CATATAN HARIAN NAURA

CATATAN HARIAN NAURA
Naura yang tak kunjung sadar


__ADS_3

Setelah sepeninggalan Harun tadi akhirnya polisi langsung masuk dan menangkap ke 7 anak buah dari Harun tadi. Karena kuasa Harun tak ada yang membicarakan kalau mereka adalah suruhan Harun. Sedangkan Fiki dan Naura langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan khusus. Karena Fiki yang sudah semakin lemas tak berdaya ia langsung membutuhkan infus untuk penunjang nutrisi buat tubuhnya. Sedangkan Naura sendiri juga masih sedikit merasakan kesakitan di tubuh habis operasi waktu itu. Semua keluarga yang ada di luar ruangan perawatan nauar dan Fiki binggun karena tak mendapati orang yang ada dibalik penculikan itu. Memang mereka semua tahu ini karena waktu Naura hanya mengunakan taksi online kakek Huda dan pak Catur yang melihat itu semua langsung mengikuti dari belakang mobil tersebut. Dan Betapa kagetnya pas mendapati Naura turun di villa besar dan tak keluar-keluar. Sudah sekita 45 menit beliau menunggu Naura tak kunjung keluar akhirnya kakek dan pak Catur berinisial memberi informasi pada keluarga yang lainnya. Dan saat itu juga pak Aan dan dokter Vineta langsung menghubungi kantor polisi untuk melaporkan hal itu. Villa yang besar dan bagus tapi keluarga besar Naura dan Fiki masih bertanya-tanya karena tak ada yang tahu dalang dari penculikan ini. Mereka takut jika akan mengancam keluarga yang lainnya suatu saat nanti.


Berbeda lagi halnya dokter Vineta yang sedang merawat Tika diruangan itu juga sedang dirundung ketakutan karena semenjak Naura ditemukan ia juga tak sadarkan diri tadi belum ada tanda-tanda untuk ingin sadar dan membukakan matanya. Mungkin karena efek dari pikiran dan stamina tubuh yang ia alami. Tapi yang ditakutkan oleh dokter Vineta bukan itu karena ia melihat ada tanda bengkak yang terdapat di punggung hasil dari operasi yang lalu. Atau mungkin itu hanya daging yang tumbuh dari hasil jahitannya. Entahlah dokter Vineta saat ini sedang diskusi dengan pattern dokter yang lainnya. Ia menginginkan yang terbaik untuk Tika saat ini jangan sampai ia kenapa-kenapa. Menunggu Tika membuka matanya akhirnya dokter Vineta langsung keluar untuk menengok kondisi dari Fiki ia juga tak ingin terlambat untuk mengetahui kondisinya saat ini. Mungkin karena beliau sudah menganggap ia sebagai keluarga juga jadi beliau sangat terlihat perhatian seperti ini. Pas pintu kamar rawat Naura terbuka dan dokter Vineta keluar semua keluarga yang menunggu langsung berdiri dan mendekati wanita cantik itu. Tak berbeda dengan suaminya ia juga sangat terlihat khawatir dengan kondisi Tika.


"Nak bagaimana kondisi Naura nak?


Pertanyaan pak Huda yang langsung menanyakan hal itu pada dokter Vineta itu. Sedangkan nenek Fina yang masih sesegukan tak bisa bertanya apapun karena ia takut Naura akan kenapa-kenapa. Sudah lebih beliau merasakan sakit ditinggalkan oleh Naura lima tahun lalu, ia tak ingin ini terjadi lagi.


"Iya pak, Naura baik mungkin karena masih terpengaruh oleh obat bius yang ia konsumsi tadi pak jadi kita tunggu saja pak, ya udah saya pamit ke ruangan Fiki dulu ya aku ingin lihat kondisinya saat ini, pamit dokter Vineta yang tak mengatakan apa yang sebenarnya takut semuanya keluarga akan memikirkan hal itu lagi. Padahal saat ini yang ia harus jaga dari semuanya keluarga yang datang tiba-tiba dan tak bisa dipungkiri jika dokter Vineta lebih nyaman dengan kondisi seperti ini. Dikelilingi oleh begitu orang yang tak terasa sangat menyayangi beliau. Padahal sebelum beliau ketemu Naura dulu ia hanya hidup sebatang kara yang tak punya saudara sama sekali. Ayahnya yang sudah begitu lama meninggal sebelum ia lahir jadi ia tak bisa merasakan betapa kasih sayang seorang Ayah yang tak jauh dari pak Huda pikiranya yang sangat terlihat jelas beliau sedang mengkhawatirkan kondisi Naura saat ini. Sedangkan hanya sang suami yang sangat setia menemani beliau dalam kondisi suka maupun duka seperti ini. Mungkin karena beliau juga merasa sudah yatim piatu jadi sangat memperlakukan dokter Vineta bah seorang putri yang harus dijaga dan dirawat sebagimana mestinya. Setelah dokter Vineta masuk ke kamar Fiki ia melihat jika saat ini orang yang berbaring di brangker sedang kesusahan untuk turun dari tempat tidurnya itu.


