
Terlihat jam di lengan para prajurit menunjukan pukul setengah sebelas malam. Udara terasa semakin dingin seiring bertambah larutnya hari.
Para Yllgarian dari Pasukan Udara tampak bersiap untuk menurunkan prajurit-prajurit tersebut tak jauh dari sebuah benteng tua di lereng bukit tempat pertambangan Trava berada.
Helen terlihat sedang mengamati situasi di bawah dengan teropong miliknya. Memastikan tidak ada cahaya obor di sekitar tempat para prajurit itu akan diturunkan.
"Sepertinya mereka tidak menyadari keberadaan kita," ucap Evora yang berdiri di sebelah Helen.
"Benar. Mari kita selesaikan semua ini dengan cepat," balas Helen yang kemudian berjalan meninggalkan ujung geladak.
Evora hanya mengangguk kecil dan kemudian berjalan menyusul Helen.
Helen menuju ke tengah geladak dimana tampak 30 prajurit yang sedang berdiri berjajar dalam 3 baris.
"Seperti yang sudah kita ketahui dari arahan sebelumnya, bahwa sekarang benteng tua itu hanya dijaga oleh tak lebih dari 60 prajurit saja," ucap Helen terlihat memberi arahan singkat kepada para prajurit elit tersebut sebelum menjalankan tugas. "Jadi kali ini, tugas kalian adalah untuk melumpuhkan semua prajurit penjaga dan menangkap semua pekerja yang ada di tempat itu," lanjutnya kemudian.
"Selalu pastikan komunikasi telah saling terhubung sebelum kalian bergerak. Dan laporkan segala hal yang terlihat mencurigakan dan tidak sesuai dengan arahan sebelumnya. Kalian mengerti?" Helen menutup arahannya dengan pertanyaan.
"Siap, mengerti," seru ketiga puluh prajurit itu serempak.
"Baik kalau begitu, bersiaplah. Semoga para dewa melindungi kalian," ujar Helen kemudian.
-
Dan setelah berbaris rapi di pinggiran geladak, tiga puluh prajurit itu mulai diangat oleh para Yllgarian Burung Hantu, dan kemudian meluncur turun ke bawah.
Pasukan Elit itu terdiri dari 3 Kelompok yang disebut dengan Tim. Masing-masing tim terdiri dari 10 orang, yang dibagi dalam 5 peran. Penyembuh atau Medis, Penembak Jitu, Pengendara, Penghubung, dan Pengurus bahan makanan. Dan karena setiap posisi itu diisi oleh 2 orang, maka praktis tim tersebut juga bisa dibagi menjadi dua sub-tim yang lebih kecil.
-
Ketiga tim Pasukan Elit itu diturunkan di tiga tempat yang berbeda di sekitar benteng tersebut.
Tiga tim itu disebut dengan; Altair, Deneb, dan Vega. Tim Altair dan Tim Vega diturunkan di sisi timur perbukitan Trava, yang merupakan gerbang masuk utama ke area Tambang. Sedang Tim Deneb diturunkan di sisi selatan, tempat dimana jalur utama yang menghubungkan wilayah Augra dengan Pertambangan Trava berada.
.
__ADS_1
Tampak Tim Altair mendarat di tepian sungai di sebuah lembah berpadang rumput. Sedang jauh di tenggara tampak Tim Vega sudah mulai bergerak maju ke selatan.
Selain menurunkan para prajurit, para Yllgarian itu juga menurunkan sebuah peti kayu yang cukup besar, hingga perlu dijinjing oleh tiga Yllgarian secara bersamaan. Yang isinya adalah peralatan yang diperluka oleh tim-tim tersebut.
Dan setelah para Yllgarian itu terbang kembali ke Kapal Udara, para prajurit elit tadi mulai membongkar peti kayu tersebut dan mulai mempersiapkan segala peralatan yang mereka butuhkan sebelum mulai bergerak.
Salah satu peralatannya adalah sebuah tas punggung besar yang berisi Radio Komunikasi. Yang nantinya akan digendong oleh prajurit yang berperan sebagai Penghubung dalam tim.
"Ingat waktu kita hanya 3 jam sebelum radio komunikasi ini kehabisan daya listrik," ujar seorang Morra berwajah tirus yang bersiap menggendong tas Radio Komunikasi tersebut di punggungnya.
Yang lain juga telah bersiap dengan senjata dan peralatan mereka masing-masing. Dua prajurit tampak menenteng senapan laras panjang bertenaga tekanan udara, lengkap dengan tabung udara menggantung di belakang punggung.
Mereka memang sengaja menggunakan senjata tersebut, agar serangannya tidak terlalu menimbulkan suara berisik.
Dua anggota lainnya tampak menggendong tas yang lebih kecil berisi perbekalan dan obat-obatan.
"Kita samakan waktu," perintah seorang Morra lain dengan tanda merah di bagian lengan bajunya, yang menandakan bahwa ia adalah pemimpin dari tim tersebut.
