
"Terlihat Kapal Udara tengah menyerang beberapa pos penjagaan di wilayah perbatasan, Dux," ucap Cloir yang kali ini melaporkannya dengan lebih jelas. "Dan kapal tersebut sedang menuju kemari," tambahnya lagi.
"Sepertinya mereka tahu keberadaan kita di tempat ini," duga Vistralle kemudian.
"Tak kusangka mereka akan bertindak secepat ini." Kali ini Farmir yang berucap.
"Jendral! Jendral!" Belum selesai kegaduhan yang ditimbulkan oleh Cloir, masuk orang yang lain lagi ke dalam ruangan pertemuan tersebut.
"Ada apa, Portas?" sahut Farmir yang mengenali salah satu dari kesatrianya.
"Kapal Udara yang pernah kita lihat di Pegunungan Trava sebelumnya, baru saja terlihat di utara Kotaraja Lagash, Jendral." Kesatria yang dipanggil Portas itu menlaporkan.
"Apa kau bilang? Kau yakin dengan hal itu?" Farmir terlihat tidak percaya.
"Menurut laporan, banyak orang yang menyaksikannya sendiri, Jendral. Baik prajurit penjaga maupun warga biasa," jawab Portas menghilangkan keraguan Farmir.
"Sial." Terlihat Farmir terdiam sebentar mencoba memproses pemikirannya. "Kalau begitu, aku minta maaf tuan-tuan, tapi aku harus segera kembali ke Kotaraja," ucapnya kemudian. "Ayo Portas, kita segera bergegas."
Dan tanpa menunggu tanggapan dari yang lain, Farmir dan kesatrianya itu segera meninggalkan ruang pertemuan tersebut. Mereka menggunakan Batu Pemindah untuk segera kembali ke Kotaraja Kerajaan Augra.
Dan masih belum selesai, terlihat kali ini Xiggaz yang memasuki ruang pertemuan untuk mengabarkan sesuatu kepada Tyrion, setelah Farmir keluar.
"Kenapa, Xig? Apa kau juga punya berita darurat sama seperti yang lain?" tanya Tyrion yang sudah curiga akan hal tersebut.
"Sayangnya iya, Tuan Tyrion," jawab Xiggaz tanpa basa-basi. "Dilaporkan oleh para penjaga kota, bahwa baru saja mereka melihat sebuah kapal aneh yang melayang melewati Kota Hui menuju ke arah barat," lanjutnya kemudian.
"Apa? Memang ada berapa Kapal Udara yang mereka punya?" Tyrion terdengar meninggikan suaranya karena merasa kesal.
"Kalau memang semua laporan darurat itu benar, berarti mereka memiliki 3 Kapal Udara. Setidaknya yang kita tahu untuk saat ini." Vistralle menyahut. "Dan ke tiga kapal itu sekarang berada di tiga tempat yang berbeda secara sekaligus."
"Sial, apa kita sudah terlambat?" Arsycol terlihat sedang memikirkan jalan keluar atas masalah yang sedang terjadi saat ini.
"Bila sudah seperti ini, berarti kita juga harus segera kembali ke Kota Hui," ujar Tyrion kemudian. "Kalau begitu kami pamit dulu, Dux Arsycol," tambahnya lagi seraya berjalan keluar ruangan dengan terburu bersama Vistralle dan Xiggaz.
Mereka bertiga juga menggunakan kekuatan Batu Ruang dan Waktu untuk segera kembali ke kediaman Tyrion di Kota Hui.
__ADS_1
"Benar-benar sial." Tampak Arsycol memukul meja dengan keras karena kesal.
Pria Narva penuh berewok itu tidak meninggalkan gedung pertemuan seperti yang lainnya. Karena wilayah yang dulunya disebut dengan Tanah Suci itu, sekarang adalah bagian dari wilayah yang ia kuasai. Bagian dari Kerajaan Joren.
"Siapkan semua pasukan utama. Kita harus menghentikan Kapal Udara itu dengan segera," perintah Arsycol kemudian kepada salah satu kesatria yang sudah menunggunya di luar ruang pertemuan.
Dan ketika Arsycol berserta anak buahnya nyaris tiba di depan pintu keluar gedung tersebut, terlihat sesuatu melesat cepat menembus temboknya dan kemudian terjadi ledakan dasyat yang menghancurkan gedung itu dalam sekejap.
Hal yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat panik para prajurit yang sedang berada di sekitar tempat itu. Bukan hanya karena hal tersebut disebabkan oleh sebuah kapal dengan meriam berimbuh sihir yang terlihat melayang di atas mereka, tapi juga karena mereka baru saja kehilangan pemimpin mereka dalam ledakan tersebut.
\=
Setelah berhasil menghancurkan beberapa tempat penting milik Kerajaan Joren di wilayah Tanah Suci tersebut, Kapal Udara dibawah pimpinan Caspian itu mulai menerjunkan 300 prajurit siap tempurnya.
Dan tak lebih dari tengah hari, wilayah yang dulunya Tanah Suci itu sudah berhasil diambil alih oleh pasukan Caspian. Dan bahkan mereka sudah mulai bersiap membuat pos-pos penjagaan di batas wilayah.
.
