
Karena perdebatan tadi akhirnya Fiki dan Naura tiba di sekolah dengan selamat walaupun sedikit membuat Naura ingin lompat tadi, tapi tak akan mungkin bagi Naura melakukan itu semua. Lebih baik dia memikirkan cara agar kakaknya bisa cepat luluh.
"Kak, Naura pamit masuk kelas dulu ya, kata Naura yang langsung pergi meninggalkan Fiki di parkiran sendiri. Padahal Fiki belum sempat menjawab ucapan Naura sudah hilang entah kemana mungkin dia takut ditanya- tanya kakaknya mungkin.
Karena Fiki yang masih binggun dengan tingkat adiknya itu akhirnya Fiki mencari tau dari teman sekelasnya yang biasanya di mintai tolong untuk mengawasi Naura itu. Tapi ternyata apa yang diketahui oleh temannya Naura tak memiliki masalah sama sekali apa lagi ada teman yang menganggunya karena setelah orang yang berani menganggu Naura dan sampai tau Fiki akan memarahi anak itu dan membuatnya kapok. Setelah apa yang ia ingin dapatkan nihil akhirnya Fiki masuk ke kelasnya dan memulai untuk latihan ujian saja, karet bentar lagi ia juga akan lulus dan melanjutkan sekolah lagi. Fiki yang fokus dengan buku di meja yang hanya di putar-putar pun di kagetkan oleh teman sebangkunya yang setia dengannya itu.
"Woe bukunya pusing tau, kok cuma dipeter-puter gini sih, kata Danu yang mengagetkan Fiki yang melamun sendirian itu.
__ADS_1
"Ehm,, sahut Fiki yang gelagapan akhirnya langsung melihat ke arah Danu yang disebelahnya. Masih dengan diam Fiki hanya melihat tanpa ekspresi wajah.
"Kamu ada masalah pa Fiki, kok tumben pagi-pagi udah kaya gini? 'cakap Danu yang binggun melihat Fiki hanya diam saja.
"Aku binggun dengan adikku Danu, tadi pagi matanya bengkak kaya habis nangis gitu, aku tanya gak ada masalah aku cari tau dari temannya juga gak ada masalah tapi kok dia menagis kaya gini, jawab Fiki yang selalu terbuka pada Danu dan yang tau jika Naura adalah adiknya.
"Apa gitu Danu, setau aku Naura gak ada temen cowok, sambung Fiki yang sambil melihat sahabatnya itu.
__ADS_1
"Mau ada temen gimana orang baru Deket aja kamu udah marah kok sama orangnya gitu, jawab Danu yang selalu tau apa yang terjadi pada sahabatnya itu yang posesif pada adik perempuannya yang cantik itu.
"Aku gak suka aja Naura diganggu orang Danu, kan kamu tahu sendiri gimana aku memperlakukan Naura, sambung Fiki yang disela Danu lagi.
"Bukannya kamu gak suka lihat orang lain dekat dengan Naura Fiki, tapi semua lelaki kalau lihat adik kamu yang cantik itu tetap ada niat untuk memilikinya Fiki, aku yang sebagian orang lain aja berfikir seperti itu apakah kamu akan menjaga dia sampai kapan? 'ucap Danu penuh penekanan yang ingin membukakan pikiran Fiki tentang ini semuanya.
"Ah kamu itu lho, bukannya sedikit membantu malah nambah masalah aja, aku belum mau Naura dekat laki-laki lain aja Danu apa lagi selagi aku masih bisa jadi satu sekolah aku akan tetap menjaganya, kata Fiki lagi.
__ADS_1
"Iya aku tau tapi dia udah remaja Fiki dia punya dunia yang mungkin berbeda dari kita. Kenapa gak kamu aja yang punya pasangan biar kamu bisa lebih memberikan keluasan pada Naura nantinya, kata Danu yang pasti tau jawaban apa yang ia dapatkan.