina yang mengisyaratkan bahwa mereka harus berusaha lagi untuk bisa masuk di kehidupan Mama Fina dan pak Huda. Sebenarnya Abi anaknya ceria dan mudah berinteraksi dengan orang lain, tapi semenjak kehilangan kak Aulia mendiang ibuk dari Naura maka ia menutup diri dari siapapun dan juga tak bisa bergurau lagi. Makannya saat ini pun ia juga belum mau diajak ke kota ini padahal ponakannya sudah dinyatakan ketemu gini, jelas Mama Fina yang memberikan pengertian pada pak Aan dan juga Dokter Vineta itu. Mungkin setelah Mama Fina menjelaskan maka mereka bisa langsung berusaha yang lebih dari ini lagi.
"OK Mah, 👍👍👍
Vineta sama mas Aan akan berusaha tetap yang terbaik untuk kita Mah tapi kita mau Mama sama Papa tetap sehat ya karena hanya Papa dan Mama yang Vineta punya. Mungkin setelah ini semua selesai Naura dan Fiki juga akan hidup bersama dan tak bisa bersama kami lagi. Sedangkan kedua cucuku juga paling ikut mereka kan Mah. Jadi aku mau Mama sama Papa ada buat Vineta kaya mas Aan yang setia sama Vineta ini Mah, ucapan Vineta manja yang menginginkan keluarga yang utuh seperti bayangannya itu.
Sedangkan diluar pintu dimana keluarga itu sedang melepas kerinduan yang tak pernah dibayangkan sebelumnya ibuk Rita dan ibuk Tini mendengar percakapan itu semua ada rasa bahagia karena akhirnya ada pengantin Lia yang telah lama tiada. Mungkin setelah sepeninggalan Lia pak Huda dan ibuk Fina sedikit terpuruk sampai sering merasakan sakit dan masuk rumah sakit. Makannya dengan kesempatan ini mungkin kesehatan sahabat mereka itu akan membaik seperti sediakala lagi. Karena kebahagiaan semuanya juga akan membuat mereka yang bersahabat baik ikut merasakan bahagia.
Suara gemuruh langsung masuk ke pendengaran para kedua ibuk itu karena para perawat yang berlarian mendorong barker untuk menyambut pasien rujukan dari rumah sakit lain. Langsung saja kedua ibuk tadi langsung ikut berlari kearah pintu masuk karena mereka tahu jika yang di tunggu akhirnya datang juga. Dengan langkah cepatnya akhirnya ibuk Tini dan ibuk Rita sudah ada diluar rumah sakit itu. Dan nampak mobil ambulance yang membawa Fiki tiba dan disambut oleh para suster, sedang ibuk Tini dan ibuk Rita langsung memapah ibuk Dini yang jaga baru saja ikut turun dari ambulans itu. Wajah yang begitu pucat dan kesedihan yang tampak di wajah cantik itu. Dengan membantu memapah ibuk Dini masuk keruangan akhirnya pak Catur dan Naura serta kedua cucu-cucu yang manis itu batu tiba dengan mobil pribadi yang di supiri dari anak buah pak Aan. Mereka semua berharap jika kepindahan Fiki di rumah sakit yang besar itu akan bisa mempercepat proses kesembuhan Fiki nantinya. Jika apapun yang harus dilakukan pasti akan dilakukan untuk kesembuhannya.
Karena keributan di luar akhirnya pak Aan langsung keluar ruangan istrinya dan sudah mendapati pak Catur tiba sambil mendorong Naura memakai kursi roda.
"Akhirnya cucu opa dah datang, peluk pak Aan pada kedua cucunya yang sambil berjongkok sejajar dengan kedua bocah itu. Rasanya tenang karena mereka bisa berkumpul walaupun sebelumnya ia tak akan memberitahu tentang ini pada istrinya tapi tak apa malah bisa jadi satu dan fokus untuk kesembuhan semuanya. Sebenarnya istrinya sudah pulih tapi belum bisa beraktivitas seperti biasa karena ia harus memastikan benar- benar pulih. Karena sudah dua kali operasi juga.
__ADS_1
"Gimana perjalanan tadi pak, gak ada kendala kan pak? "Tanya pak Aan pada pak Catur yang masih tetap berdiri di belakang Naura.
"Baik pak, tadi lancar semua kok. Oya bagaimana kondisi dokter Vineta dan Papa Huda? "Sudah membaik kan pak?
"Iya Pah gimana ibuk sama kakek? " Dimana ruangannya biar Naura ke sana Pah sudah lebih dari setelah kejadian waktu itu saya tak mendengar kabar dari ibuk maupun Pamit Naura yang akhirnya diantar oleh kedua cucunya karena pak Aan ingin berbicara empat mata dengan pak Catur.
Setelah sepeninggalan orang yang ada di situ pak Aan dan pak Catur langsung mencari tempat ternyaman karena pak Aan ada yang akan diucapkan padanya.
"Pak sebelumnya saya minta maaf pak, sebenarnya pelaku dari penculikan dan ini semuanya sudah tertangkap. Tapi karena ia memohon untuk tak mempublikasikan itu semuanya pada publik maka saya diam saja pak. Karena ia janji tak akan melukai anak-anak kita, ucapan pak Aan pada pak Catur yang masih binggun itu.
"Sebenarnya siapa pak, akankah kita harus percaya pada ini semuanya. Tak ada kebohongan padanya pak Aan? "Ini sudah kesekian kalinya kita terluka seperti ini lho pak, marah pak Catur yang merasa jika pak Aan tidak bertindak tegas. Ia berfikir kenapa pak Aan tak merundingkan ini semuanya. Akankah ia juga mengenal orang itu, pikirannya.
"Maaf pak tapi bukannya saya menutupi ini semuanya. Tapi karena ia juga janji tak akan melakukan hal itu lagi maka saya juga akan tanggung jika kabar ini tak sampai ke tangan siapapun pak. Bapak belum begitu tahu orang nya kok pak jadi tidak usah takut, penuturan pak Aan yang sedikit binggun akan menenangkan pak Catur yang terlihat marah itu.
*****
__ADS_1
Makasih kakak, ditunggu tak sukanya ya, 💕💕 biar aku jadi tambah semangat yang nyari informasi dari rumah sakit dari tepat Fiki dirawat 🤭🤭🤭🤭.