CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Kecelakaan Fiki dan keluarga


__ADS_3

Tak jarang jika saat keluarga ingin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru itu begitu sulit. Tapi berbeda dengan Fiki dan Naura yang sangat tak mempermasalahkan hal itu. Apalagi kedua anaknya yang tak pernah rewel untuk membahas tentang itu juga. Yang terpenting untuk saat ini mereka ingin mencari tempat ternyaman untuk keluarganya itu. Dengan bantuan serlokasi yang ada di ponsel bututnya akhirnya Fiki menuju tempat terpencil di pulau ini. Mungkin karena mereka juga ingin mencari hiburan sebelum akhirnya mereka pulang karena urusan yang ada disini telah usai.


"Kak aku ingin menjawab permintaan kakak kemarin, takut kakak akan menunggu jawaban sampai kakak sendiri jenuh. Hehehe


Untuk memulai perkataan Naura selingi dengan tawanya karena ingin mengurangi rasa takutnya." Sebenarnya tak tau apa ini kak, aku tak ingin meninggalkan Papa dan Mama disini. Tapi aku juga gak mau kalau Harun terus meneror kita, apalagi anak-anak juga jadi korbannya. Kita pindah aja ke tempat eyang kak, tapi....lama Naura ingin mengucapkan apa yang ia inginkan karena takut kakaknya akan marah jika tahu itu.


"Apa sayang kok ngantung gitu sih bicaranya. Apapun itu keputusan yang kau mau akan kakak turuti kok. Asal itu masih dibilang wajar sih, jawaban Fiki yang sambil melihat kedua anaknya dari pantulan kaca mobilnya yang ternyata mereka berdua tertidur. Senyum yang langsung terbit begitu saja karena rasa yang amat bahagia itu. Betapa ia bahagia karena ternyata Allah menyatukan dia dan Naura yang sedari dulu orang yang ada di dalam hatinya itu.


Orang yang bisa meredamkan amarah yang kadang tak iya sadari sudah mengebu-ngebu itu.

__ADS_1


"Aku ingin setiap bulan kita ke sini kak untuk menjenguk Mama sama Papa. Aku tak ingin melupakan jasa beliau untuk selamanya. Dan aku ingin beliau juga orang tua ku yang akan aku berikan kasih sayang seperti halnya ibuk sama Bapak yang sama begitu. Jawaban yang ternyata sangat mulia sekali Naura itu. Sambil melihat ekspresi wajah kakaknya agar ia tau apa jawaban yang akan ia dapatkan nantinya. Tapi yang ia dapatkan malah usapan lembut di atas kepalanya.


"Iya sayang, kalau cuma itu mah aku akan lakukan semuanya demi kamu, jadi kita hidup dirumah eyang kan sama anak-anak. Kita akan mulai dari awal dan aku akan memenuhi apapun kebutuhan kalian. Dan satu lagi kamu gak usah ikut kerja ya rawat anak-anak saja dan rawatlah aku saja. Aku tak memperbolehkan kau untuk berkerja dengan orang lain.


"Aduk kak kok gitu sih, aku juga ingin sedikit membantu apa yang Oca dan Oci butuhkan lho. Aku tak terbiasa kalau hanya berpangku tangan dirumah saja pasti membosankan. Jawaban Naura yang tateras sambil memajukan bibirnya rada tak terima itu.


"Ah kamu itu lho kan nanti sibuk njaga anak-anak sayang. Kalau gak besok aku kerjanya dirumah saja ya biar kamu gak bosen, goda Fiki sambil mencolek bibir Naura yang sudah sangat menggoda itu. Jika tak lagi di perjalanan mungkin saja ia sudah ******* bibir yang sudah menjadi candu baginya itu. Karena selama mereka bersama itu sudah menjadi kebutuhan rutin yang Fiki dapatkan entah hanya sebatas atau lebih dari itu.


"Iya hampir saja sayang..

__ADS_1


"Ciiiiit,,doer..


