CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Akhirnya menemukan bukti


__ADS_3

Walaupun masih penasaran tapi pak Aan dan pak Budi sedikit lega karena pelakunya yang sudah tahu seluk beluk keluarganya, jadi dapat dipastikan jika ia adalah kenalan baik dari keluarga pak Aan. Sedangkan pak Aan dan dokter Vineta istrinya itu jarang sekali langsung akrab dengan seseorang jika mereka tak kenal sudah lama. Jadi beliau bisa mengira- Ira siapa itu nantinya. Setelah sepeninggalan pelaku tadi akhirnya pak Aan dan pak Budi juga kembali ke rumah sakit lagi. Karena mereka tak ingin melewatkan kabar yang akan selajutnya mereka dapatkan mengenai Naura. Mereka berharap jika sampai di rumah sakit.


***


Seisi ruangan itu hanya bisa berdoa agar Naura cepat sadar dan bisa kembali bersama lagi. Apalagi kedua anaknya yaitu Oca dan Oci yang menginginkan jika mereka bisa berkumpul kembali seperti biasanya. Hingga detik ini ketegangan pun terlihat jelas dari sorot mata yang mereka miliki. Kecemasan yang semakin membuat mereka sampai tak bisa makan sedikit pun sedari tadi. Sedangkan Fiki yang dari tadi dikamar Naura juga tak kunjung keluar atau ingin balik kekamar untuk sekedar istirahat. Kalau dibilang dia sudah sehat juga belum begitu sehat tapi ia tetap nekat akan menunggu Naura sampai ia melihat Naura membuka matanya.

__ADS_1


Sedangkan ditempat persembunyian saat ini Harun sangat ketakutan jika anak buahnya atau malah Anand dan Tika akan melaporkan ia ke kantor polisi. Hingga ia tak berani untuk pergi kembali ke rumahnya. Walaupun ia melakukan hal ini tapi ia sangat tak ingin polisi atau media mencium keburukan yang ia lakukan. Semata-mata ini dia lakukan untuk menutupi repotasinnya dan rumah sakit yang ia miliki. Keluarga besar yang sangat memilliki peranan penting di daerah ia tinggal ini dapat dipastikan jika ia melakukan kesalahan sedikit pun pasti akan langsung merebak ke manapun. Kegilaannya pada Tika yang berujung kenekatan yang ia lakukan tak sampai ia pikirkan jika akan seperti ini. Untuk ia juga memiliki kekuasaan yang tinggi jadi jika ia tak bisa masuk kerumah sakit ia tak pernah di permasalahkan asal ia langsung menghubungi dokter yang. ia tunjuk untuk menggantikannya. Tapi ditempat persembunyian saat ini Harun juga masih penasaran pada kondisi Tika yang tadi sempat langsung pingsan itu. Dapat dipastikan jika ia juga masih merasakan kesakitan karena ia belum sempat melakukan apapun untuk membuat Tika seperti itu. Merasa bersalah yang ia rasakan saat ini menjadikan orang yang ia sayangi terluka dan pastinya akan memiliki trauma yang sangat mendalam jika mereka suatu saat bertemu dengannya. Padahal inti dari penculikan itu hanya ingin membuat Tika mau dengannya dan mau menikah dengannya. Tapi karena ia juga tersulut emosi dengan Anand jadi ia melapiaskan apa yang ia rasakan pada Anand yang berujung ia sendiri yang mendapatkan getahnya. Sampai kapan ia akan bisa bersembunyi seperti ini padahal kasus yang ia lakukan ini akan semakin diusut oleh pihak kepolisian. Sampai dimanapun ia berada pasti jika sudah waktunya ia akan ditemukan pasti juga akan ketemu. Rasanya tak adil melihat Tika bisa bersama dengan Anand yang walaupun katanya sebatas kakak adik tapi kemesraan yang mereka tunjukkan tak hanya hubungan itu. Apalagi waktu pas kemarahan Harun memuncak waktu tak sengaja melihat bekas tanda kepemilikan yang terdapat di leher jenjang Tika. Tanpa pikir panjang emosi itu langsung meledakkan begitu saja. Bayangan jika Tika sudah diperlakukan oleh Anand yang tidak-tidak saat ini yang Harun pikirkan. Bagaimana seorang kakak bisa melakukan hal ini pada adiknya.