Dan tanpa diminta dua kali, sembilan anggota lainnya segera menyentuh bagian yang menonjol di ujung lingkar jam tangan mereka masing-masing, dan menunggu aba-aba dari pemimpin mereka untuk menekannya.
"Baik kalau begitu, laporkan bahwa kita sudah siap untuk bergerak," perintah pemimpin tim itu seraya memasang teropong pada bagian atas pelindung kepalanya, agar lebih mempermudah penggunaannya saat diperlukan. Dan tanpa harus repot mengambilnya dari dalam saku terlebih dahulu.
Sementara pria Morra dengan bentuk rahang tegas, terlihat mengangguk menjawab perintah pemimpin tim tanpa bersuara. Yang kemudian mengambil benda yang menggantung di badan Radio Komunikasi di punggung teman satu timnya tadi, dan memasangnya di kepala.
Bentuk benda itu seperti sebuah bando yang salah satu ujungnya terpasang seperti pelindung telinga yang berisi Pengeras Suara berukuran kecil. Aksa menyebutnya Earphone.
Lalu mulai terlihat pria itu memutar salah satu kenop pada Radio Komunikasi, seraya mengambil Mikrofon yang menggantung di sebelahnya.
"Altair melapor. Radio Komunikasi sudah terhubung. Siap bergerak. Ganti." Pria Morra itu berucap pada Mikrofon di tangannya.
"Diterima. Segera bergerak, Tim Vega sudah menunggu. Ganti." Suara Helen terdengar parau dari Pengeras Suara kecil dalam Earphone tersebut.
"Dimengerti," jawab pria Morra tadi seraya menggantungkan kembali Mikrofon tersebut pada badan Radio Komunikasi.
"Deneb melapor." Terdengar lagi suara dari Earphone tersebut, sebelum kemudian pria itu melepas dan meletakkan alat Pendengar itu di tempatnya semula.
__ADS_1
"Kita siap bergerak, ketua. Tim Vega sudah bergerak lebih dulu." Pria Morra itu melapor.
"Baiklah kalau begitu, ayo!" perintah pemimpin tim seraya berjalan lebih dulu dengan sedikit merunduk dan bersikap waspada.
-
Mereka berjalan mengendap di antara bayang-bayang bukit dan bebatuan. Mencoba mendekati gerbang benteng tanpa disadari.
"Pukul delapan. Ada dua penjaga di luar gerbang," lapor salah satu anggota tim, setelah melakukan pengintaian wilayah sekitar dengan teropongnya.
"Ya, aku melihatnya," ucap pria lain yang sedang mengintip melalui teropong pembidik senapan laras panjangnya. "Sepertinya tidak ada prajurit lain bersama mereka," ucapnya setelah ikut memastikan wilayah sekitar.
"Selesaikan dengan tetap tenang, Tom. Dan kalian, Ben, Don, urus sisanya," perintah pemimpin tim itu kemudian.
Meski tidak terdengar adanya jawaban, namun juga tidak terlihat adanya penolakan dari perintah yang diberikan oleh pemimpi tim tersebut.
Dua Morra yang dipanggil Ben dan Don tadi segera bergerak maju dengan lincah namun tetap mencoba untuk tidak menimbulkan terlalu banyak suara. Kedua prajurit itu berlari kecil di balik bayang-bayang.
Sementara pria yang dipanggil Tom, yang telah siap dalam posisi menembakan senapan udaranya tadi, terlihat melakukan bidikan. Dan sesaat kemudian ia menarik pelatuk tanpa ragu.
Peluru besi yang berukuran lebih panjang dan lebih ramping dari peluru mesiu pada umumnya itu, meluncur tepat mengenai kepala salah seorang penjaga yang sedang berjongkok.
Menembus pelindung kepala yang terbuat dari perunggu tersebut, dan mendarat tepat di dada prajurit lain yang sedang berdiri di belakangnya.
Dalam hitungan detik, dua penjaga itu roboh. Yang hanya meninggalkan suara desing angin yang menggaung, dan suara tubuh menghantam permukaan berbatu.
Terdengar siulan kecil dari pria dengan teropong di sebelah Penembak itu tadi. "Sepertinya gelar Penembak Jitu terbaik akan jatuh padamu, Tom," ujarnya memberi pujian dengan nada bercanda.
Namun terlihat pria yang dipanggil Tom itu tidak menghiraukan pujian dari rekan satu timnya, dan mulai membenahi posisi dan menyimpan kembali senapannya.
Tak lama kemudian terlihat dari balik teropong pemimpin tim, Ben dan Don yang menyeret dua jasad prajurit penjaga tadi ke dalam naungan bayang-bayang tebing, agar tidak ditemukan oleh penjaga yang lain.
Dan tak lama kemudian terlihat sorotan cahaya Senter dari kedua rekannya tadi sebagai tanda bahwa semuanya sudah aman.
"Ayo, kita bergerak," ujar pemimpin tim itu memberi perintah.
__ADS_1
-