CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Ciuman


__ADS_3

Pagi ini benar apa yang Naura bilang akhirnya ia berangkat kesiangan dan langsung diantar oleh Fiki yang akan berangkat ke kampus juga. Biasanya jika ia bangun kesiangan maka Fiki akan marah-marah, tapi berbeda untuk hari ini mungkin karena Fiki juga gak mau memberikan kesan jahat jika bersama adiknya atau mungkin pikiran yang lain aku juga gak tau.


Setelah sampai di gerbang sekolah Naura yang tadinya ingin berpamitan dengan kakaknya pun tak sengaja melihat teman laki-lakinya yaitu Beni yang sudah menunggunya di gerbang sekolah. Naura yang merasa ketakutan pun masih binggun mau turun atau tidak karena melihat ekspresi kakaknya yang juga lagi gak bersahabat dari pagi. Karena tak ingin menambahi pikiran kakaknya ia akhirnya pamit turun dan langsung keluar tanpa menyapa Beni yang sudah melihatnya berlari. Sedangkan untuk Fiki yang sebenarnya tau itu semua hanya biasa dan melanjutkan ke kampas untuk menyerahkan tugas-tugas dan menjemput adiknya lagi. Ya biasalah jika banyak pikiran ia pun hanya diam dan memikirkan jalan keluar yang terbaik.

__ADS_1


"Naura kamu aku tunggu diluar kok malah lari kedalam sih? ,tanya Beni yang berhasil mengejar Naura tadi.


"Kamu sih kan aku udah bilang kalau kamu jangan tunggu aku di sana takutnya jika kekasih aku tahu dan marah, ucap Naura yang masih menganggap jika Fiki kekasih bukan kakaknya.

__ADS_1


"Kan aku cuma mau lihat kekasih kamu aja kan, apalagi aku juga ingin temenan aja kok itupun dulu kamu bolehkah, sebelum janur kuning melengkung aku masih bisa merebut kamu dari kekasih kamu kan? ,ucapnya lantang tanpa memikirkan jika sebenarnya ada yang mendengar perkataan mereka itu. Siapa lagi kalau bukan orang suruhan Fiki yang setiap saat melaporkan hasil apa yang ia dengarkan.


"Apaan sih, kok kamu ajak aku kesini?

__ADS_1


marah Naura ingin pergi dari tempat itu sebelum Beni melakukan hal yang menakutkan.


"Kamu mau kemana cegah Beni dengan melentangkan kedua tangannya agar Naura tak pergi dari depannya. Setelah Naura tak bisa pergi dari depannya Beni langsung memojokkan Naura pada dinding ruangan dan membisikkan jika ia ingin mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan dari dulu. Sambil mengunci tubuh Naura ternyata Beni langsung mencium paksa bibir merah Naura karena ia tak ingin Naura dimiliki oleh kekasihnya. Walaupun Naura mencoba untuk melepaskan diri tapi Beni tetap bisa mencium bibir Naura cukup lama, setelah ia ingin mencium lebih dari tadi akhirnya Naura langsung mengigit lidah Beni dan akhirnya ia bisa pergi dari tempat itu sambil sedikit ketakutan jika ia akan dikejar oleh Beni lagi.

__ADS_1


__ADS_2