"Kamu mau kemana Fiki? , kondisi kamu belum pulih betul lho lihat infus kamu saja masih sepero kaya gini, kata dokter Vineta yang membantu mengambil infus disamping Fiki tadi.


"Aduh dok, maaf kan aku tapi saat ini aku ingin melihat Kondisi Naura Dok, aku tak bisa hanya berbaring seperti ini sedangkan Naura juga masih merasakan kesakitan seperti saat ini. Mungkin karena Fiki yang sudah sangat keras kepala akhirnya ia dibantu Dokter Vineta itu langsung keluar menuju ke kamar Naura. Walaupun ia masih sedikit pincang dan menyeret satu kakinya tapi ia tak akan pernah mengucapkan jika saat ini ia tak bisa melakukan hal itu jika menyangkut tentang Naura. Tapi pas ia sampai di depan keluarganya yang menagis setelah melihat ia berjalan mendekatinya itu. Ada rasa yang sangat ia benci saat ini ia telah membuat keluarganya bersedih karena dirinya.

__ADS_1


"Ayah.. teriakkan Oca dan Oci yang langsung berlari mendekat ke arah Fiki. Sambil menangis akhirnya Oca dan Oci bisa merasakan pelukan seorang ayah seperti saat ini. Lima tahun yang dimana ia tak bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah seperti ini. Ternyata sakit melihat kenyataan jika satu keluarga yang kita cintai sedang merasakan kesakitan seperti ini.


"Aduh anak-anak ayah, gimana keadaan kalian jangan bersedih ya ayah mau jenguk ibuk kalian dulu, nanti jika ibuk sudah sadar dan sembuh kita janji kalau akan ajak kalian ke pantai kaya waktu itu, bujuk Fiki yang sambil memeluk kedua tubuh mungil itu. Ia tak ingin membiarkan orang yang ia cintai dan sayangi akan kesusahan seperti saat ini. "Udah ya Ayah tengok ibuk dulu ya kalian yang sayang ya sama semuanya ayah mau Oca dan Oci jadi anak yang baik.


Setelah berpamitan peda semuanya akhirnya Fiki langsung menuju ke ruang Naura yang masih dipakaikan alat bantu pernafasan. Jadi dapat dipastikan saat ini Naura juga belum sadar seperti terakhir Fiki lihat di villa beberapa jam yang lalu. Mungkin saja jika keluarga telat datang makan Naura pasti sudah diapa-apain oleh Harun atau malah sudah tak tertolong lagi.


Sambil duduk di bangku sampai Naura tertidur Fiki langsung melihat ke arah dokter Vineta yang masih merapikan infus milik Fika tadi.


Sambil mengusap telapak tangan Naura akhirnya Fiki bisa terbayangkan jika ia kehilangan sosok yang ada didalam hatinya itu. Dari dulu ia tak ingin kehilangan Naura sama sekali. Hanya dialah cahaya hidup yang Fiki miliki tanpa Naura akankah Fiki bisa membesar kedua anaknya yang cantik dan ganteng itu. Dan dokter Vineta yang melihat pemandangan yang menyedihkan ini akhirnya ia keluar ruangan tanpa pamit takut akan menggangu Fiki. Biarkan ia mencurahkan hatinya disamping orang yang cintai itu.


Sedangkan kakek Budi dan pak Aan yang masih tak tenang akhirnya memutuskan untuk menjauh dari barisan keluarga yang masih bersedih itu. Karena ingin membahas tentang penangkapan atau untuk sekedar mengetahui siapa yang sudah ada dibalik penculikan Naura dan Fiki. Mereka tak ingin jika Naura dan Fiki akan terancam untuk kedua kalinya lagi. Apalagi mengingat jika gara-gara kejadian ini Naura sampai saat ini tak kunjung sadarkan diri. Mereka berjanji jika pelaku ditemukan akan mendapatkan balasan yang setimpal atas apa yang ia lakukan. Memang tak ada yang tahu siapa sosok kakek Budi yang sebenarnya belum memiliki kuasa yang sangat besar tapi ia binggun karena ini buka daerah kekuasaan beliau. Jadi beliau saat ini sedang meminta bantuan pak Aan yang memang memiliki peranan penting juga didaerahnya. Karena memiliki perusahaan yang maju maka ia dapat dipastikan bisa cepat menangkap pelaku dari penculikan ini.