Kepalan asal langsung keluar begitu saja di dalam mobil itu. Tangisan anak laki-laki yang meminta tolong, mungkin itu suara dari Oca yang meminta tolong. Mobil yang dikendarai oleh keluarga Fiki ternyata di tabrak dari belakang. Dan dengan kemampuannya akhirnya sang penabrak melarikan diri untuk menghapus jejaknya. Tapi itu tak mudah karena ternyata ada mobil yang lainnya yang mengejarnya juga. Dapat dipastikan saat ini kondisi Fiki dan keluarga sangat parah. Mobil yang menabrak pohon besar yang langsung menimbulkan sang pengemudi tak sadarkan diri karena luka di kepala yang tak kunjung berhenti. Dan dengan bantuan orang yang meninggalkan satu temannya akhirnya mereka berhasil memanggil ambulans untuk menanganinya. Dengan bantuan penduduk lokal yang ada ditempat kejadian akhirnya Fiki dan Naura yang terhimpit dengan badan mobil bisa dikuatkan. Sedangkan anak perempuan yang dibelakang juga belum sadarkan diri hanya anak laki-laki yang masih menangis melihat ketiga orang yang ia sayangi terluka seperti ini. Dengan menggoyang tangan ayahnya yang masih tak bergeming ia seolah-olah meminta pertolongan agar ada yang bisa membantu mereka itu.


"Bos, maaf bos ini non Tika dan keluarga mengalami kecelakaan bos, kondisinya begitu mengerikan bos, ucapan sang penolong tadi yang sedikit menjauh dari kerumunan yang membantu Naura maupun keluarga yang lainnya. Sedangkan bocah laki-laki itu diberikan minuman agar sedikit tenang dan menunggu ambulans datang.


"Kurang ajar, pelakunya harus ketemu aku tak ingin mereka berkeliaran bebas diluar dan keluarga ku hancur satu persatu. Teriakkan dari sebrang telfon yang langsung menembus telinganya itu. Ternyata yang marah saat ini adalah pak Aan yang tak terima dengan kenyataan jika Fiki dan Naura serta kedua cucunya terluka. Padahal tadinya ia menginginkan mereka agar segera pindah dan tak terjadi hal seperti ini. Tapi ternyata orang yang ia takuti malah sudah tahu dimana Fiki dan Naura tinggal sampai akhir mengikuti dan mengakibatkan kecelakaan itu. Dalam marahnya pak Aan langsung meninggalkan istrinya dan mendekati ibuk Fina untuk menitipkan istrinya pada wanita sepuh itu karena saat ini istrinya sedang istirahat tak ingin membangunkannya. Sedangkan karena pak Aan yang sudah mempercayai keluarga pak Huda ia bisa meninggalkan istrinya dengan tenang.


"Buk, nitip istri saya dulu ya buk, ini ada telfon penting yang mengharuskan saya untuk datang. Jika dia menanyakan hal itu ya buk. Setelah ini yang lainnya juga akan datang kesini jadi ibuk gak sendirian lagi. Dengan gerak cepatnya akhirnya pak Aan langsung mengambil mobilnya yang ada diparkiran dan menuju dimana ia dikirimi lokasi dari anak buahnya itu. Walaupun dari rumah sakit tepat istrinya itu dirawat sangat jauh tapi ia yakin akan bisa melihat anaknya dan kedua cucunya. Dengan amarah yang sudah memuncak akhirnya mobil milik pak Aan melaju dengan kecepatan tinggi. Tak ingin rasanya melihat orang yang ia sayangi merasakan kesakitan. Ia berjanji jika ia akan membalas perbuatan ini samapi kapan pun itu.

__ADS_1


*******


Selamat pagi kakak salam damai dari saya. Maaf ya kak ceritanya sedikit membuat Naura terkena masalah terus. Tapi alurnya mengharuskan untuk ini jadi ya kita tunggu saja semoga ada keajaiban yang membuat keluarga itu kembali hangat dan tak ada yang menganggunya lagi. Kembali bisa merasakan hidup yang damai lagi seperti dulu kala.💞💕


__ADS_2