CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya bisa menghubungi keluarga


__ADS_3

Seperti yang dijanjikan tadi akhirnya dengan telfon jadul akhirnya Fiki bisa menghubungi pak Aan dan berbicara pada semuanya. Oca dan Oci pun ikut bahagia sekali karena akhirnya bisa melepaskan rindu mereka itu.


"Opa,,, Oca kangen opa bagaimana keadaan Oma opa.


Tak mau kalah akhirnya telfon tadi sudah di rebut oleh Oci yang juga ingin melihat Opanya.


"Opa, Oci kangen Oma mana opa?


Opa yang melihat kedua cucunya pun tertawa karena terbiasa dengan aksi rebutannya.


"Ah curang sih aku mau bicara sama opa dulu Oci kok malah di rebut sih, marah Oca sambil berkacak pinggang didepan saudara kembar itu. Sedangkan Naura dan Fiki hanya tersenyum dan akhirnya melerainya takut tambah berantem nantinya.


"Udah telfonnya kan bisa bareng-bareng kan, rebut ayah Fiki dan langsung meletakkan telfonnya didepan Oca dan Oci agar bisa bersama-sama. Setelah melihat anaknya nurut akhirnya ia langsung ikut kembali duduk didekat Naura lagi.


"Makasih sayang kau telah membuat hidup ini indah, dengan hadirnya mereka aku tahu betapa sulitnya kau dulu waktu tak ada aku kan, sambil menciumi tangan Naura ia tahu betapa Naura juga merasakan hal yang baru ia rasakan saat ini.


"Enggak kok kak, aku bersyukur telah dipertemukan dengan keluarga pak Aan dan ibuk karena dengan bantuan mereka akhirnya kedua anak kita tak kekurangan sedikipun dari materi dan dari apa yang mereka butuhkan. Aku akan tetap berjanji akan menganggap mereka adalah orang tua ku.


"Jika esok habis nikah kita pindah ke rumah eyang lagi apakah kamu mau sayang. Aku ingin menanyakan hal ini tapi aku juga takut kau menolaknya. Karena kakak tahu di rumah eyang kau pernah memiliki trauma yang begitu dalam.


"Ehem, kak waktu itu adalah masa lalu sedangkan saat ini adalah masa depan kan. Jadi saat ini sampai kapanpun aku akan tetap ikut kemanapun kakak pergi dan kedua anak kita juga. Tapi bagaimana aku akan tetap membalas Budi Bapak sama ibuk kak. Karena mereka tak ada anak yang bisa mereka andalkan lagi.


"Ya udah kita pikirkan esok lagi ya, yang terpenting aku akan selalu untuk kalian.


"Ayah, opa ingin bicara sama ayah ni. Oca yang menyerahkan telfon jadul itu senyum-senyum sendiri karena melihat tangan kedua orangtuanya saling pegang itu. Akhirnya ia merasakan betapa bahagianya memiliki sosok seorang Ayah seperti yang lainnya.

__ADS_1


"Iya pak, jawab Fiki yang sedikit menjauh dari semuanya karena ini pasti ada yang sangat penting juga. Selama ia mengenal pak Aan adalah seorang yang serius dan baik hati.


"Tolong jaga Tika dan kedua anak-anak ya. Sepertinya aku akan lama dirumah sakit dan tidak bisa menjemput kalian. Dan satu lagi jangan biarkan mereka terluka sedikitpun Fiki.


Nada yang sedikit memerintah itu sedikit menakutkan di telinga Fiki saat ini.


"Iya pak aku berjanji untuk semuanya, toh bapak jangan lupa mereka orang yang Fiki cintai pak. Oya salam buat semua pak semoga ibuk cepat pulih lagi. Sebelumnya akhirnya telfon itu dimatikan Fiki tak tahu jika sebelumnya kakak Huda juga sedang berbaring dirumah sakit dan yang menolong dokter Vineta. Mungkin pak Aan sengaja tak memberitahukan takut melukai perasaan Naura juga, agar cepat bisa pulih lagi.


