
Sudah lebih dari lima tahun lamanya Naura tak ada kabar sama sekali. Keluarga yang ditinggalkan pun sudah mulai mencoba untuk mengikhlaskan dari keluarga kakek dan Bapaknya sendiri tapi bukan dengan Fiki yang setelah kelulusan kuliahnya saat ini ia masih selalu mencari keberadaan Naura. Ia berharap ada titik temu yang akan mempertemukan mereka. Sedangkan di pulau Kalimantan dimana anak-anak Naura yang sudah tumbuh menjadi anak yang pintar. Usia mereka sudah 4 tahun ya namanya Oca dan Oci setiap hari mereka selalu diantar oleh opa Aan kesekolah. Karena setelah Naura melahirkan ia dipaksa dokter Vineta untuk melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran agar sedikit ada yang meneruskan klinik yang mereka dirikan bersama suaminya itu. Kesibukan kian menanti tapi berkat pelayan yang ada dirumah terlalu banyak jadi tugas Naura tiap hari tak begitupun sulit. Apalagi kedua anaknya tak pernah merepotkan Naura karena mereka tau jika Naura itu adalah kakaknya. Sedangkan untuk Naura sendiri setelah melahirkan langsung berganti nama panggilan agar ia bisa melupakan kenangan yang ia alami.
"Opa kita jalan aja ya Oca pingin lihat kuda di kebun binatang opa, ajak anak laki-laki 4tahun itu sambil meminta persetujuan dari opanya.
"Gak ah, kak Naura gak ikut kan Oma juga gak bisa ikut kan, jawab Opa tadi memberikan jawaban yang menandakan tak ingin pergi.
__ADS_1
"Ah, opa Oci juga pingin ikut jalan-jalan sama kak Oca masak hari libur kita gak boleh main sih opa, biarin kak Naura sama Oma di klinik aja kita jalan bertiga aja opa, rayu kedua anak kembar yang ingin mengajak opanya berlibur itu. Karena jika Naura masuk hari libur maka ia diwajibkan untuk membantu kegiatan di klinik ibuk Vineta. Kan hitung-hitung sambil belajar jadi apa salahnya jika Naura menghabiskan waktu bersama ibuk angkatnya itu dan dengan kesibukan itu semua juga sudah membuat Naura sedikit tak memikirkan hal yang pernah ia alami. Begitu mulia dokter Vineta dan suami yang selama lima tahun ini telah merawat Naura dan dan kedua anaknya itu. Tapi jika Naura bersama yang lainnya dia selalu di panggil dengan sebutan Tika mungkin karena permintaan ibuknya agar dipanggil dengan nama Tika itu agar jiwa dan nama yang baru buatnya.
Karena rayuan Oca dan Oci akhirnya opa Aan mengiyakan permintaan para Cucunya itu. "Ya udah kita main tapi kita ajak Oma sama kak Tika ya". Opa gak mau pergi bertiga aja lho, kata opa memberikan syarat agar Oca dan Oci mau merayu Omanya agar mereka pergi bersama-sama untuk sedikit berlibur. Karena perintah opa akhirnya Oca langsung bergegas mengambil telfon rumah untuk menghubungi Oma serta kak Tika. Pas panggilan ke tiga akhirnya telfon yang dipegang Oca langsung dijawab oleh penerimanya.
"Halo Oma, Oca sama Oci pingin main ke kebun binatang Oma. Tapi Opa gak mau nganterin kalau gak bisa ajak Oma sama kak Tika. Kita pingin main bareng Oma. Kapan kita bisa kaya gini lagi Oma, rengek Oca yang memperlihatkan kepiawaian untuk membuat luluh orang yang ada didepannya. Apalagi selama ini Oma serta Opa tak pernah melewatkan apapun yang kedua anak kembar itu butuhkan. Sampai-sampai mereka sekolah disekolah favorit yang ada di pulau Kalimantan itu. Dari segudang bisnis yang dimiliki Opa dan Oma mereka bisa sedikit merasakan betapa mereka tak merasakan kekurangan sama sekali.
__ADS_1
"Ya udah Kalau Oma gak mau Oca sama Oci ajak Abang Harun aja pastinya dia mau, kan Abang Harun sayang Oca sama Oci Oma. Kapanpun Oca sama Oci meminta pasti langsung diturutin, kata jitu yang selalu dibuat untuk menarik perhatian semuanya. Mungkin karena mereka tak diperbolehkan untuk terlalu dekat dengan Harun jadi mereka membatasi apa yang dilakukan oleh kedua cucunya itu. Apalagi kak Tika yang tak ingin jika mereka bertemu dan sekedar bercanda pasti langsung ditegur untuk menjauh. Mungkin karena sifat Harun yang terlalu terbuka jika ia mengakui mencintai Tika jadi keluarga mereka menentang Oci dan Oca mendekat. Apalagi Harun kadang berbuat nekat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan jadi cukup sudah Tika berhubungan dengan dirinya. Karena pernah kenal dan baik sama kakak seniornya di kampus jadi seperti ini. Apalagi setelah mengetahui jika Harun adalah anak tunggal pemilik rumah sakit di kota Tika saat ini jadi semua orang segan untuk menegurnya.
"Ya udah kita jalan bareng, tapi gak usah hubungi Abang Harun, nanti kak Tika ngambek lho. Kalian siap-siap langsung jemput Oma sama kakak di klinik aja ya keburu Oma berubah pikiran lho, pasrahnya setelah mendengar ancaman dari Oca tadi. Karena kesibukan Tika saat ini ia sendiri tak mengetahui rencana ingin sedikit jalan- jalan tadi.
Setelah selesai siap-siap dan langsung pergi menjemput Oma dan kak Tika akhirnya mereka semua langsung berangkat ke kebun binatang sekedar untuk bermain. Sedangkan Tika yang tak mengetahui rencana ini pun hanya melihat kedua anaknya yang terlihat bahagia.dan sedikit luluh tak marah lagi. Karena sesuatu yang indah di hidupnya saat ini adalah kebahagiaan yang anaknya dapatkan. Untuk masalah kebahagiaan dirinya sendiri itu udah yang akhirnya nantinya. Begitu serunya hari ini melihat kedua orangtuanya angkat yang juga bisa sebahagia ini bersama cucunya. "Semoga kedua orang tuanya ku ini bisa bahagia nantinya ya Allah.' Sedang Tika yang saat ini sedang sibuk dengan bukunya pun akhirnya melihat keakraban ke empat orang yang ia sayangi sedang sibuk melihat hewan-hewan yang ada di kebun bintang itu. Sulit Tika merasakan untuk ke kehidupan Tika saat ini sampai akhirnya ia bisa merasakan betapa ia harus tegar demi kedua anaknya itu.
__ADS_1
Sedangkan di ruangan megah dirumah sakit Harun yang merencanakan sesuatu untuk Tika pun tak henti-hentinya mengumpat untuk bagaimana untuk mendapatkan hati dari orang yang ia sayangi. Jika dengan cara halus aku tak mendapatkan Tika maka dengan cara licik aku akan mendapatkan dia. Mungkin aku harus mencari informasi lagi agar Tika bisa jatuh ke pelukan aku. Aku harus mencari arsitek yang handal untuk membuat villa yang akan aku buat untuk aku berikan untuk Tika nantinya. Mungkin jika aku memberikan hadiah yang layak maka ia akan bisa sedikit luluh, ucapnya sambil memainkan pena yang ada ditangannya itu.