"Aakh,, teriakan Harun yang sambil melempar gelas minuman yang ada di depannya itu. Mungkin karena pikiran negatif yang tak bisa ia padamkan saat ini di pikirannya. Memikirkan apa yang tak seharusnya ia pikirkan. "Aku tak boleh membiarkan ini terjadi, Tika harus menjadi milikku dan aku harus membuat om Aan dan dokter Vineta menerima aku menjadi menantunya. Walaupun Tika sudah tak bisa menerima aku tapi aku akan memikirkan cara lainnya agar ia mau dengan aku. Ucapan Harun yang akan bangkit dari hari ini. Pasti jika ia tak melakukan kesalahan ini ia masih bisa mendekat dengan keluarga Tika.


"Gak ada apa-apa bik, tolong bersihkan saja aku ingin mandi agar sedikit tak gerah. Permintaan Harun yang langsung di lakukan oleh bibik tadi. Mungkin jika ia tak ada yang mengetahui hal penculikan itu semua orang taunya Harun itu adalah seorang yang sangat baik. Tak pernah ia melupakan jika ia memiliki orang-orang yang juga butuh ia berikan kehidupan yang layak. Nyatanya bibik yang sudah lama ikut Harun sangat bersyukur kepadanya karena berkat kebaikan Harun ia bisa mensekolakan kedua anaknya sampai saat ini. Padahal Harun juga hanya sering memerintahkan sesuatu jika ia membutuhkan saja selebihnya jika ia bisa lakukan sendiri maka ia lakukan dengan sendirinya.

__ADS_1


Malam ini tak terasa pukul sudah semakin larut semua keluarga yang menunggu Naura di depan kamarnya pun sampai tak terasa tertidur pulas semua. Hanya pak Aan dan pak Budi yang masih terjaga karena masih memikirkan perkataan pelaku tadi atas dasar dalang dari penculikan ini. Mau menceritakan pada keluarga yang lainnya takut akan menghantui pikiran mereka semua. Nyatanya mereka berdua yang mengetahui hal ini saja tak bisa menutup mata sekedar istirahat. Dan Fiki yang tak mau pisah dengan Naura akhirnya ia meminta untuk satu ruangan dengan Naura agar ia bisa menjaganya. Dengan bantuan dokter Vineta akhirnya apa yang di inginkan Fiki bisa terlaksana. Tapi dengan catatan ia juga harus tetap istirahat karena ia juga butuh pemilihan kondisinya. Jika ia paksakan berlarut maka dapat dipastikan jika ia juga akan semakin drop dari kondisi saat ini. Di kegelapan malam yang begitu sunyi Fiki yang terbangun dari tidurnya malam ini langsung melihat ke arah Naura yang masih setia memejamkan matanya. Entah ia capek atau memegang tak mau membuka matanya. Hingga tak terasa air mata yang ia sendiri tak ingin keluarkan terjatuh dengan sendirinya.


