
Kabar jika dokter Vineta adalah anak kandung dari Papa Huda dan Mama Fina akhirnya tersebar ke keluarga yang lainnya. Karena hal ini maka hari ini dimana dokter Vineta dinyatakan untuk keluar dari rumah sakit langsung mengadakan syukuran di tempat Papa Huda. Naura dan Fiki yang di beritahukan pun ikut bahagia karena hal ini, tapi sedih karena tak bisa ikut merayakan tasyakuran karena tempat mereka lebih jauh dari yang lainnya.
Semuanya seperti apa yang direncanakan karena para undangan dari sahabat-sahabat Papa Huda semuanya datang tanpa terkecuali. Pak Catur dan ibuk Dini juga hadir pokoknya semuanya ikut merasakan kebahagiaan itu semuanya. Akhirnya malam ini berjalan sukses.
Kehidupan baru untuk dokter Vineta dan pak Aan mulai hari ini. Semuanya seperti tak dapat mereka bayangkan sebelumnya jika akan lebih indah saat ini. Akan kehadiran seorang putra yang nantinya akan menjadi pewaris dari semuanya yang mereka punya. Dan tentunya kasih sayang yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Naura yang saat ini hanya dirumah dan ditemani oleh kedua anaknya pun sedikit resah karena terbayang-bayang isi dari WhatsApp yang dikirimkan dari Danu. Entah kenapa orang itu hadir lagi dikehidupa ya. Ia ingin berjumpa dengan Naura isi dari WhatsApp nya itu. Jika ia ingin mengiyakan tapi tak bisa bicara dengan suaminya tentang permintaan dari Danu tadi. Sekian lama kehidupan ini indah tapi kenapa ini terjadi lagi. Naura baru saja merasakan betapa bahagianya bersatu dengan keluarganya dan bahagia setelah mengetahui jika ternyata Mama Vineta adalah kembaran dari mendiang Mamanya juga. Walaupun sebelumnya Danu sudah berjanji akan baik dengan keluarganya tadi Naura masih belum bisa membuka untuk hal itu. Entah karena trauma atau entah karena apa yang tahu hanya Naura saja.
Fiki yang juga belum pulang saat ini membuat Naura merasa sangat binggun mau jawab apa dari WA tadi. Sudah terlanjur dia buka dan ia baca jika tak ia balas maka akan membuat pengirimnya menanti hal itu juga. "Kenapa harus lembur sih kak, aku binggun mau jawab apa. Naura yang binggung sambil memegang telfonnya itu terus saja mengucapkan hal itu. Tanpa disadari kedua anaknya saling melihat tingkah laku ibuknya. Sudah perutnya yang sedikit membesar dan mondar-mandir itu.
",Kak, ibuk ada apa ya kenapa seperti itu. Atau ia sedang ada masalah. Pertanyaan salah satu anak kembar yang binggung melihat ibuknya sedang mondar-mandir di depan mereka itu. Karena tak seperti biasanya akhirnya Oca dan Oci tahu jika sedang tak baik. Apalagi ibuknya juga tak pernah berbicara yang mana ia sedang ada masalah yang berarti sekali pun. Jiwa tegar yang ia tanamkan membuat ia seperti ini tapi entah kenapa jika masalah tentang Danu ia tal bisa memecahkan hal itu. Karena ada hati suaminya yang harus ia pertimbangkan juga.
Walaupun kedua anak itu tahu ibuknya sedang ada masalah tapi tak ada yang berani untuk menggunakannya. Jaya saja Oca langsung berinisiatif untuk menghubungi ayahnya. Karena ini menyangkut pesan dari ayahnya untuk selalu menjaga ibuk dan calon ibuk mereka. Dengan lihainya akhirnya ia berhasil menghubungi nomor ayahnya. Karena telfon yang dibelikan oleh Opa untuk mereka maka dengan mudahnya mereka menghubungi siapa saja yang akan mereka hubungi.
__ADS_1
",Ayah, ibuk sepertinya sedang ada masalah, dari tadi ia hanya mondar-mandir seperti ada yang ia pikirkan Yah, Ayah kapan mau pulang?, Pertanyaan Oca yang sudah masuk ke kamar atas agar ibuknya tak mendengar apa yang ia laporan pada ayahnya.
", Benar nak? Terus ibuk saat ini bagaimana?
