
Pagi ini akhirnya Fiki dan Naura serta kedua anaknya pergi dari tempat yang ia sewa itu. Mungkin karena permintaan pak Aan yang mengharuskan mereka pindah karena ada yang mengincar keselamatannya. Dengan membawa mobil akhirnya Fiki dan keluarga mampu melakukan perjalanan yang sangat jauh, tapi bagi kedua anaknya malah semakin bahagia karena mereka bisa jalan-jalan ya sedikit lebih jauh dari biasanya.
Di kamar putih yang ia tempati itu dokter Vineta mencoba untuk sedikit membaringkan tubuhnya. Mungkin karena operasi yang saat ini ia rasa tak begitu cepat pulih akhirnya ia sedikit berusaha untuk terlihat mampu melakukan hal itu. Sedangkan pak Huda saja belum bisa apa-apa mungkin karena faktor usia kalau beliau mah. Pak Aan yang menyadari pergerakan istrinya langsung mendekati dan ingin membuatnya.
"Mau apa, pipis atau apa sayang. Sambil membatu mengangkat kepala istrinya itu pak Aan sambil membenarkan rambutnya yang sedikit menutupi wajahnya itu.
"Gak Pah, aku hanya ingin sedikit berlatih untuk bangun saja. Rasanya aku terlalu lama berbaring tak ada peningkatan sama sekali. Tak ingin rasanya bergantung pada orang lain terus menerus ia harus mandiri dan mampu membuktikan jika ia juga sehat dan pulih lagi.
"Udah jangan dipaksakan aku tak ingin melihat mu kesakitan lagi sayang. Aku akan tetap ada disini untukmu jangan beranggapan jika akan merepotkan orang lain. Anggap aku adalah bagian tubuhmu juga yang jika kau terluka akupun ikut merasakan hal itu sayang.
__ADS_1
Karena kesetiaan pak Aan sama seperti saat ini dokter Vineta semakin cinta pada suaminya itu. Tak ingin rasanya berpisah atau meninggalkan dia yang penting akan tua bersama. Itu dapat dibuktikan karena dokter Vineta langsung menitihkan air mata bahagia yang tak ada tara. Merasa wanita paling sempurna yang memiliki lelaki yang begitu menyayangi sampai ia rela seperti ini. Tapi kenapa banyak wanita yang terluka pula karena laki-lakinya berpaling darinya. Sungguh tak adil bagi wanita yang tak seberuntung dokter Vineta karena seharusnya wanita diperlakukan sepertinya saja sudah amat bersyukur apalagi sampai ia dimanjakan. Jadi jangan sampai laki-laki yang sudah memanjakanmu dan mengutamakan mu kau sia-sia kan jaga. Anggap dia sebagai berlian yang tak setia orang memiliki itu semua.
"Makasih Pah, tapi aku juga harus memikirkan bagaimana aku membalas budi untuk pak Huda lho, kapan lagi aku harus melakukan itu semua kalau bukan sekarang mumpung masih disini. Karena merasa tak akan bisa melakukan hal itu lagi kan esok kalau beliau sembuh dan memutuskan untuk pulang.
"Eem, tapi kita ikut beliau kok sayang. Aku berjanji kalau aku akan gantian menjaga pak Huda sampai kapanpun karena beliau sudah memberikan kehidupan buat kamu ini. Dan satu lagi kita semua akan pindah kesana, apakah kamu mau sayang?
Pak Aan membicarakan hal ini karena ia ingin istrinya juga ikut memutuskan apa yang akan mereka lakukan setelah dari rumah sakit. Karena kehidupan yang sebenarnya tak harus memikirkan kerja dan kinerja tapi juga kehidupan sosialnya.
"Sayang, kok diem aja. Udah jangan di pikirkan itu hanya angan-angan ku saja toh kamu juga belum memutuskan apa yang kamu pilih kan. Apapun keputusan kamu aku akan terima asalkan aku masih tetap bersama denganmu. Kata yang terucap di dekat telinga Dokter Vineta yang langsung menusuk ke ulung hatinya. Betapa teringatnya waktu pertemuan pertama dokter Vineta dengan pak Aan yang seluruh tubuhnya terluka. Dengan wajah tak terlihat jika ia seorang manusia laki-laki itu menyelinap di rumahnya dan meminta pertolongan dengan ibanya. Dan akhirnya dengan keseriusannya semuanya bisa berjalan hingga saat ini.
__ADS_1
Dimana waktu itu dokter Vineta hidup sendiri di rumah mendiang orang tuanya. Dan karena adanya sosok pak Aan yang ada disampingnya maka ia merasa jika di jaga dan di perhatikan oleh orang yang ia cintai itu. Dan sampailah mereka menikah dan pak Aan memulai bisnisnya yang baru dan langsung memindahkan dokter Vineta ke kota ini. Perjalanan hidup yang begitu membuat orang yang mendengarkan ceritanya merasa iri. Waktu dimana mereka belum sesukses ini mereka hanyalah manusia biasa yang kadang nasi bungkus mereka makan berdua. Dan kadang satu bungkus mie instan mereka makan berdua karena gaji dokter magang di puskesmas hanya bisa untuk membayar tunggakan air dan listrik.
"Terimakasih untuk selama ini ada disamping ku Pah, aku berjanji akan menentukan keputusan ku besok siang. Aku akan memutuskan apa yang akan kita pilih besok. "Ehem' tapi bagaimana klinik ku sayang?
"Itu bisa diatur sama asisten ku kan. Yang terpenting kamu harus pulih dulu. Urusan klinik kita carikan dokter pengganti saja ya. Dan satu lagi kita malah akan bisa selalu dekat dengan keluarga besar ini kan sayang. Kalau kita didekat mereka aku merasa jika kita memiliki keluarga lagi. Dari pak Huda dan ibuk Fina yang juga menyayangi mu seperti anaknya sendiri juga kan.
"Ya udah Pah, aku ingin minum dan istirahat lagi ya. Papa gantian jaga pak Huda ya, ajak ibuk ngobrol agar tak merasakan bosan kan yang lainnya lagi pada pulang juga kan. "Oya bagaimana kondisi kedua cucu kita, dan kedua orangtuanya?
" Mereka baik-baik saja saat ini yang terpenting bagi Fiki adalah kesembuhan Naura juga sayang. Untuk Oca dan Oci seperti sangat bahagia sekali karena mereka akhirnya bisa berlibur dengan ayahnya sendiri. Ya udah aku tinggal dulu ya, met istirahat. Pamit pak Aan yang langsung mencium kening istrinya dalam langsung membenarkan selimut istrinya sebelum ia akhirnya meninggalkannya agar bisa istirahat.
__ADS_1
*****
Cie- cie yang mabuk dicinta kaya pak Aan yang tadinya begitu berandalan bisa selembut itu lho. Siapa yang pasangannya kaya gitu. Kalau aku mah bahagia sekali karena ada kakak semua....Salam sehat kakak, jaga kondisi ya kakak.💞💞