"Sayang bangun sayang, lihat anak-anak kita rela tidur di tempat yang dingin seperti itu demi kita sayang. Mari kita berikan kebahagiaan pada keluarga yang lainnya agar mereka tak seperti ini sayang. Aku berjanji jika kamu bisa pulih aku akan turuti apa saja yang kau inginkan dan apa saja yang jadi impian kamu sayang. Kita bangun keluarga yang harmonis dan membahagiakan keluarga kita sayang. Aku yakin jika kamu mampu melewati ini semuanya. Aku juga percaya jika kamu mampu kuat untuk mereka semuanya ucap Fiki sambil melihat kearah luar yang nampak keluarganya tadi berada. Walaupun ia juga tak bisa melihat dengan jelas tapi ia yakin jika keluarga besarnya saat ini masih setia dengan pengorbanan untuk menjaga mereka itu. "Begitu berat cobaan yang aku alami ya Allah. Hanya ingin bersanding dengan orang yang aku cinta sangatlah sulit. Andai aku bisa memilih ijinkan aku saja yang mengalami ini jangan biarkan Naura terpejam untuk terlalu lama. Karena ia sudah merasakan kepedihan yang sangat banyak selama ia melahirkan dan membesarkan anak-anakku ya Allah. Doa malam yang ia panjatkan pada Allah saat ini sangat menyayat hati orang yang mendengarnya tak terkecuali ibuk Dini yang sengaja memeluk kedua cucunya Oca dan Oci yang juga didalam ruangan itu. Ia tak kuasa melihat kesedihan anaknya yang bertubi-tubi seperti ini. Atau hanya harapan untuk sekedar bahagia pun sepertinya tak pernah ia rasakan. Jika beliau akan bangun dan memeluk Fiki ia tak ingin jika dikondisikan seperti ini Fiki berfikiran yang lain lagi. Akhirnya beliau memutuskan untuk tak terbangun juga.


