CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Keluarga yang kaget


__ADS_3

Setelah perjalanan hampir 30 menit akhirnya dua mobil yang membawa keluarga pak Aan dan pak Catur tiba di rumah sakit. Setelah turun dari mobil, sebagian langsung bergegas untuk ke ruangan yang tadi sudah di beritakan oleh nenek Dina. Karena panik mereka sampai tak ingat jika pak Huda dan dokter Vineta tertinggal karena kondisi jalannya masih sedikit tertatih. Mungkin jika mereka tak menginggat jika sama pak Huda sudah sampai ke ruangan Naura tapi akhirnya sebagaian ada yang menunggu agar bisa bersama-sama ke ruangan Naura tersebut.


Yang saat ini paling panik adalah pak Catur yang betapa beratnya cobaannya dari kemaren Naura sering keluar masuk ke ruangan rawat rumah sakit. Apalagi bulan kemarin juga baru sembuh dari sakitnya malah saat ini sudah diberitakan jika ia sedang pingsan. Pas sampai didepan ruang rawat Naura yang nampak kakek Budi dan nenek Dina yang masih mondar-mandir karena cemas menunggu kabar dari dokter yang masih didalam sedang menangani Naura.


"Ibuk, bagaimana kondisi Naura buk?


Kok bisa jadi kaya gini buk, tanya pak Catur yang langsung paniknya minta ampun.


Ibuk Rita yang juga panik langsung menghampiri ibuk Dina sambil memeluknya. Karena napak jelas di wajah ibuk Dina saat ini sedang ketakutan. Apalagi Catur menanyakan langsung tanpa ada jeda untuk menjawabnya.


"Maafkan ibuk nak, Naura tadi pingsan dalam kondisi tengkurap jadi keningnya kebentur lantai dan berdarah, jelas ibuk Dina sambil menangis. Mungkin jika saya tadi langsung menangkap Naura tak akan terluka seperti ini. Makanya dokter yang belum usai mengangani Naura saat ini sedang menjahit kening Naura nak katanya ibuk Dina menjawab pertanyaan pak Catur tadi.


"Sudah buk ini bukan salah ibuk, kita gak tahu jika Naura juga akan seperti ini. Kan kita gak minat ini semua juga kan buk, ucapan ibuk Rita yang menghibur ibuk Dina agar tak bersedih lagi. "Ya udah buk kita duduk dulu ya biar yang lainnya yang gantian menjaga, ajak ibuk Rita langsung menuntun ke kursi depan ruangan Naura itu.

__ADS_1


Karena masalah ini semuanya tak sedikitpun melihat ke ruangan Fiki yang hanya bersebelahan. Tapi selama ini ia juga tak memperlihatkan perubahan apapun makanya semuanya tak ada yang melihat ke arah dia sama sekali.


Sedangkan kakek Rudi yang masih menghibur menantunya yaitu pak Catur. Pun ikut termenung akan derita yang dialami Catur tersebut. Betapa kuatnya sehingga dia masih bisa tetap tegar seperti ini. Walaupun sebenarnya pak Catur begitu menderita karena ini tapi ia tak memperlihatkan ini semua karena menjaga perasaan satu sama lainnya. Ia disini juga harus menginggat Fiki yang masih terkujur kaku di ruangan juga. Kalau ia lebih frustasi pada kecelakaan Naura ini takut keluarga pak Budi dan ibuk Dina merasa jika ia tak menyayangi Fiki. Serba memikirkan apa yang ia lakukan akan menyinggung perasaan orang lain atau tidak karena ia merasa jika keluarganya lebih banyak dari yang orang miliki.


Cheklek...


Suara pintu kamar Naura yang dibuka oleh dokter. Sudah satu jam lebih dokter tadi ada didalam. Dokter Vineta yang mengetahui yang menangani Naura hanyalah temannya akhirnya ia sendiri yang langsung mendekati sahabatnya itu.


"Dok, bagaimana kondisi anak saya Dok, dokter Vineta tahu walaupun ia bersahabat baik tapi mereka masih jam kerja jadi harus taat dan profesional.


