CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Ketegangan Fiki ***Extra part***


__ADS_3

Setelah sampai di rumah sakit akhirnya tim medis langsung membawa Naura ke ruang IGD untuk penanganan langsung. Karena ketuban yang sudah pecah dari tadi maka dapat dipastikan jika akan operasi secar. Kepanikan Fiki langsung mengurus administrasi di depan dan meninggalkan kedua anaknya di depan ruangan Naura tadi.


",Jaga ibuk dulu ya sayang, Ayah akan mengurus administrasi dulu. Jika ada apa-apa kalian tinggal telfon Ayah ya. Setelah pamit pada kedua anaknya itu Fiki langsung berjalan ke arah ruangan administrasi. Karena kedua anaknya memiliki telfon sendari pemberian dari Opa dan Oma ya waktu itu maka Fiki selalu bisa tenang jika meninggalkan mereka berdua.


Ternyata kedua anaknya pun juga pintar karena mereka langsung memberikan informasi pada semua keluarganya tentang keadaan ibuknya ini. Dari semua keluarga yang di kabari oleh Oca dan Oci pun langsung akan bergegas ke kota mereka. Oma Vineta yang juga sedang hamil muda pun ikut datang karena ini melihat keadaan Naura. Dalam keadaan yang menghimpit seperti ini Oca dan Oci berdoa agar ibuk mereka dan bayinya akan sehat-sehat saja.


Ketegangan di dalam ruangan IGD pun juga tak kalah dari semuanya karena kondisi dari sang ibu bayi yang semakin lemah saja. Jika tak ada penanganan langsung maka dapat dipastikan jika tak bisa tertolong sama sekali. Kepala dokter yang ada di ruangan itupun langsung bertindak untuk mengambil tindakan. Hingga akhirnya detik demi detik mereka lalui dengan kesibukan masing-masing. Dan Fiki yang sudah selesai mengurus semuanya langsung menyusul pada anaknya lagi. Dengan khawatir dan binggun ia harus bagaimana terus tak lupa ia berdoa untuk kesehatan istrinya dan calon bayinya. Akhirnya ia bisa merasakan betapa khawatirnya menunggu sang istri sedang bertaruh nyawa. Karena waktu kelahiran si kembar ia tak ada disamping Naura. Ia berjanji akan selalu membuat Naura dan ketiga anaknya bahagia.


Dengan ditemani kedua anaknya tadi Fiki berharap akan ada dokter yang keluar dari ruangan itu dan memberikan informasi jika keduanya baik-baik saja. Tapi hingga pukul 15.00 sore belum juga ada harapan. Karena kasian dengan anaknya Fiki menyuruh mereka untuk makan di kantin agar ia tak sakit juga. Tapi sepeninggalan kedua anaknya tadi kedua mempelai pengantin yang tadi baru saja melangsungkan pernikahan datang dan menanyakan keadaan Naura saat ini. Mereka datang karena pas di acara mereka Naura seperti ini. Sambil menepuk pundak Fiki Danu duduk di dekat Fiki.


",Yang sabar Fiki, Naura dan anak kamu kuat kok. Oya maaf ya karena acara aku Naura seperti ini. Danu mengucapkan hal itu karena merasa jika ini gara-gara dia. Tapi Fiki tak mempermasalahkan hal itu karena ia masih sedih menginggat sesuatu.


", Makasih Danu, aku gak masalah hal itu Danu mungkin ini sudah takdir Naura. Tapi aku ingat ucapan Naura kemarin Danu, dia bicara jika aku harus menjaga anak-anak apakah ini semau sudah tanda-tanda yang aku tak tahu. Dia bilang juga kalau badannya pegal semalam itu. Tapi aku tak tahu jika malah akan seperti ini Danu.

__ADS_1


",Ya udah kita tunggu aja, la anak-anak dimana? Biar mereka dijaga Dita istriku.


", Mereka sedang makan di kantin Danu, biarkan bentar lagi juga kemari. Makasih ya sudah mau kesini. Rasanya aku tak ada saudara yang akan aku ajak berbagai pikiran jika saat seperti ini Danu.


",Ya udah mas, Dita susul kedua anak-anak dulu ya. Mas jaga mas Fiki aja buat dia nyaman ya mas, pamit Bu Dita yang akan menyusul ke kantin rumah sakit tadi.


"Iya sayang, ati-ati ya hibur anak-anak ya.


",Udah Fiki aku akan jadi saudara kalian. Anggap aku keluarga kamu Fiki. Kita akan saling membantu di saat kita sedang sudah satu sama lain. Ya udah kita tunggu dokter yang merawat Naura aja keluar ya. Beri pikiran positif jika keduanya akan baik-baik saja. Mungkin karena Danu tahu jika saat seperti ini ia biasa masuk dan membuat Fiki akan percaya jika ia akan sanggup dianggap sebagai keluarga mereka.


",Fiki, bagiamana keadaan Naura sayang. Bagaimana bisa seperti ini kan Naura baru hamil 7 bulan kan. Kenapa harus seperti ini Fiki, tanya dokter Vineta yang datang dengan beberapa keluarga besarnya. Sebagian dari keluarga ada yang datang dengan dokter Vineta.


",Kok Mama ada disini? Kok Mama sama kakek dan nenek tahu juga. Pertanyaan Fiki pertama kali ia tahu jika keluarga istrinya sudah datang. Ia merasa tak memberitahu hal ini pada semuanya tapi kenapa semuanya sudah ada disini.

__ADS_1


",Kamu gak kasih tahu kita, emang kamu bisa urus ini semua sendiri Fiki?


Aku berterima kasih sekali karena cucuku yang langsung memberitahukan kabar ini. Aku jadi tahu jika aku dan semuanya harus langsung kesini. Oya bagaimana Naura sekarang Fiki?


pertanyaan kakek Huda pada Cucunya itu.


", Maaf kek, Fiki gak sengaja akan seperti ini. Aku tadi binggun kek samapi aku tak bisa berfikir sama sekali. Untuk anak-anak sudah tahu apa yang harus mereka lakukan. Oya kek, Bapak sama ibuk saya tahu gak ya kek?


",Bapak sama ibukmu tahu hal ini mereka sudah dalam perjalanan nak. Aku lupa gak kasih tahu jika kami naik pesawat jadi lebih dulu, jawab Kakek Huda dan langsung duduk disamping Fiki.


", Kenapa semuanya berkumpul dalam keadaan seperti ini kakek. Aku sudah kalah untuk menjaga Naura dan anak-anak kek, aku sudah gagal jadi seorang Ayah kek, tangisan Fiki yang pecah di dekat kakek Huda.


", Sudah kita berdoa saja untuk kebaikan Naura dan anaknya. Oya jika di minta kita juga gak akan mau kan seperti ini. Yang penting kedua cucuku masih sehat dan kecukupan Fiki, sahut pak Aan yang masih menganggap jika Naura tetap anaknya. Dan pastinya Oca dan Oci adalah kesayangan beliau.

__ADS_1


@@@@@


Tunggu akhir cerita ya kakak pastinya akan membuat semuanya tampak bahagia. Dan untuk berharap bisa membuat novel yang lainya lagi amin. Ya udah kakak selamat istirahat ya kakak semua. Jaga pola makan agar kita tetap bisa sehat dan tak terkecoh dari perubahan cuaca minggu-minggu ini. Salam sehat kak dari aku 💞Hugo Wijaya 💞.


__ADS_2