"Pak, kita ke kantor polisi saja kita tanyakan pada salah satu dari pengawal itu, siapa tahu jika kita takut-takuti akan mencelakai keluarganya ia akan mau jujur pada kita pak. Saran yang bagus yang dilontarkan oleh pak Aan pada pak Budi saat yang memang sangat menegangkan itu. Berat rasanya jika beliau ingin meninggalkan Naura dan Fiki disaat seperti ini. Tapi jika tidak semakin dipercepat maka juga tak akan cepat ditemukan.

__ADS_1


"Tapi nak, kita juga binggun jika Naura kenapa-kenapa kita juga tak ada disampingnya. Atau kita tunggu beberapa saat dulu ya. Aku ingin melihat dia tersadarkan dulu baru kita tinggalkan dulu. Pak Budi juga sangat geram atas penculikan ini.


"Tapi pak, kita nanti pas udah dapat informasi pas Naura juga tersadarkan kan malah pas pak, kita pasrahkan saja pada yang menunggu di sini pak, kita hanya sebentar kok pak soalnya jika bukan bapak siapa yang akan saya ajak pak. Walaupun saya disini hanya orang tua angkat Naura tapi aku udah merasa jika Naura adalah darah daging saya yang harus saya jaga pak, mohon pak Aan yang berhasil mengetuk hati pak Budi dan menyetujui untuk pergi ke kantor polisi tadi. Setelah mereka memutuskan untuk pergi tanpa pamit akhirnya dengan mengendarai mobil pak Aan mereka berdua langsung melaju menuju ke kantor polisi yang mereka gunakan untuk menghukum para pelaku penculikan itu. Pas mereka tiba pak polisi memberikan ijin untuk bertemu salah satu dari pelaku tadi. Di ruangan yang tertutup akhirnya pak Aan dan kakek Budi berhasil membuat para pelaku ketakutan.


"Salam kenal pak, saya disini hanya ingin menanyakan kepada anda atas dasar niat baik. Jika bapak mau jujur kami tak akan libatkan keluarga bapak tapi jika bapak mau kita menganggu anak bapak ya silahkan, gertak pak Aan yang sangat lembut dan tak dengan emosi sama sekali ia tak akan menghabiskan tenaganya untuk hal yang seperti ini. Sedangkan pak Budi yang duduk disebelah pak Aan diam sambil melihat penculikan itu dengan tatapan benci. Dapat dipastikan jika tidak di kantor polisi pasti ia sudah dihabisi oleh pak Budi tadi. Pak Budi yang memiliki sifat seperti itu turun ke almarhum ayah Fiki yang ternyata Fiki masih sedikit memiliki kesamaan sifat itu. Jika keluarga atau orang yang kita cintai dilukai ia akan berubah menjadi macan yang ingin menerkam musuhnya. Tapi tak ingin membuat masalah di daerah orang akhirnya hanya tatapan kebencian ayang pak Budi berikan saat ini.


Ketakutan penculikan itu suguh terlihat jelas bagaimana kondisi keluarga dan anak-anak saat ini dalam bahaya. Mungkin karena di iming-iming uang yang banyak akhirnya ia menerima penawaran untuk menculik Fiki di gedung waktu itu. Sedangkan sebelum keluarganya merasakan hasilnya ia sudah terlebih dulu tertangkap. Keringat yang bercucuran tak bisa di larang untuk keluar karena kegugupan saat ini. Sambil berfikir apa yang akan ia lakukan gertakan pak Aan selalu bisa membuat dirinya tambah terpojokkan. Setelah 30 menit berfikir akhirnya ia ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya tapi ia juga takut ancaman Harun waktu itu jika ia tertangkap dengan penculikan ini maka keluarga dari yang melaporkan dirinya tak akan diterima di rumah sakit manapun jika ia sedang sakit. Binggung dan takutnya akhirnya pelaku itu berterima pada petugas untuk segera kembali kedalam sel tahanan agar ia tak ditanyai lagi. Hanya ini yang ia ambil saat ini lari dari masalah yang ada karena pilih keduanya sangatlah sulit.


"Pak tolong pak saya sudah capek ingin istirahat, tolong antarkan saya ke sel tahanan saja pak, teriknya yang tak bisa dan tak berani menatap pak Aan dan pak Budi saat ini. Mungkin jika buka didalam kantor polisi ia sudah di cincang habis oleh pak Budi saat ini.


"Kok kamu kaya gitu kamu aku tanyai kok malah minta balik ke sel sih?,Ok aku akan buat jawaban yang seharusnya aku terima, ancaman pak Aan yang langsung membuat experi dari pelaku tadi berubah. Akhirnya dengan gertakan itu bisa membuat ia mendapat apa yang ia inginkan.


"Pelakunya hanyalah orang yang anda kenal pak, yang penting beliau juga tahu semuanya tentang keluarga bapak tapi tidak dengan keluarga bang Anand sama sekali, jawab pelaku sebelum akhirnya diantarkan ke jeruji besi lagi.

__ADS_1


__ADS_2