Serangan kejutan ke Tanah Suci tersebut segera memicu Kerajaan Joren untuk mengerakan pasukan mereka menuju Kota Nezarad dan wilayah Raygod.
-
Sedang tujuan dari Kapal Udara pimpinan Vossler yang sengaja dilewatkan di atas Kota Hui di wilayah Damcyan itu adalah untuk menyerangan Kota Wang di wilayah Nalbina.
Dan Kapal Udara pimpinan Evora yang terlihat melewati wilayah Augra itu sebenarnya sedang menuju ke wilayah Nabradia. Untuk melakukan serangan ke Kota Zang.
Sementara disaat yang bersamaan juga, Pasukan Rhapsodia dari arah laut, yang dipimpin sendiri oleh Anna, juga mulai bergerak menyerang kota-kota pelabuhan di wilayah Damcyan, Harbirng, dan Kota Pelabuan Xin di utara Raygod.
-
-
Dan tak butuh banyak waktu dan usaha, kedua Kapal Udara yang masing-masing berisi 300 prajurit itu dengan mudah mengambil alih wilayah Nalbina dan Narbadia.
__ADS_1
Dengan sebelumnya menghancurkan tembok dan bangunan-bangunan penting dalam kota. Bahkan sebelum Kapal Udara tersebut memasuki jarak serangan sihir dari para penyihir lawan.
Dan meski hanya dengan Kapal Udara itu saja sudah lebih dari cukup untuk mengambil alih kota-kota tersebut, namun Nata tetap sengaja menyertakan pasukan dalam jumlah cukup besar pada penyerangan kali ini.
Hal itu ia lakukan untuk mempersiapkan penyerangan lanjutan ke wilayah Solidor dan wilayah Cleyra yang berada dalam kekuasaan Kerajaan Joren.
.
Sementara kontras dengan kedua wilayah sebelumnya, serangan ke wilayah Harbring yang dipimpin oleh Anna mendapat sedikit tantangan. Itu karena Serikat Petarung Yllgarian Rawa Darah berhasil menghadang prajurit Rhapsodia melewati garis pantai.
Namun kabar baiknya, para Mugger itu hanya berhasil menjaga pesisir utara wilayah Harbring dan Damcyan saja. Sedang Kota Xin dengan mudah jatuh dalam kekuasaan pasukan Anna.
-
"Lapor, Yang Mulia. Pasukan kita gagal mendarat di pesisir pantai Damcyan dan Harbring. Karena para Mugger menghadang setiap kapal kecil kita tepat di perairan dangkalnya." Terdengar Anna melapor langsung dari Kota Xin yang telah berhasil ia kuasai.
"Menghadang diperairan dangkal? Jadi mereka benar-benar bisa bertarung di dalam air?" Terdengar Aksa seperti tidak percaya mendengar laporan dari Anna tersebut. "Tapi bila melihat bahwa suku Squam yang juga sama-sama Reptile nya itu sangat ahli berenang, harusnya aku tidak perlu sampai seterkejut itu," lanjutnya lagi berbicara tidak jelas, mencoba menyanggah ucapannya sendiri.
"Mereka bergerak lebih lincah di dalam air dibanding saat mereka berada di darat. Dan kapal-kapal kecil kita merupakan sasaran empuk buat mereka," jawab Anna lagi mencoba menjelaskan lebih rinci.
"Ya, hal tersebut memang sempat jadi kekuatiran ku," balas Lucia.
Lucia, Nata, Aksa, Jean, dan Lily saat ini sedang berkumpul dalam tenda yang mereka dirikan di pinggiran wilayah Eblan, dalam sebuah perkemahan prajurit yang sedang bersiap untuk melakukan serangan ke Kota Hui.
"Yang Mulia tidak perlu kuatir. Dan Nona Anna, anda juga tidak perlu memaksa untuk mendaratkan pasukan anda," ucap Nata menanggapi. "Dengan berhasil mengambil alih Kota Xin saja sudah cukup untuk kita saat ini. Kita akan kembali menyerang wilayah tersebut, setelah kita mulai melancarkan serangan utama kita ke Kota Hui," lanjutnya menjelaskan rencana yang akan ia lakukan.
"Apa kita akan melakukan serangan ke wilayah Harbring dan Raygod dengan Kapal Udara setelah mereka siap?" Lucia bertanya untuk memastikan.
"Tidak harus dengan Kapal Udara, Yang Mulia. Karena saya yakin kekuatan mereka akan mulai dipusatkan ke wilayah Damcyan begitu kita mulai menyerang Kota Hui. Dan disaat itulah, kita bisa mengambil alih wilayah Harbring dan Raygod dengan lebih mudah." Nata kembali mencoba menjelaskan rencananya. "Bahkan tanpa menggunakan Kapal Udara sekalipun."
"Oh, seperti itu ternyata. Aku mengerti," jawab Lucia seraya mengangguk paham. "Jadi untuk saat ini, tak perlu melakukan serangan ke Harbring dan Damcyan lagi, Nona Anna," lanjutnya dengan memberi perintah kepada Anna. "Persiapkan saja pasukan kita di Kota Xin untuk serangan kita ke wilayah Cleyra dan Solidor."
"Baik, Yang Mulia," jawab Anna cepat.
-
__ADS_1