
Penyerangan ke Kota Meso dan Kota Ulry diserahkan kepada para Yllgarian.
Penyerangan ke Kota Meso dipimpin oleh Corvette si Kelelawar, sementara penyerangan ke Kota Ulry dipimpin oleh Maserati si Beruang.
Sedang pasukan yang berjaga di Kota Meso dan Kota Ulry tidak mengantisipasi akan serangan tersebut. Itu karena pasukan Yllgarian yang terdiri dari beberapa klan itu muncul secara tiba-tiba tepat di tengah kota dan mengamuk. Mulai dari Yllgarian Macan Kumbang, Kelelawar, Banteng, Beruang, sampai Burung Hantu ikut serta dalam penyerangan tersebut.
Pasukan Kelelawar dan Macan Kumbang dengan mudah menghabisi para penjaga yang berada di pos penjagaan di atas tembok gerbang kota, dan juga yang sedang melakukan patroli di jalanan kota.
Sementara pasukan Banteng dan Beruang mengamuk di wilayah Garnisun dan Barak Prajurit, yang nyaris menghancurkan seluruh bangunannya saat berusaha menghabisi lawan mereka.
Sedang prajurit Burung Hantu bertugas untuk menangani prajurit yang berusaha melarikan diri dengan memantau dari atas sebelum kemudian menembakan senapan udara untuk melumpuhkan mereka.
.
Suara lolongan Macan Kumbang, teriakan Kelelawar, raungan Beruang, yang bercampur dengan suara bangunan hancur, dan teriakan para prajurit yang meminta tolong itu menggema di seluruh penjuru kota.
Suasana di kedua kota pagi dini hari itu cukup mencekam untuk para penduduk. Terutama para bangsawan yang merasa bahwa mereka bisa saja menjadi sasaran berikutnya para Yllgarian tersebut.
Untung saja situasi itu tidak bertahan lama. Karena perbedaan kekuatan yang sangat mencolok membuat seluruh prajurit penjaga kota berhasil dilumpuhkan kurang dari satu setengah jam.
Semua itu di samping karena kekuatan dan kemampuan fisik mereka yang jauh berbeda, juga ditambah dengan peralatan dan persenjataan yang digunakan oleh para Yllgarian itu jauh lebih baik dan berkualitas dibanding milik para prajurit penjaga tersebut.
Dan juga, meskipun peperangan berlangsung di tengah kota, namun nyaris tidak ada satu pun penduduk yang terluka. Bahkan tak ada satupun dari prajurit Yllgarian itu yang terluka.
-
-
__ADS_1
Corvette dan Maserati masing-masing melaporkan tentang keberhasilan penyerangan mereka setelah matahari sudah mulai terlihat di ujung timur. Setelah mereka mengamankan semua bangsawan dan para pemimpin di kota-kota tersebut.
.
Dan berbeda dengan wilayah-wilayah lain yang telah dikuasai oleh pasukan Rhapsodia, di kedua wilayah tersebut pasukan Yllgarian tidak akan melakukan pembersihan area dari para prajurit atau bangsawan yang berhasil kabur. Tidak juga memulai untuk melakukan pembangunan kota atau prasarana umum.
Pasukan Yllgarian itu hanya ditugas untuk menjaga kota-kota tersebut dari serangan wilayah lain yang mungkin akan terjadi. Apa lagi Feymarch yang berada tepat di garis perbatasan wilayah Eblan, wilayah kekuasaan Tyrion. Dan juga wilayah Saronia yang berada tepat di sebelah Cirrus dan Kerajaan Augra.
Dan karenanya para pekerja juga belum ada yang dikirim ke kota-kota tersebut, atau memulai pembangunan jalur kereta ke kedua wilayah tersebut. Kini para pekerja baru hanya mengerjakan pembangunan jalur kereta dari Kota Araz menuju Pertambangan Trava di barat daya.
-
Sementara itu di dalam Bunker di perbatasan barat wilayah Margrace. Terlihat Versica dan Guanna sedang menatap ke arah pasukan Feymarch dari jendela di sebelah Senapan Gatling, setelah mendapat laporan dari Prajurit Komunikasi bahwa Corvette berhasil mengambil alih Kota Meso.
"Dan perintah dari Jendral Vossler, kita akan mulai menyerang balik setelah mereka mulai mundur, Nona Versica," lanjut Prajurit Komunikasi yang menyampaikan kabar tersebut.
"Baiklah aku mengerti. Terima kasih," jawab Versica yang dibalas oleh prajurit itu dengan meletakan tangan ke depan dada sebagai tanda hormat, sebelum kemudian berjalan pergi.