Bentar lagi ayah akan pulang, jaga ibuk baik-baik ya. Dan satu lagi jangan biarkan ibuk pergi dari rumah ya. Pastinya ada yang terjadi saat ini padanya. Perintah ayah Fiki agar tetap mengawasi istrinya itu. Karena ia tahu saat ini hanya keselamatan istrinya yang terpenting. Walaupun saat ini ia sedang ada rapat penting di kantornya tapi ia memilih untuk tetap mengutamakan istrinya. Dengan kemampuan sekertarisnya ia percaya jika urusannya akan selesai. Dengan tergesa-gesa akhirnya Fiki langsung menuju ke lobi perusahaannya dan meninggalkan kantornya itu. Semua karyawan yang memperhatikan kecemasan pada bosnya tak ada yang berani untuk menyapanya hanya anggukan kepala saja pas berpapasan dengan beliau. Semua tahu jika ada yang tidak beres dengan keadaan bosnya saat ini. Dengan kemampuan balap mobilnya akhirnya mobil berwarna merah itu sudah sampai di lampu merah sekitar 15 meter dari kantor. Karena lampu saat ini sedang berwarna merah akhirnya mau tak mau ia menghentikan mobil itu sambil memukul kemudian agar lampu itu berubah warna menjadi hijau.
",Akh...Sial kenapa harus merah segala sih. Aku takut Naura akan kenapa-kenapa. Ya Tuhan bantu aku, aku tak ingin Naura menjadi seperti dulu lagi. Aku ingin disaat ia memiliki masalah aku bisa membatu memecahkan masalahnya. Pas doa ia selesai disitu pula lampu langsung berwarna hijau dan ia langsung menjalankan mobilnya agar sampai di rumah dan bertemu keluarga kecilnya itu. Tuhan maha tahu akhirnya ia bisa lancar sampai dirumahnya tanpa ada masalah padahal biasanya ia akan macet jika pas pulang dari kantor.
", Sayang mana ibuk kok kalian hanya berdua di sini, tanya Ayah Fiki pada kedua anaknya yang ada di ruangan tengah berdua saja.
",Ayah, ibuk sedang ada dikamar saat ini, karena tadi perutnya sedikit sakit Yah. Jawab Oca yang benar adanya.
Setelah Ayah Fiki menciumi kening kedua anaknya ia langsung menunju ke kamarnya untuk mencari keberadaan istrinya itu.
__ADS_1
", Sayang kenapa kok udah dikamar kan masih sore? Biasanya kan masih mainan sama anak-anak, pertanyaan Fiki pada Naura saat ia sampai ke kamarnya dan melihat istrinya sedang tiduran. Nampak wajah yang sedang memikirkan sesuatu saat ini yang Fiki langsung tahu yang terjadi pada istrinya itu.
Fiki langsung ikut duduk disamping istrinya dan mengusap kepala Naura dengan lembutnya.
", Sayang, aku tahu kamu saat ini sedang ada masalah, akankah kau akan menutupi itu sendiri sayang. Fiki yang mengusap kepala istrinya itu tahu bagaimana ia membuat istrinya itu bisa terbuka dengannya. Karena setelah ia memperlakukan hal itu pastinya Naura akan menangis di dekapan Fiki dan menceritakan apa yang terjadi.
",Kakak, tangisan Naura pun akhirnya pecah dan memeluk erat suaminya. ",Aku binggung kak, tadi Danu menghubungi aku dan meminta ijin untuk datang ke rumah. Tapi ini buka aku yang menginginkan Kak, penjelasan Naura yang akhirnya Fiki tahu apa yang dirasakan istrinya saat ini. Sebenarnya ia tak masalah tapi melihat istrinya sampai seperti ini, ia tahu jika istrinya tertekan jika sampai ia menangis.
ππππππ
πππππ
Maaf kakak semua sudah hampir satu bulan ini aku gak bisa up sama sekali. Karena urusan aku yang belum bisa terselesaikan maka aku memilih satu dari urusan itu aku kerjakan dulu. Memikirkan satu dari yang saya pilih itu sulit tapi aku gak mau egois, jika saya memilih semua pastinya akan ada yang terbengkalai. Daripada itu terjadi maka saya memutuskan untuk seperti ini. Yang mana saya masih bisa melanjutkan cerita ini lagi. Maaf ya kak jika sudah membuat kakak kecewa dan menunggu lama. Tapi aku tahu kok pastinya kakak semua tahu jika saya hanya ingin setia di aplikasi ini aja kokπ. Dan pastinya masih ada cerita yang lainya lagi semoga amin. Karena urusan ini sudah sedikit selesai maka saya baru bisa lanjut ke novel lagi kakakπ. Mari kita lanjutkan untuk berkreasi lagi kakak walaupun aku tahu aku belum banyak pendukung tapi aku hanya ingin mengasah kemampuan yang aku miliki kok jadi pastinya tidak mengharapkan lebih selain aku punya kakak semua yang setiaπππ. Salam dari ku kakak....Hugo Wijaya....
__ADS_1