
Abi yang tadi sudah tiba di luar pintu keluar langsung menutup pintu kamar ruangan kakaknya. Takut ada yang akan melihat kejadian di dalamnya yang sedang romantis itu.
Karena ia merasa lapar langsung berjalan menuju ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan untuk kakaknya juga. Pokoknya ia tak melihat bagaimana keadaan disekitar lobi ia berjalan saat ini. Padahal begitu banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Siapa yang tak terpana dengan postur tubuh yang tinggi, kulit putih, hidung mancung bagikan opa Korea. Andai aku bisa bersaing mungkin aku tak bisa setara dengannya 🤭.
", Nasi lemak dua porsi dan bubur ayam satu ya, minumnya lemon tea hangat saja tiga. Semuanya di bungkus, pesan Abi pada pramusaji yang ada di kantin rumah sakit itu.
Setelah ia memesan ia langsung duduk dan menunggu pesanan itu. Sambil melihat email yang sudah dikirimkan oleh sekertarisnya. Karena selagi ada waktu ia gunakan untuk itu. Entah untuk bersosial media saja ia tak pernah dan tak mau jika kehidupannya di ekspos oleh publik. Dari temannya masa sekolah saja ia hanya memiliki beberapa kontak itupun dari sesama laki-laki. Entah ia seperti ini karena apa yang penting ia sedikit takut untuk dekat dengan wanita. Tapi jika si wanita itu mau berusaha meluluhkan hatinya yang dingin aku pastikan jika Abi tipekal seorang laki-laki setia dan penyayang 😁. Hayuyo siapa mau ni mumpung aku belum dapat pasangannya 🤭.
Di tempat Naura saat ini kedua anaknya yang baru saja di beritahukan kabar oam ya yang sedang mengandung seperti ibuknya itu sangat bahagia. Karena kedua anak kembar itu akan memiliki dua adik yang bisa ia ajak bermain bersama. Pastinya karena yang Oca ingin memiliki adek laki-laki, sedangkan Oci ingin memiliki adek perempat. Jadi jika punya langsung adik dua kan bisa dapat kedua-duanya juga kan.
Sedangkan Fiki yang sedang mengoda istrinya yang sedang minum susu yang ia butuhkan pun tak henti-hentinya dapat pelototan tajam oleh Naura. Karena kejadian Naura yang dirawat di rumah sakit sekarang Fiki memilih bekerja di rumah takut Naura pergi lagi. Kan udah dua kali Naura sudah hampir keguguran jika satu kali lagi mungkin janinnya tak akan kuat. Fiki yang sedang duduk di samping Naura tak henti-hentinya mengucap hal itu padahal sudah diperlakukan seperti itu.
", Sayang, besok habis Adek Oca dan Oci lahir kita punya dedek lagi ya. Biar tambah rame lho rumahnya ini. Sambil berbisik-bisik Fiki mengutarakan apa yang ia inginkan pokonya gas terusan sampai pentok takut kedua anak kecil yang ada disebelahnya itu juga ikut dengar ucapannya itu.
__ADS_1
",Maksud kakak apa? Teriaknya.... Jika kakak semua ada disamping Naura pasti telinga kakak sakit gara-gara melengking ya suara Naura. Sampai Oca dan Oci langsung lari ke kamarnya karena ia kira kedua orangtuanya sedang berantem. Maklum mereka baru tahu saat ini jika ibuknya sedang marah seperti ini.
", Masak iya aku harus tiap tahun produksi kaya gini kak, gak kasian apa sama Adek nanti yang kurang kasih sayang, lanjut ucapan Naura sambil mengusap perutnya lagi. Karena sudah tak ada Oca dan Oci ia lebih bisa leluasa mengutarakan Ucapannya itu.
",Ya enggak lah aku juga tak ingin kamu terus memikirkan anak-anak aku kan juga butuh di manjakan. Jadi habis dedek bayi lahir kamu KB aja biar besok kalau mereka sudah besar kita kasih Adek lagi. Hitung-hitung si kembar juga udah bisa jagain kan. Fiki walaupun memberikan penawaran tapi tetap aja jawabannya masih ingin memiliki anak lagi. Emang anak adalah anugrah Tuhan, tapi jika tuhan sudah mengariskan itu terjadi mereka juga tak bisa menolaknya. Nanti malah tak bagus jika mereka menolaknya.
"Ya udah kak, kasian anak-anak sana kamu ikut ke kamar mereka. Aku mau istirahat dulu dan kamu juga harus masih kerja kan?
Keburu asisten kamu yang usil itu datang mengambil berkas-berkas kamu lho, usir Naura yang merasa jika Fiki diladeni ia tak bisa istirahat padahal ia sudah ingin terlelap juga.
",Ah amit-amit jabang bayi, ucap Naura sambil mengusap-usap perutnya. Tak terima jika anakku akan sepertinya yang usil dan pastinya tak pernah membuat aku tenang. Udah sana kak, aku gak tidur siang nanti lho.
Setelah suaminya tadi pergi Naura langsung tiduran agar kondisi badannya kembali cepat pulih lagi. Karena perawatannya di rumah sakit kemarin ia dianjurkan untuk istirahat total. Sampai-sampai Fiki selalu menyiapkan makanan ke kamarnya hanya pergi jika ia bosan itu pun hanya didepan blangkon kamarnya. Sebenarnya itu tergolong romantis jika pada orang yang baperan, tapi tidak untuk Naura yang sudah terbiasa mandiri itu. Ia malah merasa jika sedang di kurung bedanya ia masih di beri pegangan telfon genggamnya untuk melihat sosial medianya.
__ADS_1
Di kamar rumah sakit dimana Dokter Vineta dirawat tadi masih hangat membicarakan tentang kehamilannya itu. Pak Aan yang menanyakan resiko yang ia terima nantinya tapi tetap dijawab dengan istrinya jika itu akan baik-baik saja. Siapapun pasti akan melakukan hal yang sama seperti dokter Vineta yang lakukan. Walaupun usianya sudah tak muda lagi tapi ia pasti bisa melakukan hal ini. Apalagi saat ini kemajuan teknologi yang canggih karena jika ia tak bisa untuk melakukan lahiran normal ia bisa meminta tim medis untuk operasi sesar. Dan juga ia yang berstatus dokter bisa menunjang ilmu pengetahuan yang ia butuhkan juga.
"Sudah mas tenang aja, pasti aku bisa kok. Kamu yang tenang ya dan bantu aku suport aja karena dengan dukungan yang kau berikan aku pasti bisa melalui ini kok. Oya telfon Abi bilang aku lapar mas rasanya ingin makan siang lagi.
",Ya udah aku hubungi dia dulu ya, sahut pak Aan yang sudah mengambil ponsel tapi pintu sudah keburu terbuka dari luar. Abi datang dengan beberapa kantong makanan yang ia bawa tadi.
"Mau telfon siapa kak?
Pasti telfon aku ya. Ini makanan untuk kakak aku tahu kok kak Aan pasti lapar kan ingin makan. Abi langsung meletakkan makanan dan menyerahkan dua kotak makanan untuk kak Aan dan kak Vineta. Pokoknya idaman deh😁.
❤️❤️❤️❤️
Hai kakak gimana kabar hari ini, pastinya baik dan akan lebih baik dari hari kemarin. Aku hanya ingin menjaga amanat kakak semua untuk bisa up walaupun hanya satu bab per hari ya kak. Salam kenal dari ku.
__ADS_1
❤️Hugo Wijaya ❤️