"Akhirnya, tak lama lagi Kota Meso akan benar-benar bebas dari tangan para bangsawan serakah itu," ucap Vesica yang terdengar berbalut dengan emosi.
"Kurasa Dux Austin yang ikut kemari dalam penyerangan kali ini, akan marah besar dan tidak akan terima dengan semua ini," ucap Guanna dengan tatapan tertuju pada sebuah tenda yang terlihat sedikit mewah dibanding tenda-tenda yang lain jauh di belakang tembok perlindungan lawan.
"Apa lagi Dux Eul. Selama ini ia berusaha untuk mempertahankan wilayah leluhur Estat Saronia itu dengan segala cara," balas Versica seraya berbalik badan dan kemudian duduk di pinggiran bingkai jendela. "Baik dari Kerajaan Augra, mau pun dari para bangsawan Estat lainnya saat wilayah itu masih berada dibawah Kerajaan Urbar."
"Sayangnya ia memilih tuan yang salah." Guanna berucap pelan menanggapi ucapan Versica barusan.
"Ya, kau benar. Kurasa dia memang salah memilih tuan," balas Versica kemudian.
"Lalu apa tidak apa-apa bila pasukan ini meninggalkan Margrace dan menyerbu ke kota Meso? Bagaimana kalau Vistralle menyerang dari utara?" Kali ini Guanna merubah topik pembicaraan.
__ADS_1
"Sepertinya Pasukan Yang Mulia Ratu di barat Ignus itu akan segera menyerang wilayah Ceodore bila Vistralle melakukan serangan ke arah Margrace. Dan sepertinya Vistralle juga sadar akan hal tersebut. Jadi kemungkinan besar ia tidak akan berani melakukan serangan kemari," jawab Versica mencoba membagi pemikirannya tentang hal tersebut.
"Lalu bagaimana dengan pasukan dari Eblan? Apa kau pikir mereka juga akan menyerang Feymarch setelah ini?" Guanna kembali bertanya. Tampangnya terlihat cukup serius.
"Sepertinya tidak. Kabar terakhir yang kudapat dari Nona Joan, wilayah Elban sedang dilanda kelaparan saat ini. Wilayah itu tidak memiliki cukup pasukan untuk bertahan sekaligus melakukan penyerangan," jawab Versica dengan penjelasan dari informasi yang telah ia peroleh.
"Ya, kurasa aku juga mendengar kabar tentang kelaparan itu," sahut Guanna yang tampak baru saja teringat.
"Hal serupa juga terjadi dengan wilayah timur Cirrus yang sedang terjangkit wabah. Mereka secara penuh menutup jalur menuju ke wilayah-wilayah yang telah terjangkiti wabah tersebut. Jadi kemungkinan Tyrion untuk menyerang Saronia juga sangatlah kecil." Versica kembali memberikan analisanya mengenai kondisi wilayah saat ini.
"Oh, benar juga. Wabah di puluhan desa di wilayah timur Cirrus itu sampai sekarang masih belum bisa ditangani. Dan kabarnya terus meluas hingga wilayah barat." Guanna terlihat bersimpati saat teringat akan hal buruk yang menimpa orang-orang di wilayah tersebut. "Semoga setelah ini dua pemuda itu dapat menghentikannya," tambahnya dengan berharap.
"Ya, kuharap juga begitu. Dan semoga kerajaan Augra tidak menambah buruk keadaan dengan melakukan serangan langsung ke wilayah Cirrus," ucap Versica kemudian.
"Bukankah sekarang pasukan mereka sudah sampai di kaki Pegunungan Trava?" Guanna bertanya.
"Benar. Dan aku yakin pasukan di wilayah Ravus pasti dapat menghadang mereka sebelum tiba di perbatasan wilayah. Apa lagi saat ini kedua pemuda itu berada di Kota Araz," ucap Versica menjawab.
"Benar. Semoga dengan bantuan dari mereka berdua, wilayah ini segera kembali damai seperti sebelumnya." Guanna terlihat benar-benar berharap banyak kepada Aksa dan Nata.
"Mari kita berharap yang terbaik," ucap Versica yang kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan tempat itu. Yang diikuti oleh Guanna di belakangnya.
-
Sementara di saat yang bersamaan di Kota Araz, wilayah Ravus.
Helen, Pasukan Elit, dan beberapa puluh pasukan dibawah pimpinan Wedge mulai bergerak menuju Pegunungan Trava untuk menghadang pasukan Augra, ketika kehebohan terjadi tepat di depan gerbang kota tersebut.
Kehebohan itu disebabkan oleh rombongan yang terdiri dari Yllgarian, Getzja dan juga Elf yang datang mencari Lily, Aksa, dan Nata.
__ADS_1
-