
Karena Naura yang merasakan pijitan di kakinya membuat ototnya semakin rileks akhirnya ia terbangun dan mendapati suaminya masih memijit kakinya itu.
"Kak, udah malam kak kita istirahat aja malah masih mijitin Naura segala sih. Nanti kalau Naura tidur pasti besoknya juga membaik sendiri kakak, kata Naura yang melarang Fiki untuk melakukan itu dia tahu pasti Fiki juga saat ini merasa leleh sekali. Aktivitas yang dari tadi pagi tak kunjung selesai mereka lakukan apalagi aktivitas yang begitu banyak Fiki yang mengerjakan itu semua.
"Udah kamu lanjutin boboknya aja biar kakak pijitin, itung-itung kakak mau Nebus kesalahan yang udah kakak buat padamu sayang.
"Kok malah ngingetin itu segala sih, Naura kan udah ikhlas maaf in kakak. Udah lah mending Naura lanjut tidur aja daripada berdebat dengan kakak, kata Naura jutek karena ia sudah di ingatan masalah yang buat moodnya hancur.
Melihat Naura yang marah dan tidur akhirnya Fiki langsung ikut tiduran dan menggoda Naura. Ia tak bisa jika Naura marah terlalu lama padanya. Dari dulu Fiki selalu ingin Naura tersenyum tak seperti saat ini yang manyun bagikan anak itik.
"Em, atau jangan-jangan kamu pingin malam pergantian ya, kan ini masih malah pengantin kita goda Fiki yang berbisik di telinga Naura. Ia ingin melihat ekspresi dari Naura jika ia meminta itu saat ini.
Naura yang merasa di ganggu akhirnya berbalik dan memukul badan dari Fiki. Ia akan menghukum agar Fiki tak mendapatkan apa yang jadi haknya itu.
"Gak akan aku kasih, biar rasain ya dek, sahut Naura sambil mengusap perutnya yang masih rata itu.
__ADS_1
"Gak ya dek kan Adek juga kangen sama Ayah kan, kalau Adek bisa bujuk ibuk pastinya ayah akan tengok kamu langsung saat ini juga dek, kata Fiki menimpali ucapan dari Naura itu.
"Ah gak akan ya dek, ibuk lagi marah sama Ayah.
Naura yang merasa jika ia terpojokkan akan kata Fiki akhirnya ia langsung memukul Fiki dengan tak henti-hentinya. Pokoknya di kamar mereka saat ini rame bukan karena mereka lagi melakukan malam pengantin tapi malah rame berebut meminta dukungan dari anak yang masih dikandung Naura. Sampai-sampai Naura yang kecapekan langsung memeluk tubuh Fiki yang menjadi obat penawar lelahnya itu.
"Udah kita tidur aja kakak gak akan minta malam pengantin dulu malam ini. Kakak tahu kok kamu lelah banget. Apalagi kita juga harus bangun pagi besok untuk mengurus kepindahan anak-anak di sekolah yang baru, kata Fiki yang sambil mengusap rambut hitam Naura itu. Pelukan hangat yang terjadi malam ini melebihi kemesraan yang orang lain punya, karena Naura yang diperlakukan seperti ini lebih akan tenang karena ia mengingat waktu mereka berdua sebelum memiliki begitu banyak masalah itu.
Karena terbuai dengan pelukan Fiki Naura langsung mencium bibir Fiki yang ada di atas pundaknya itu. Padahal sebelumnya ia tak pernah memulai perlawanan dahulu tapi karena ia sudah sah menjadi istri ia langsung sedikit agresif agar suaminya betah dengan dirinya 🤭.
"Awu,,
Kak perutku aku rasanya pingin mual kak. Dengan mimik wajah yang ia atur akhirnya Fiki langsung duduk dan mengusapnya.
"Apa yang sakit sayang, biar kakak pijit. Atau mau minum sesuatu agar kamu pulih lagi.
__ADS_1
"Aku ingin tidur tapi sebelumnya aku minta susu hangat dulu kak. Jangan manis-manis ya aku butuh lebih rileks kak.
Karena paniknya akhirnya Fiki langsung bergegas ke dapur untuk membuatkan segelas susu yang diminta istrinya itu. Pas susu itu sudah jadi Fiki langsung berlari ke atas untuk memberikan pada Naura karena keburu dingin. Tapi pas ia membuka pintu alangkah kagetnya ia melihat Naura yang sudah terlelap. Melihat istrinya terlelap dan kasian akhirnya susu yang ia buat tadi hanya ia letakkan di atas meja riasnya istrinya dan menyusul untuk ikut terlelap. Sebelum akhirnya ikut tertidur ia menciumi kening Naura yang ia sayangi. Tak ada yang bisa memisahkan cinta kedua insan ini karena kekuatan yang ia ciptakan dari dulu sudah begitu eratnya.
Akhirnya rumah eyang yang dulunya sepi sekarang menjadi rame lagi. Apalagi akan ada anak bayi yang akan hadir diantara mereka itu. Walaupun sebelumnya Fiki tak pernah terbayangkan akan seperti ini tapi akhirnya Tuhan memberikan keajaiban itu untuk Fiki syukuri.
Malam yang dingin akhirnya bisa terhangatkan dari pelukan kedua insan itu. Sedangkan di pulau Kalimantan yang begitu panas itu Danu yang masih memikirkan tentang hubungan Fiki dan Naura pun tampak binggun dan mencari cara agar ia tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kedua saudara sedarah itu. Kenapa ia dengar tentang hamil anak Fiki. Tak bisakah keluarga mereka melarang itu semua terjadi jika tahu hubungan mereka tak benar. Jika mereka memiliki hubungan yang masuk akal Danu berjanji akan menjauh dari Naura. Tapi jika Naura adalah korban dari kakak yang bejat Danu akan mau untuk menanggung apa yang Naura rasakan. Mungkin kalau ia akan melakukan itu pasti akan dapat penolakan dari keluarga besarnya tapi ia begitu cinta pada Naura yang akan melakukan apapun itu untuk Naura. Padahal beberapa tahun ini Danu memegang tak pernah membuka hatinya untuk wanita lain karena ia menati Naura datang dalam hidupnya tapi pas ia tahu itu kenyataan yang terjadi tak seperti apa bayangannya.
"Akharah...
Teriakkan Danu sambil menjambak rambutnya sendiri karena ia begitu binggun akan apa yang ia pikirkan saat ini. Dia berjanji jika ia sudah sampai di kotanya lagi akan langsung mencari tahu dimana Naura saat ini. Ia ingin mengungkapkan perasaannya pada Naura agar ia bisa melihat betapa berbesar cintanya terbalaskan itu.
*****
Makasih kakak sudah setia di novel ini. Semoga bisa membuat kakak terhibur. Dan masuk dalam novel faktor bagi kakak semua. Tapi jika ada yang membuat kakak merasa tidak terhibur saya pribadi juga minta maaf karena karya saya hanya seperti ini...🙏🙏🙏🙏
__ADS_1