
Setelah sampai dirumah eyang Naura langsung bersalaman dengan eyang dan langsung menuju kekamarnya yang disusul oleh Fiki yang membawa koper-kopernya. Dibantu oleh bik Ijem akhirnya semua barang Naura sudah tersusun rapi ditempatnya. Eyang yang sekarang harus dibantu kursi roda akhirnya tak bisa ikut ke kamar Naura. Karena sudah semakin sakit-sakitan akhirnya eyang juga sudah sedikit-sedikit menyerahkan wewenang pada Fiki yang ada disampingnya itu. Walaupun hanya sebatas cicit tapi eyang sangat bahagia karena sekarang sudah ada Fiki dan Naura yang ada di rumahnya untuk mengawasi dihari-hari tuanya itu. Mungkin ini yang selama ini beliau harapan juga sudah jadi kenyataan. Karena esok Naura harus mendaftar ke sekolah akhirnya mereka semua langsung istirahat tanpa ada yang harus dibahas terlebih dahulu karena esok masih ada waktu lagi.
Malam yang indah bagi Fiki karena setelah hari ini mereka bisa bersama adiknya lagi. Tapi selama setahun ini rasa yang dulu pernah ada untuk Naura sekarang sudah berubah menjadi rasa sayang kakak adik, mungkin karena tak pernah ketemu tapi tak tau dengan kedekatan untuk saat ini apakah rasa itu akan tumbuh lagi untuk hati Fiki?
Kita tunggu esok bagaimana kelanjutannya jika😍.
__ADS_1
Pagi ini Naura yang sudah terbangun waktu subuh pun akhirnya sholat terlebih dahulu dan langsung mandi untuk mengurus semua keperluan untuk mendaftarkan sekolah di tempat kakaknya. Walaupun sekarang sekolahan mereka berbeda tapi Fiki tetap mengharuskan Naura untuk tak menceritakan hubungan mereka yang sebenarnya. Tepat pukul enam pagi akhirnya Naura dan Fiki serta eyang sudah berkumpul dimeja makan untuk sekedar sarapan pagi yang sengaja sudah dibuatkan oleh bik Ijem.
"Pagi eyang, sapa Naura yang langsung mencium pipi eyang dengan penuh keceriaan. Tak lupa ia langsung duduk disamping eyang dan membantu menyiapkan makan untuk eyangnya. Sedangkan Fiki langsung menghabiskan makanannya dan ingin mengambil kunci motornya dikamar. Karena terlalu tergesa-gesa ia lupa membawanya kebawah.
"Nyenyak eyang, ya udah kita makan dulu eyang nanti eyang kan juga harus minum obat kan, sahut Naura yang langsung menyendok nasi goreng buatan bik Ijem itu.
__ADS_1
"Fiki pamit ambil kunci dulu ya eyang, Naura kamu cepet-cepet yang makan ya nanti biar bisa cepat pulang juga, perintah Fiki yang langsung meninggalkan meja makan menuju ke kamarnya lagi.
Setelah selesai akhirnya Fiki dan Naura langsung berangkat untuk ke sekolah untuk mendaftarkan. Hari demi hari akhirnya mereka lalui dengan kebersamaan lagi. Padahal sudah di Fiki pikirkan dalam-dalam jika hal ini akan terjadi lagi maka suatu saat rasa yang sudah sedikit hilang akan tumbuh lagi. Sampai ia memutuskan untuk sekolah di tempat eyang biar jauh dengan Naura tapi apa boleh buat Naura juga kekeh ingin tetap jadi satu dengan dirinya. Yang terpenting dia harus tetap bisa menjaga Naura dari segalanya. Tugas yang begitu besar di tanah rantau yang sudah di berikan kewajiban untuk menjaga adik dan eyangnya yang semakin kesini semakin tak begitu sehat. Mungkin ini yang menjadikan Fiki harus menjadi sosok laki-laki yang tangguh dan pemberani.
****Selamat hari raya Idhul Fitri 🙏🙏 mohon maaf lahir dan batin
__ADS_1