
"Menurut kabar dari Pembawa Pesan, seharusnya saat ini Pasukan Dux Eul dan Dux Austin sudah tiba di perbatasan wilayah Margrace," John, salah satu kaki tangan Vistralle melapor saat mereka sedang mengadakan pertemuan pagi itu. "Apa kita perlu menggerakan pasukan menuju ke Margrace juga, Dux?"
"Tidak perlu." Vistralle menjawab. "Sekarang ini pasukan utama Rhapsodia sedang berada di wilayah Ignus. Berbahaya bila kita membagi pasukan kita untuk melakukan serangan ke tempat lain."
Pertemuan yang diadakan di kediaman Vistralle itu, hanya dihadiri oleh Vistralle sendiri dan kedua kaki tangannya, Lucas dan John.
"Kabarnya Pasukan Augra juga sudah mulai bergerak menuju ke Lighthill dua hari yang lalu." Kali ini Lucas yang menambahi.
"Baguslah, dengan begitu kekuatan mereka akan terpecah." Vistralle terlihat mengangguk kecil, sebelum kembali berucap. "Lalu bagaimana dengan pasukan yang telah dijanjikan Tyrion?" tanyanya kemudian.
"Mereka akan tiba seminggu lagi." John menjawab. "Tapi mereka bukan pasukan, Dux. Mereka Serikat Petarung Yllgarian, Bulan Darah. Dan meski mereka sudah memiliki nama di dunia Serikat Bayaran, tetapi tetap saja mereka akan sangat susah untuk diatur nantinya," keluh John sedikit tidak terima.
"Itu bukan masalah. Karena kita hanya memerlukan kekuatan mereka untuk membuka jalan saat pertempuran di wilayah ini terjadi," jawab Vistralle kemudian.
"Apa anda berencana menanti mereka menyerang kita, Dux? Anda tidak berniat untuk melakukan serangan terlebih dahulu?" tanya John yang tidak menduga rencana yang akan diambil tuannya itu.
"Tentu saja tidak," jawab Vistralle tegas. "Belajar dari pengalaman, biasanya kerajaan itu selalu memasang jebakan atau rencana menggunakan keunggulan wilayahnya yang tidak kita ketahui.
"Jadi jelas kita tidak boleh melakukan serangan ke wilayah mereka. Kita tunggu saja, karena mereka pasti akan datang menyerang kita," lanjut Vistralle.
"Tapi bukankah itu berarti kita membiarkan mereka untuk bersiap-siap terlebih dahulu, Dux? Bila peperangan terjadi di kota ini, bisa menimbulkan banyak kerusakan dan kerugian buat kita sendiri." Kali ini Lucas yang mengeluarkan pendapatnya.
"Karena itu satu-satunya pilihan aman yang kita punya saat ini. Dan untuk menghindari kerusakan kota, kita akan menghadang pasukan mereka di daerah sabana di sisi timur, tak jauh dari wilayah perbatasan." Vistralle mencuba menjelaskan rencananya.
"Ya, sepertinya wilayah sabana itu memang tempat yang paling pas untuk melakukan pertemuran langsung," sahut John kemudian.
"Sudah, berhenti membicarakan masalah itu sekarang. Yang harus kita pikirkan saat ini adalah pengambilan kembali wilayah Margrace," ujar Vistralle merubah topik pembicaraan. "Apa Eul dan Austin sudah tahu kalau gadis mantan Juara dari Meso itu bekerja untuk Rhapsodia?" tanganya kemudian.
__ADS_1
"Maksud anda Versica?" Pertanyaan Lucas hanya dijawab anggukan oleh Vistralle. "Dux Eul dan Dux Austin sudah mengetahui tentang hal tersebut. Bahkan tentang 2 mantan Juara yang lain juga," jawabnya kemudian.
"Oh benar, Guan juga bekerja bersama gadis itu. Juga pria Morra dengan Senjata Mistik dua kapak itu," ucap John menyambung pembicaraan.
"Dan apa mereka berdua juga tahu bahwa ketiga mantan Juara itu sudah kembali memegang Senjata Mistik mereka yang lama?" Vistralle kembali memastikan.
"Kedua Dux juga sudah mengetahui tentang hal tersebut. Bahkan menurut kabar, mereka juga membawa Senjata Mistik untuk bersiap-siap menghadapi mantan Juara itu," jelas Lucas kemudian.