"Kamu bagaimana dok kondisinya, udah lama kita gak ketemu. Rasanya pingin cerita banyak, jawab dokter tadi sambil berbisik di telinga dokter Vineta itu. Biasa kan kalau gosip kita lebih hot lho. Senyum lagi setelah berbicara dengan bisik-bisik pada dokter Vineta.


"Gimana ini keluarga aku pada tahu lho. Kamu jelaskan apa yang terjadi pada anak ku gih, besok lagi yang curhat, jawaban dokter Vineta yang ikut berbisik karena ia tahu kalau keluarga yang ada di situ lagi fokus memandang dua sahabat itu lagi berbisik.

__ADS_1


"Oya buk, pak sebelumnya saya minta maaf karena kangen tak jumpa pada dokter Vineta jadi saya sampai melupakan untuk memberitahu kondisi dari pasien. "Ehem',, Sebenarnya tadi karena jatuhnya tengkurap maka keningnya harus dijahit 8 jadi kami harus menagani langsung. Tapi karena masih dalam kondisi terkena obat bius jadi saat ini masih tertidur Tika nya. Tapi ada satu lagi yang harus saya sampaikan. Sebenarnya akhirnya ia berhasil menceritakan ia lebih memilih mengatur nafasnya sendiri karena dia tahu jika Tika yang ia kenal tak mungkin seperti apa yang ia pikirkan saat ini.


Keluarga yang merasa penasaran pun akhirnya memaksa pendengaran karena mereka ingin tahu apa yang akan dijelaskan pada dokter tadi.


"Jelaskan saja dok, sahut pak Huda yang sudah tak sanggup menunggu itu.


"Sebenarnya pasien juga lagi mengalami gejala hamil muda. Makanya mungkin tadi merasa lelah atau mungkin karena lagi gak enak badan jadi ia seperti ini. Karena dari data tadi HB hanya 2.3 kurang sehat dikondisinya saat ini, jelas dokter tadi.


Semua yang ada di ruangan itu langsung lemas karena apa yang ia dengar tak seperti apa yang dalam pikiran masing-masing. Mereka mengira jika Naura sedang sakit parah ataupun apa tapi malah kabar ini lagi yang ia terima. Kaget tentunya bagi semuanya tapi mau bagaimana lagi ini sudah terjadi. Belum juga menikah dengan Fiki tapi ia sudah hamil anak dari Fiki lagi. Semuanya yang ada di tempat tadi hanya diam sambil memikirkan apa yang akan terjadi esok hari. Terutama pak Catur yang memegang kepalanya karena ia merasa sangat frustasi. Cobaan apa lagi ini Naura hamil lagi dan saat seperti ini ia juga tahu jika Fiki belum bisa tanggung jawab. Karena melihat semuanya binggun akhirnya dokter tadi pamit hanya menepuk pundak dokter Vineta dan langsung meninggalkan tempat tadi. Tak enak rasanya ada didalam keluarga yang sedang kaget dengan kabar yang barusan ia berikan itu.


"Ya Allah kenapa cobaan ku seberat ini. Apa karena aku dulu pernah buat salah yang pada akhirnya anak kami yang menjadi imbasnya seperti ini. Doa pak Catur yang masih menunduk sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Doa ini ia panjatkan pada Allah yang mana bisa mengubah takdir seseorang. Ia berharap jika ada keajaiban agar Fiki langsung terbangun dari komaya. Ia tak ingin jika Naura menderita sendiri di masa kehamilannya yang kedua ini. Karena ia tahu pastinya dulu waktu ia hamil Oca dan Oci pastinya sangat tertekan tapi untuk yang sekarang semoga ia tak seperti itu lagi jika ada Fiki disampingnya lagi.


*****

__ADS_1


Pokonya ditunggu likenya kak. Karena setiap like kakak ada doa kakak untuk kesembuhan Fiki lho... Semoga terhibur kakak semua.


Live u kakak💞💕 semua...


__ADS_2