"Sampai kapan nak kamu merasakan kepedihan seperti ini nak. Ibuk ingin kalian bersatu dan hidup bahagia bersama cucu-cucu ku. Buat kami disini juga ikut bahagia melihat kalian semuanya bahagia nak, jika ibuk bisa memilih maka jika Naura sudah sadarkan diri akan ibuk aja langsung pulang ke kota kita. Agar kalian semuanya bisa hidup bahagia dan tentara seperti dahulu kala. Tapi aku juga tak boleh egois karena kehidupan Naura saat ini berbeda dengan yang dahulu. Sekarang Naura tak juga hanya milik kita tapi juga milik dokter Vineta yang sangat menyayangi ia seperti anaknya sendiri. Contohnya sampai pencangkokan sumsum tulang belakang yang dilakukan oleh dokter Vineta sangat lah besar balasan yang harusnya ia dapatkan, tapi demi Naura itu semuanya ia dapatkan dengan semudah ia membalikkan telapak tangannya. Tak terasa ibuk Dini yang terbangun sampai hingga subuh ini tak bisa tertidur lagi. Mungkin karena jiwa keibuan yang melihat kedua anaknya seperti ini jadi beliau tak bisa hidup tenang. Kasih ibu sepanjang masa karena hanya ibulah yang tahu apa yang yang dirasakan anak-anaknya. Nyatanya jika seorang anak sedang sakit ibuk pun rela tidak tidur untuk merawat anaknya. Dan jika anaknya tak bisa makan dengan mudah maka beliau lah yang mengunyah makanan agar mudah anaknya cerna. Andai Naura juga merasakan kasih sayang seorang ibuknya pasti ia sangatlah bahagia. Tapi kasih sayang ibuk Dini juga tak berbeda dengan almarhum ibuk Lia yang tak membedakan antara Fiki dan Naura dimasa kecilnya dulu. Apa yang ia berikan sama rata dengan apa yang ia berikan pada Fiki. Kadang Fiki malah tak mendapatkan kasih sayang lebih yang ia berikan kepada Naura. Karena ibuk Dini yang sudah berjanji pada almarhum sahabatnya untuk berjanji merawat Naura dengan apa yang ia bisa jadi ia pun melakukan apapun yang ia bisa untuk kebahagiaan anaknya itu. Sedangkan kasih sayang pak Catur yang diberikan kepada Fiki dan Naura juga tak dibedakan jadi Naura dan Fiki tak pernah merasakan jika ternyata kenyataan ia bukanlah saudara sedarah. Sambil membelai rambut Oca dan Oci yang ternyata sudah besar ibuk Pun merasa jika ia di izinkan untuk mengingat kenangan dimana ia merawat Naura dan Fiki yang masih kecil dulu. Karena itu ibuk Dini sangat bahagia bisa melihat kedua anaknya juga bahagia seperti dulu kala. Setelah menengok ke arah Fiki yang ternyata sudah tertidur lagi akhirnya ia memutuskan keluar ruangan untuk mendekat dengan keluarga yang lainnya yang berjaga diluar. Memegang karena hampir menjelang subuh jadi masih sedikit aktifitas yang lainnnya di rumah sakit ini. Tapi alangkah kagetnya saat beliau keluar dan mendapati seseorang yang memakai jubah yang sepertinya ingin sekali mendekati ruangan Naura dan Tika itu. Tapi setelah orang itu melihat ibuk Dini keluar ia langsung berlari untuk bersembunyi. Semakin penasaran dan ketakutan akhirnya ibuk Dini membangunkan suaminya dan mengutarakan apa yang ia lihat tadi. Bayangan benar-benar nyata jika itu adalah seseorang akhirnya kedua orang tua itu langsung menuju ke arah dimana ibuk Dini melihat sesok itu. Dan pas melihat ke arah manapun tak mendapatkan tanda-tanda orang tersebut masih disitu akhirnya pak Catur dan ibuk Dini memutuskan untuk kembali ke kamar Naura dan Fiki lagi. Pas satu langkah dari tempat tadi pak Catur tak sengaja menginjak sesuatu karena penasaran akhirnya beliau memungutnya dan mendapati sehelai sapu tangan yang masih terlipat rapi. Bau wangi yang ada di sapu tangan itu tak begitu asing tapi dengan rasa penasarannya akhirnya ia mengambilnya dan langsung membangunkan pak Aan dan pak Budi. Karena pak Rudi dan pak Cipto saat ini sedang terlihat kelelahan akhirnya pak Catur tak berani membangunkannya takut menganggu istirahatnya. Dengan keyakinan yang besar pak Catur menceritakan apa yang istrinya tadi ucapkan padanya dan dengan cerita yang terjadi itu dapat dipastikan jika sapu tangan itu adalah milik orang yang tak sengaja dibalik orang berjubah tadi. Mungkin dengan barang bukti tadi ia dan keluarganya akan bisa menemukan tersangka yang ada dibalik penculikan itu. Dan disaat pak Aan tanpa sengaja mencium wangi parfum itu ia sedikit tak asing dengan wangi itu. Beliau percaya bahwa wangi itu pernah ia cium dan pernah ia ketahui siapa pemiliknya. Tapi dengan susah payah beliau menginggat siapa orang itu tapi tak kunjung menemukan. Mungkin karena efek dari tidurnya yang begitu larut tapi udah dibangunkan dengan pikiran yang belum juga begitu sadar jadi sedikit bleng. Tapi mungkin nanti beliau juga akan menemukan jawaban apa yang sedang ditunggu bersama-sama. Dengan memakai kantong plastik bekas beliau membeli air minum tadi malam akhirnya sapu tangan yang masih ditangan pak Catur tadi berhasil mereka simpan untuk di lihatkan pada anggota keluarga yang lainnya. karena masih terlalu pagi juga untuk menceritakan hal ini akhirnya di tunda untuk beberapa saat lagi sampai semuanya terbangun. Mungkin tinggal beberapa saat lagi sholat subuh tapi jika dibangunkan dengan terburu-buru pasti tidak akan enak apalagi ini akan membahas tentang yang sangat rahasia. Selama menunggu semuanya terbangun pak Aan yang langsung mencari kopi untuk para bapak yang sudah terjaga tadi pun tiba. Walaupun kopi yang penting bisa memulihkan kondisi pikira agar kembali fres untuk menjalani aktivitas pagi ini.

__ADS_1


__ADS_2