"Baguslah kalau mereka memang sudah mempersiapkannya," balas Vistralle yang terlihat sedikit lega.
"Bila mantan Juara itu mendapat kembali Senjata Mistik mereka yang lama, berarti kerajaan itu sudah mempercayai mereka bertiga?" John terlihat tidak habis pikir.
"Entahlah?" sahut Lucas kemudian.
\=
"Mungkin besok pagi Kereta Uap yang membawa Kereta Penghancur akan tiba kemari," jawab Vossler yang duduk tak jauh dari Karka.
"Kalian mengirim Kereta Besi itu menggunakan Kereta Uap?" Karka kembali bertanya dengan wajah penasaran.
"Itu agar mempercepat pengirimannya ke tempat ini," sahut Matyas yang berada di seberang meja menggantikan Vossler menjawab. "Karena dengan kondisi jalanan di wilayah selatan sekarang ini, bila Kereta Penghancur itu berjalan dari wilayah pusat kemari, pasti akan memakan waktu hingga berminggu-minggu," jelasnya kemudian.
"Tapi apa Kereta Penghancur itu tidak terlalu besar untuk diangkut oleh Kereta Uap, Tuan Matyas?" Kali ini Versica yang bertanya.
"Ya, saya mengerti bayangan anda, Nona Versica. Tapi nantinya Kereta Penghancur itu akan dikirim dalam bentuk setengah terpisah." Matyas kembali menjawab.
"Setengah terpisah?"
__ADS_1
"Benar. Nantinya kami akan merakitnya ulang begitu tiba ditempat ini," jawab Matyas lagi.
"Jadi kalian akan merakitnya ulang ditempat ini? Butuh waktu berapa lama?" Karka yang kali ini bertanya.
"Tidak perlu kuatir. Dengan jumlah pekerja sekarang ini, kita bisa merakit ulang kurang lebih 2 Kereta Penghancur dalam sehari." Matyas menjawab dengan percaya diri. "Jadi bila rencananya akan dikirim 6 Kereta Penghancur, maka kita butuh waktu sekitar 3 sampai 4 hari untuk menyelesaikan perakitan ulangnya. Masih sempatkan, Tuan Vossler?" tanyanya kemudian memastikan.
"Masih, Tuan Matyas. Dengan benteng darurat yang telah kita bangun di sepanjang wilayah perbatasan itu, saya rasa pasukan kita masih dapat menghadang mereka selama 4 sampai 5 hari lagi." Vossler menjawab cepat.
"Aku juga sependapat dengan ucapan Jendral Vossler." Versica menyambung. "Lagi pula, kami bertiga juga akan ikut dalam menghadang para prajurit itu dengan kekuatan Senjata Mistik yang kami miliki," tambahnya kemudian.
"Ya, akan kupastikan dalam waktu 5 hari lagi, 6 Kereta Penghancur itu sudah siap di kedua wilayah perbatasan," ucap Matyas membalas.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaan anda memasang jalur Kereta menuju wilayah Ravus?" tanya Vossler menyela.
"Jangan kuatir tentang hal tersebut, Tuan Vossler. Karena setengah dari jumlah pekerja yang berada di kota Randon akan dikirim kemari untuk membantu," jawab Matyas. "Kita akan kembali membangun tembok benteng Kota Randon setelah hal-hal prioritas selesai dilakukan."
"Oh, begitu ternyata," ucap Vossler seraya mengangguk kecil.
"Itu ngomon-ngomong soal keberhasilan mengambil alih wilayah Ravus, benar-benar tidak dapat dipercaya kalian berhasil mengambil alih 4 wilayah di daratan selatan ini tak lebih dari sepekan," sahut Karka dengan topik yang lain lagi.
"Benar juga. Hanya dalam waktu 5 hari semenjak penyerangan ke wilayah ini dan Ignus."Versica ikut menambahi.
"Sekali lagi, ini karena rencana dari Tuan Aksa dan Tuan Nata," jawab Vossler yang diikuti oleh Matyas, para prajurit, penyihir, dan juga para pekerja yang ada di meja makan itu dengan anggukan setuju.
"Dua pemuda itu benar-benar luar biasa," tambah Versica yang juga setuju dengan ucapan Vossler tersebut.
-
__ADS_1
-