Setelah melakukan panggilan telepon tadi akhirnya Oca dan oci langsung berlari untuk melihat televisi sedangkan Fiki langsung mendekati Naura yang masih setia duduk di mejanya tadi. Karena masih begitu lemahnya maka ia masih harus dibantu oleh Fiki dari segala hal.


"Sayang mau istirahat lagi apa mau ke tempat lain. Aku takut kalau kita ajak anak-anak pergi akan ketahuan orang yang tak suka pada kita lagi.


"Antar Naura istirahat aja kak, Naura ingin rebahan saja toh Naura juga belum pulih betul kan. Kalau anak-anak mah suka lihat televisi kok jadi kakak aman untuk masalah anak mah.


"Sayang kok sampai saat ini kamu masih panggil kakak sih?


Risih tau didengar anak-anak tu.


"Tapi Naura suka😁, kalau masalah anak-anak mah biar aja kak toh kakak juga kakak Naura kan yang penting Naura juga tak panggil nama aja kan. Mau panggil apa Naura juga binggun kak jawabnya.


"Ah kamu itu ya bikin kakak tambah sayang aja.


"Cup,,


Pagi-pagi udah kecup Naura sih kak, ketus Naura karena ulah kak Fiki yang tiba-tiba itu. Sambil mencibir bibirnya itu.

__ADS_1


"Ah kamu pasti mau kan, ledekan tak tau malu. Karena setiap kali ia didekat Naura jika tak kontak fisik gak asik deh pokoknya.


"Kalau anak-anak lihat gimana kak, kan kita gak boleh ngajarin mereka kaya gitu. Kita udah gak kaya dulu lho. Dulu kalau ada ibuk sama bapak takutnya minta ampun. Sekarang kalau ada anak-anak ya kitanya juga keliru lah kak.


"Ya udah sana bobok aja kakak mau sama anak-anak aja biar mereka gak sendirian. Nanti kalau ada apa-apa panggil aku ya. Sebelum meninggalkan Naura tak lupa Fiki langsung mencium keningnya dan langsung berlari sebelum Naura marah lagi.


Kasih sayang yang tak pernah pudar dari kedua kakak beradik itu. Walaupun setatus mereka berbeda tapi Fiki tetap memperlakukan Naura sama seperti dulu. Ia tahu jika Naura tak disampingnya seperti apa karena ia sudah terbiasa berdua. Jadi saat ini ia manfaatkan untuk Menganti waktu-waktu Naura selama 5 tahun yang lalu. Tapi walaupun ia begitu bahagia dengan Naura tapi tak pernah melupakan kedua anaknya juga lho. Buktinya ia masih saja mainan dengan Oca dan oci saat ini. Ya walaupun sebenarnya ingin sekali mengajak mereka untuk berlibur atau sekedar jalan-jalan tapi karena kondisinya tak memungkinkan jadi ya di undur lagi.


"Ayah Oci boleh tanya sesuatu, em...tapi ayah gak akan marah kan.


"Iya sayang tanya apa?


Sambil mengusap kepala anaknya yang manis itu.


"Kenapa ibuk panggil ayah dengan sebutan kakak?


Apakah kita bisa menikah dengan saudara sendiri seperti kakak adik?


Pertanyaan yang sangat ditakutkan oleh Naura tapi akhirnya ditanyakan oleh anaknya juga.


"Ah.. kita emang terbiasa panggil kakak adik sayang jadi sudah mau ganti panggil apa tu. Kita gak saudara kok sayang kita beda ibu dan beda ayah, tapi kalau Oca dan Oci gak boleh kan masih saudara kandung ya se ayah dan se ibu.


"Tapi kan Opa Catur sama Oma Dini kan orang tua ayah dan ibu?


"Iya kami hanya dibesarkan bersama-sama sayang tanpa ikutan darah sama sekali lho.

__ADS_1


__ADS_2